Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Baik Menurut Hindu Bali 9 Februari 2025
ilustrasi membuat gerabah (pexels.com/Valeria Ushakova)

Rahajeng semeng (selamat pagi) semuanya. Semoga pagi ini selalu semangat dan ceria. Supaya melengkapi aktivitas kamu hari ini. Ada sederet ramalan hari baik menurut umat Hindu di Bali. Pertama ada gni rawana jejepan adalah hari baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, membuat senjata tajam (pande besi). Namun, tidak baik mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam.

Ada juga hari yang disebut sebagai geni murub adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, dan lainnya. Namun, tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. Penasaran seperti apa ramalan hari baik lainnya? Ini selengkapnya.

1. Baik memulai suatu usaha

ilustrasi usaha di rumah (pexels.com/hazal-zeynep)

Kala gotongan merupakan hari baik untuk memulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. Banyu urug artinya baik untuk membuat bendungan, tapi tidak baik untuk membuat sumur. Carik walangati bermakna tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah.

Dina carik artinya tidak baik dipakai dewasa. Kala katemu merupakan hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mangadakan pertemuan.

2. Baik memberikan nasihat

ilustrasi memberi nasihat (pexels.com/SHVETS production)

Kala mretyu adalah hari baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, memberi nasihat kepada orang lain. Namun, tidak baik untuk bersenggama, segala yadnya. Kala prawani adalah tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh yang kurang baik. 

Kala rau adalah hari yang baik untuk meramu obat-obatan, sadek, membuat senjata, upas (penjaga). Namun, tidak baik untuk membangun rumah, jika mengatapi rumah akibatnya akan terbakar. Disarankan agar batasi berbicara yang dapat menimbulkan kekeliruan. Macekan agung, cocok untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tombak, senjata pengider-ider, dan lainnya.

3. Baik membuat alat penangkap ikan

ilustrasi nelayan (pexels.com/Quang Nguyen)

Pamacekan merupakan hari baik untuk mengerjakan sawah atau tegal, membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya. Macekan lanang adalah hari baik untuk membuat taji, tombak, keris, alat penangkap ikan, tapi tidak baik untuk upacara yadnya.

Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya). Sri tumpuk adalah hari baik untuk memcari burung (mepikat). Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Sadayatana.

Editorial Team