Suasana di Penataran Agung Pura Besakih, di Rendang, Karangasem saat pandemik, Minggu (3/5) petang. (IDN Times/Ni Ketut Sudiani)
Selain Pulau Dewata, Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Seribu Pura. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan, bahwa di setiap jengkal daerah Bali terdapat pura. Keberadaan pura di Bali berfungsi sebagai tempat pemujaan para Dewa sebagai manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa. Termasuk juga sebagai tempat penghormatan pada leluhur.
Karena itu, pura di Bali memiliki tingkatan tersendiri. Ada tingkatan yang disebut Kahyangan Jagat, yakni pura pemujaan Tuhan beserta segala manifesti-Nya (Dewa). Sesuai dengan konsep kosmologi Dewata Nawa Sanga, yang termasuk Pura Kahyangan Jagat antara lain:
- Pura Batur di utara sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Wisnu
- Pura Besakih di timur laut sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Sambu
- Pura Lempuyang di timur sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Iswara
- Pura Goa Lawah di tenggara sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Maheswara
- Pura Andakasa di selatan sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Brahma
- Pura Uluwatu di barat daya sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Rudra
- Pura Batukaru di barat sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Mahadewa
- Pura Pucak Mangu di barat laut sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Sangkara
- Pura Besakih di tengah sebagai tempat pemujaan Tuhan dan manifestasinya sebagai Dewa Siwa.
Ada juga Pura Dang Kahyangan Jagat, yang dibangun sebagai tempat penghormatan terhadap guru-guru suci untuk menghormati jasa-jasa seorang pandita. Misalnya Pura Rambut Siwi di Kabupaten Jembrana yang berkaitan dengan perjalanan rohani Dang Hyang Nirartha, Pura Silayukti sebagai tempat moksanya Mpu Kuturan, Tanah Lot, Ponjok Batu, Pulaki tidak lepas dari kedatangan Danghyang Nirartha ke Bali, serta masih banyak lagi tempat suci lainnya yang dikelompokkan sebagai Dang Kahyangan Jagat.
Sedangkan di tingkat yang lebih kecil adalah pura sebagai tempat penghormatan leluhur. Pura keluarga ini disebut Pura Merajan, Pura Ibu, dan Pura Dadia. Bahkan setiap keluarga Hindu Bali memiliki satu pura sebagai tempat persembahyangan di rumahnya, yang dinamakan Sanggah Kemulan. Selain itu, ada juga pura berdasarkan pekerjaannya seperti Pura Melanting di pasar dan Pura Ulunsuwi di sawah.
“Memang kenyataan bahwa Bali itu dikelilingi banyak pura. Ada Pura Kahyangan Jagat, Dang Kahyangan, Kahyangan Tiga, Pura Merajan, Dadia, Sanggah, dan lain-lain. Nah di tambah dengan kegiatan Panca Yadnya yakni lima jenis persembahan suci yang menjadi kerangka aktivitas keagamaan Hindu Bali, menambah ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Bali,” terang Prof Bandem.