Tabanan, IDN Times - Embusan angin barat yang kian kencang, hujan lebat, serta gelombang tinggi yang terjadi belakangan ini kembali dirasakan masyarakat Tabanan, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan terbuka.
Bagi masyarakat adat di Tabanan, kondisi tersebut bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan isyarat alam yang lazim hadir setiap memasuki Sasih Kaulu, fase penting menjelang pergantian Tahun Saka.
Dalam penanggalan adat, Sasih Kaulu dikenal memiliki karakter kuat secara sekala dan niskala. Sejak dulu, masyarakat adat di Tabanan telah mengenali sasih ini sebagai masa peralihan alam, yang ditandai dengan cuaca ekstrem akibat menguatnya angin barat.
Pepohonan tumbang, gelombang tinggi laut, hingga perubahan suhu yang drastis dipahami sebagai bahasa alam yang mengingatkan manusia agar lebih waspada dan mawas diri.
