Gak bisa dimungkiri, teknologi sekarang makin cepat berkembang, dan anak-anak jadi generasi paling awal yang bersentuhan langsung sama Artificial Intelligence. Dari mainan cerdas sampai chatbot yang bisa bantu kerjain PR, semuanya terlihat canggih dan seru. Tapi, ada satu hal yang mulai bikin khawatir: apakah mereka siap mental buat hadapi teknologi secanggih itu?
Buat anak-anak yang belum punya nalar kritis, AI bisa jadi pedang bermata dua. Bukannya membantu belajar, malah bisa bikin mereka kehilangan banyak kemampuan dasar yang penting. Mulai dari berpikir mandiri sampai peka secara sosial, bisa-bisa semuanya terkikis kalau gak diawasi dengan bijak.
