Comscore Tracker

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan Wajah

Dia jadi orang pertama yang patenkan karyanya

Denpasar, IDN Times - Masalah sampah plastik saat ini menjadi bahasan di mana-mana. Dari perorangan, kelompok, komunitas, organisasi, hingga pemerintah sekarang mulai menggalakkan pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Namun, meski kantong plastik sudah mulai bisa dikurangi, nyatanya plastik kemasan (Packaging) tetap saja banyak ditemukan.

Banyak masyarakat yang kemudian memanfaatkan sampah plastik packaging untuk membuat produk kreatif. Satu di antaranya Made Agus Janardana asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Bedanya, ia kreatif mengolah plastik menjadi sebuah karya ‘Lukisan Wajah Plastik’. Setelah mendaftarkan hak ciptanya ke Kemenkumham RI, Agus Janardana ternyata orang pertama yang mendaftar sebagai penggagas lukisan wajah plastik ini, lho. Produknya masuk karya ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Seperti apa sih kisah Made Agus Janardana bisa menemukan ide membuat lukisan wajah plastik? Baca sampai selesai ya, guys!

1. Agus melihat kombinasi warna yang menarik dari sampah packaging ketika diaplikasikan ke lukisan wajah plastik

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan WajahIDN Times/Diantari Putri

Agus Janardana memiliki basic sebagai desain grafis. Ia terbiasa bermain warna ketika mendesain. Ia mengamati sampah plastik packaging, ternyata memiliki warna beragam. Agus bahkan menyebut sampah plastik packaging kaya dengan warna. Lantas, ia menemukan ide brilian. Tahun 2017, ia mencoba memadupadankan kemampuan desain grafisnya dengan sampah plastik packaging yang ada di lingkungan sekitarnya. Maka, jadilah ide lukisan wajah plastik yang baru dikenalkan ke publik awal tahun 2019, setelah ia menerima hak cipta dari Kemenkumham RI.

“Setelah saya amati, warna plastik kemasan itu sangat beragam. Selain itu, ada kata-kata original dari sampah plastik tersebut yang kita bisa pakai untuk menyampaikan pesan dalam lukisan wajah plastik ini. Asyiknya di situ,” cerita Agus Janardana, ketika berada di Denpasar beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Agus juga membuat Yayasan Sahabat Bumi Bali bersama dua sahabatnya, Praja dan Bakti. Jika Agus bergerak melalui lukisan wajah plastik, maka Praja bagian spesialis ecobrick batubata ramah lingkungan, dan Bakti spesialis lagu serta puisi. Lewat ketiga cara ini, mereka mencoba menyelamatkan lingkungan.

2. Agus sedih banyak bank sampah yang tidak mau menerima sampah plastik packaging

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan WajahIDN Times/Diantari Putri

Untuk mencari bahan sampah packaging, Agus Janardana memulainya dengan langkah sederhana. Ia terlebih dahulu memakai sampah plastik yang dihasilkannya setiap hari. Misalnya plastik packaging dari snack ringan atau kebutuhan rumah tangga. Bila ia kekurangan bahan, ia bekerjasama dengan warung-warung di sekitar rumahnya.

Kata Agus, ada sekitar lima warung yang diajaknya agar tidak membuang sampah plastik packaging. Dengan cara itu, Agus melakukan langkah kecil untuk menyelamatkan lingkungan sekitar rumahnya dari sampah plastik.

“Saya edukasi para pemilik warung, kalau ada sampah jangan dibuang apalagi dibakar, lebih baik kasihkan ke saya. Karena saya sebagai pegiat lingkungan kadang-kadang sedih juga. Banyak teman-teman saya dari bank sampah tapi nggak mau nerima sampah kemasan. Padahal yang banyak beredar itu adalah sampah plastik packaging sekali pakai,” tutur pria kelahiran Singaraja, 23 Januari 1990 ini.

3. Teknik lukisan wajah plastik sangat detail, perlu kesabaran ekstra

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan WajahIDN Times/Diantari Putri

Sebelum menemukan pola lukisan wajah plastik yang tepat, Agus cukup banyak melakukan latihan dan ujicoba. Hal ini karena memadupadankan warna plastik ke lukisan cukup sulit. Agus memulai dari tahun 2017, namun tahun 2019 baru bisa dikenalkan karyanya ke publik.

Dalam pengerjaannya, diakui Agus cukup sulit. Selain dari sisi teknik, kesabaran juga diuji. Lukisan wajah ini membutuhkan disiplin ilmu warna gelap terang, filosofi warna, serta teknik desain. Sedangkan kesabaran sangat dibutuhkan saat melakukan penempelan sampah plastik ke desain wajah yang sudah dibuat.

“Lukisan wajah ini dibuat dengan sangat detail. Bahkan potongan paling kecil pun kita perhatikan ukurannya. Jadi, buat yang gak sabaran, gak akan mudah menyelesaikannya. Bisa jadi, belum apa-apa pecah sketsanya duluan,” kata Agus.

Menurutnya, pengerjaan sketsa wajah perorangan membutuhkan waktu bervariasi. Namun paling lama lima jam. Selain membuat sendiri, Agus juga memberdayakan teman-teman organisasi pemuda di desanya untuk ikut menggarap lukisan wajah plastik ini. Karena Agus sehari-harinya tidak hanya mengambil satu pekerjaan.

Agus tercatat sebagai dosen di UNHI Denpasar dan Poltek Ganesha Guru Singaraja. Selain itu juga sebagai guru BK-TIK di SMAN 1 Sawan, Singaraja. Ia juga menggeluti dunia fotografer, videografer, dan wirausaha.

4. Ini dia lukisan wajah yang dijadikan masterpiece oleh Agus

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan WajahIDN Times/Diantari Putri

Ada satu karya yang dijadikan oleh Agus sebagai masterpiece. Lukisan wajah plastik itu berjudul ‘Potret Bali’. Sepintas hanya tergambar seorang penari Legong yang cantik dalam lukisan. Tapi Agus mengungkapkan, lukisan tersebut menggambarkan banyak pesan terutama tentang kondisi Bali kini.

Karya masterpiece-nya bahkan menang kontes sebagai ‘Best Content Message’ di Plactic Waste Artwork Installastion Competition yang diselenggarakan oleh WWF Indonesia Bali di ITDC Nusa Dua.  

Dalam lukisan itu, seorang penari Legong yang cantik, namun wajahnya menangis dan marah. Bibirnya dilukiskan terbekap, seakan menandakan sang penari tidak bisa berkata apa melihat kondisi Bali saat ini. Pada bagian kepala sang penari, ia terpenjara oleh pesatnya teknologi dan gemerlapnya pembangunan yang merajalela.

“Dalam lukisan yang saya jadikan masterpiece ini, saya benar-benar sampaikan banyak pesan di dalamnya. Mulai dari kondisi alam, pembangunan, sampai seni budaya Bali yang dipelajari setengah hati. Dengan kata-kata original dari plastik packagingnya, jadi semakin bertutur lukisan ini,” katanya.

5. Meski idenya brilian, tak jarang juga ada yang mengkritik, termasuk seniman lukis

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan WajahIDN Times/Diantari Putri

Ide baru selalu menimbulkan pro kontra. Begitu juga karya kreatif yang dibuat Agus. Banyak yang memuji, tapi tak sedikit pula yang mengkritisi. Bahkan kata dia, ada seniman senior yang mengkritik bahwa wajah seseorang tidak pantas dilukis dengan plastik. Mendapat kritikan demikian, Agus berpendapat bahwa itu tergantung dari sudut pandang mana melihat lukisan tersebut.

“Kalau dilihat dari sudut pandang demikian, memang benar ini sampah. Tapi dari sudut pandang yang lain, ini adalah sebuah karya seni. Sampah plastiknya juga saya sangat hargai. Jadi tidak asal tempel sampah plastik itu, melainkan saya cuci dulu sampai bersih sekali. Ya, semua tergantung dari sudut pandang mana melihatnya,” ujar suami dari Kadek Citrayani Dewi ini.

6. Karyanya mulai dilirik dari pejabat, profesional, hingga WNA. Ada yang dibeli seharga Rp10 Juta

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan WajahIDN Times/Diantari Putri

Sejak dikenalkan mulai awal Januari 2019, Agus Janardana cukup banyak mendapatkan permintaan membuat wajah plastik. Mulai dari pejabat, anggota dewan, akademisi, profesional, hingga WNA. Bahkan konon, WNA asal Amsterdam, Belanda membeli karyanya seharga Rp10 Juta.

“Kalau di dalam negeri, pejabat sudah lumayan yang memesan. Saya juga sudah menjual ke tiga negara Islandia, Prancis, dan Amsterdam. Bahkan Mr Vincent dari Amsterdam membeli karya saya seharga 600 Euro atau setara Rp10 juta,” cerita Agus.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, juga tertarik membeli lukisan tersebut seharga Rp 1,5 juta. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, juga membeli lukisan bergambar dirinya sendiri seharga Rp2 juta. Begitu juga Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, membeli lukisan sketsa dirinya seharga Rp750 ribu. Jika ingin memesan, kata Agus, harganya mulai Rp500 ribu per wajah.

“Harganya saya hitung per wajah Rp500 ribu dengan ukuran gambar. Kalau luar Bali saya patok Rp750 ribu, karena termasuk biaya ongkos kirimnya. Kalau misalnya mau buat lukisan wajah berpasangan atau satu keluarga, itu dihitung wajahnya ada berapa, dikalikan Rp500 ribu,” jelasnya.

7. Agus berpesan, hargailah sampah plastik, maka ia akan menjadi mahakarya

Kreatif! Agus Janardana Ubah Sampah Packaging Jadi Lukisan WajahIDN Times/Dhana Kencana

Sebagai pegiat lingkungan, Agus memberikan pesan janganlah meremehkan hal-hal kecil. Sampah plastik mungkin hal yang kecil, tapi jika diremehkan, ia akan jadi marabahaya. Namun jika dihargai, ia justru akan menjadi mahakarya.

“Ketika saya menghargai sampah plastik ini, ternyata bisa menjadi mahakarya, bahkan bernilai ekonomi. Meski kontribusinya kecil untuk pengurangan sampah, tapi setidaknya karya saya ini memiliki nilai edukasi yang sangat tinggi,” tutup Agus.

Baca Juga: 4 Pesan Bijak Tetua Bali yang Tidak Boleh Kamu Lupakan

Topic:

  • Diantari Putri
  • Irma Yudistirani

Just For You