TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Alasan Mengapa Bahagia itu Dikejar, Bukan Ditunggu

Yuk, kejar bahagia versimu sendiri!

ilustrasi anak remaja bahagia (freepik.com/freepik)

Banyak orang berkata bahwa bahagia itu harusnya dikejar, bukan ditunggu. Pertanyaannya adalah mengapa harus demikian? Nah, artikel ini akan membahas berbagai alasan agar kita tidak lagi menunggu bahagia datang dengan sendirinya, melainkan berinisiatif menciptakan bahagia itu sendiri.

Menunggu bahagia hadir begitu saja mengakibatkan kita kehilangan momen-momen berharga dalam hidup. Sebaliknya, keberanian untuk mengejar kebahagiaan sendiri membuat kita hidup dengan penuh kesadaran. Mengetahui alasan mengapa bahagia harus dikejar ini penting agar kita dapat memegang kendali atas apa yang benar-benar berarti untuk diri sendiri.

Baca Juga: 5 Penyebab Seseorang Over Explaining tentang Diri Sendiri

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Meminta Maaf Itu Sulit untuk Dilakukan

1. Momen dalam hidup hanya terjadi sekali

Momen dalam hidup hanya terjadi sekali. Ini mengapa sangat penting untuk menghargai tiap detiknya, dan berinisiatif untuk menciptakan kebahagiaan sendiri. Menunggu kebahagiaan untuk hadir membuat kita kehilangan momen-momen berharga yang tidak dapat diulang.

Dalam menjalani kehidupan, ada banyak peluang, kejutan, dan kegembiraan yang tidak dapat diprediksi. Ketika secara aktif mencari kebahagiaan dalam tiap kesempatan, kita dapat merasakan momen tak terduga dalam hidup dengan penuh kesadaran. Oleh karena itu, kebahagiaan sebaiknya dikejar, bukan ditunggu datang sendiri.

2. Memungkinkan kita untuk belajar dari pengalaman sulit

Mengejar kebahagiaan berarti mengakui bahwa hidup tidak hanya tentang cerita manis saja, melainkan juga pengalaman pahit. Untuk mencapai kebahagiaan, kita perlu menjadikan pengalaman pahit itu sebagai pelajaran berharga. Karena bagaimanapun sulitnya tantangan itu, pasti ada hikmah di baliknya.

Pengalaman sulit juga mendorong refleksi diri. Melalui proses ini, kita dapat mengeksplorasi nilai-nilai, kekuatan, dan kelemahan diri. Dengan menerima hikmah dari tiap kesulitan, kita mampu melihat perubahan sebagai bagian alami dari perjalanan hidup. Pelajaran ini tentu tidak akan kita dapatkan jika hanya menunggu bahagia yang entah kapan akan datang.

3. Membantu kita mencari makna hidup

Terlibat aktif mencari kebahagiaan, memungkinkan kita mencari makna hidup. Mungkin ada pertanyaan dalam pikiran mengenai apa yang kita cari di dunia. Oleh karena itu, kita mengeksplorasi tujuan dan nilai-nilai yang memberikan arti pada eksistensi kita.

Ini membantu kita menemukan makna dalam hubungan, pencapaian pribadi, dan kontribusi positif kepada orang lain. Pada gilirannya, makna hidup yang jelas memberi arah pada tindakan dan keputusan. Sehingga tiap langkah dalam perjalanan hidup kita memiliki tujuan yang mendalam.

4. Memberikan fokus pada hal-hal positif

Mengejar kebahagiaan mengajarkan kita untuk memusatkan perhatian pada momen positif, pencapaian, dan aspek berharga dalam hidup. Hal ini membuat pola pikir lebih optimis, dan menciptakan sikap apresiatif terhadap kebaikan di sekitar kita. Bukan berarti mengesampingkan kesulitan, akan tetapi usaha untuk melihat dunia dengan kebahagiaan.

Fokus pada hal positif membuat kita lebih banyak bersyukur, menemukan keindahan dalam hal sederhana, dan merayakan tiap momen dalam hidup dengan sukacita. Tidak hanya membuat suasana hati lebih ringan, tetapi juga berdampak positif pada hubungan sosial. Dengan demikian, mengejar kebahagiaan membentuk kesejahteraan bagi diri sendiri dan orang di sekitar.

5. Mendorong rasa syukur

Berhubungan dengan poin di atas, kita cenderung lebih banyak bersyukur ketika melihat aspek positif dalam hidup. Upaya untuk menghargai berbagai anugerah dan kebaikan di sekitar menjauhkan kita dari rasa tidak puas. Kita dapat merenungi tentang apa yang telah dicapai, belajar dari pengalaman sulit, menumbuhkan kesadaran akan momen sederhana yang biasanya dianggap remeh.

Lebih banyak bersyukur memiliki dampak positif pada kesejahteraan mental dan emosional. Saat kita fokus pada hal-hal yang dimiliki daripada yang tidak, kepuasan diri cenderung meningkat. Ini memotivasi kita untuk hidup dengan sikap rendah hati dan bijaksana. Oleh karena itu, mengejar kebahagiaan merupakan landasan untuk kesejahteraan mental dan emosional yang berkelanjutan.

Verified Writer

Annisa Isnaini H.

Creating a better world with words

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya