ilustrasi sakit flu (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
Beberapa tahun ke belakang, penggunaan masker dan pembatasan aktivitas membuat paparan flu menurun drastis. Tubuh tidak terbiasa menghadapi virus yang dulu sering ditemui sehingga memori imunnya berkurang. Saat akhirnya terpapar lagi, respons tubuh jadi lebih lambat. Tidak heran jika gejala terasa lebih intens dari biasanya.
Kurangnya paparan ini membuat tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mengenali pola infeksi flu. Rasa lelah yang cepat muncul dan batuk berkepanjangan menjadi hal yang umum terjadi. Bahkan flu yang ringan pun terasa cukup menguras energi karena tubuh seperti baru belajar lagi menghadapi virus tersebut.
Flu yang lama sembuh memang membuat aktivitas harian terasa tidak nyaman, tetapi ada banyak faktor yang menjelaskan kenapa tubuh bereaksi seperti itu. Mengetahui penyebabnya membantu kamu menentukan cara perawatan yang lebih tepat saat gejalanya muncul. Menurutmu, faktor mana yang paling berperan dalam lamanya flu yang pernah kamu alami?
Referensi
"Why Is the Flu Lasting Longer This Year?". Yeditepe University Hospital. Diakses pada November 2025
"Reasons Why My Cold Isn't Going Away". WebMD. Diakses pada November 2025
"The scientific reason why men may recover from flu quicker than women". Independent. Diakses pada November 2025'
"How Long Does a Flu Last". Maple. Diakses pada November 2025