Ilustrasi pendeta Hindu. (unsplash.com/Nova Kusady)
Setelah mengetahui bagian dari Catur Marga Yoga, ada baiknya kita juga mengetahui contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Karma Marga Yoga adalah bekerja dengan giat dan tulus segala pekerjaan yang digeluti tanpa terlalu memikirkan hasil. Contoh lainnya adalah perbuatan menolong atau membantu orang lain yang sedang kesusahan. Seseorang wajib menghindarkan perbuatan yang dilarang oleh ajaran agama.
Contoh Bhakti Karma Yoga adalah rajin sembahyang untuk memuja kebesaran Tuhan, serta mengucapkan rasa syukur atas berkahnya. Contoh lainnya adalah dengan melantunkan pujian-pujian atau nyanyian suci, juga bagian dari Bhakti Marga. Semuanya harus didasari oleh niat yang tulus dan ikhlas.
Contoh Jnana Marga adalah belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. Setiap orang wajib menuntut ilmu pengetahuan dan digunakan sebaik-baiknya. Selain menuntut ilmu pengetahuan, setiap orang harus menghormati guru sebagai pembimbing untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut. Mempelajari kitab suci juga bisa menjadi cara untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.
Terakhir adalah contoh dari Raja Marga Yoga. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah melakukan meditasi, menjalankan tapa semadi, hingga melakukan yoga dengan bimbingan seorang guru. Hal ini berguna untuk memusatkan diri, sehingga bisa mencapai ketenangan lahir dan batin. Cara ini sebagai jalan untuk mendekatkan diri pada Tuhan, dan dikatakan mampu menjadi jalan untuk mencapai moksa.
Dari keempat jalan dalam Catur Marga Yoga, manakah yang terbaik? Jawabannya, semua baik. Keempatnya tidak bersifat kaku, misalnya ada orang yang lebih suka melakukan Bhakti Marga Yoga, namun tetap melakukan Karma Marga Yoga. Keempat jalan ini saling melengkapi untuk menciptakan keharmonisan dan kesempurnaan.