Suasana di Desa Julah. (Jadesta.kemenparekraf.go.id)
Sebagai desa tua atau desa kuno di Bali, Desa Julah memiliki segudang keunikan yang menjadi daya tarik wisata tersendiri. Selain sistem pemerintahannya sangat kuno, sistem sosial masyarakatnya masih menggunakan warisan leluhurnya. Masyarakat Desa Julah tidak mengenal istilah soroh (tingkatan sosial) dalam kesehariannya. Mereka menjunjung tinggi kesamarataan.
Kesamarataan ini bisa dilihat dalam berbagai hal, satu di antaranya adalah bentuk bangunan rumah yang dibuat sama dengan luas. Arsitekturnya menggunakan arsitektur Bali Mua dan masih lestari hingga saat ini. Setiap rumah memiliki struktur bangunan yang terdiri dari kemulan (tempat suci), bale meten (tempat tidur), dan paon (dapur). Setelah menikah, setiap kepala keluarga tidak bisa tinggal bersama orangtua, melainkan harus tinggal sendiri. Ini menunjukkan prinsip kemandirian di Desa Julah.
Selain itu, kesamarataan bisa ditemukan saat upacara kematian. Masyarakat Desa Julah tidak melaksanakan upacara ngaben, melainkan jenazah hanya dikuburkan. Prosesinya pun cukup sederhana tanpa mengenal tingkat ekonomi dan tingkat sosial. Kuburan atau setra yang menjadi tempat pemakaman sangat disakralkan di Desa Julah.