Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menikah di Bali (unsplash.com/Loris Boulinguez)
ilustrasi menikah di Bali (unsplash.com/Loris Boulinguez)

Umat Hindu Bali mengenal hari baik untuk menentukan pelaksanaan upacara keagamaan Hindu atau yadnya. Hingga detik ini, perhitungan dari Kalender Bali masih menjadi patokan pelaksanaan upacara.

Awalnya, dasar menentukan kegiatan yadnya berdasarkan astrologi maupun astronomi kuno yang tertuang dalam satu cabang Kitab Wedangga tentang perbintangan Agama Hindu yaitu Jyotisha.

Melalui kitab itu mulai ada penyesuaian dengan kebiasaan dan warisan leluhur di Bali. Mulai dari lontar hingga penanggalan khas Bali lainnya. Dark sekian banyak istilah penanggalan Bali, uncal balung kerap terselip di berbagai ramalan Hindu Bali.

Apa sebenarnya uncal balung itu? Kenapa gak boleh menikah di bulan uncal balung? Ini pembahasan selengkapnya.

Mengenal istilah uncal balung

Ilustrasi kalender tika (Ceraken Kebudayaan Bali/Dinas Kebudayaan Provinsi Bali)

Kamus Budaya Bali terbitan Balai Bahasa Bali mendefinisikan uncal balung sebagai hari-hari pantangan untuk melaksanakan upacara yadnya yang berlangsung setelah hari raya Kuningan sampai dengan Buda, Kliwon, dan Paang

Uncal balung juga berarti sebagai saat melepas atau membuang tulang. Sebab, ada Sang Kala Tiga yang tengah diredam kekuatannya agar tidak mengganggu manusia. Masa-masa ini sangat krusial, sebab ada energi kosmik yang tidak stabil. Sehingga upacara yang terencana harus menghindari uncal balung agar tidak ada kejadian yang tak diinginkan.

Alasan tidak baik menikah di bulan uncal balung

ilustrasi menikah di Bali (unsplash.com/Khamkéo)

Saat pelepasan tulang itu, kondisi hari-hari pada bulan uncal balung terasa lemah, penuh kegoyahan, dan pergeseran. Terkenal sebagai masa-masa tidak stabil dalam penanggalan Bali, uncal balung berdampak buruk bagi mereka yang ingin melangsungkan upacara perkawinan.

Mereka yang tetap melaksanakan perkawinan pada masa uncal balung akan mengalami pernikahan yang goyah. Selain goyah akan muncul keretakan akibat minimnya prinsip teguh laksana tulang dalam pernikahan kedua belah pihak.

Selain uncal balung, ada bulan lainnya yang tidak baik untuk menikah

ilustrasi menikah (unsplash.com/Nathan)

Selain uncal balung, ada banyak bulan maupun penanggalan tertentu yang tidak baik untuk melangsungkan perkawinan. Hari-hari yang mengandung rangda tiga, sarik agung, sampar wangke, salah wadi, patipata, mertasula, lebur awu, kama sula, carik walangati, dadig krana, pasah, dan ingkel wong, dilarang sebagai hari perkawinan.

Ada juga hari-hari lainnya yang dilarang dan tidak baik dipilih untuk melangsungkan perkawinan, misalnya kala dangastra, kala jengking, kala matapak, kala mertiu, kala ngruda, kala pati, kala pegat, kala rau, kala temah.

Editorial Team