Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret no na
potret no na (dok. Munachi Osegbu)

Grup musik perempuan internasional dengan member asal Indonesia, No Na, merilis lagu terbaru bertajuk Work. Lagu dan gerakan para member yang enerjik, menambah semangat para pendengarnya. Music video (MV) lagu ini baru dirilis pada Jumat, 23 Januari 2026 lalu. Saat ini ada 464 ribu pengguna YouTube yang menonton tayangan Work.

Membawa identitas Indonesia, No Na selalu menghadirkan budaya khas nusantara dalam setiap lagunya. Mulai dari gerakan tari, lokasi MV, hingga alat musik. Kali ini dalam lagu Work, No Na menunjukkan alat musik khas Bali bernama Ceng-Ceng. Apa itu Ceng-Ceng? Berikut tiga faktanya.

Ada tiga jenis alat musik Ceng-Ceng

Ilustrasi Ceng-Ceng gecek atau kecek. (Dok. Istimewa)

Gak banyak yang tahu kalau Ceng-Ceng sebenarnya terdiri dari tiga jenis. Berdasarkan buku berjudul Jenis-jenis Tungguhan Karawitan Bali yang ditulis Pande Made Sukerta, tiga jenis Ceng-Ceng ini punya bentuk dan peruntukan gamelan yang berbeda-beda.

Yaitu Ceng-Ceng Gecek atau Kecek, Ceng-Ceng Kopyak, dan Ceng-Ceng Ricik. Pertama, Ceng-Ceng Gecek atau Kecek adalah Ceng-Ceng dengan dua bagian terpisah. Ada bagian yang dipegang dengan tangan sebanyak dua Ceng-Ceng, sedangkan ada bagian alas berbentuk seperti kura-kura dengan lima buah Ceng-Ceng. Ceng-Ceng Gecek umumnya digunakan dalam instrumen Gamelan Gong Kebyar.

Mengenal dua Ceng-Ceng lainnya

Ilustrasi ceng-ceng kopyak yang dimainkan member No Na, Christy dalam musik video Work. (Dok. You Tube/No Na)

Sementara itu, Ceng-Ceng Kopyak punya bentuk lebih sederhana. Paduan bunyinya berasal dari sepasang Ceng-Ceng yang saling ditepuk. Secara diameter, Ceng-Ceng Kopyak punya ukuran lebar dengan diameter sekitar 25 sentimeter. Umumnya, Ceng-Ceng Kopyak digunakan dalam instrumen Gamelan Gong Gede. Jumlah pemain Ceng-Ceng Kopyak dalam satu grup gamelan paling ideal ada tiga orang.

Ketiga, ada Ceng-Ceng Ricik punya ukuran paling kecil dibandingkan dua jenis Ceng-Ceng lainnya. Ceng-Ceng Ricik hanya berdiameter sekitar 8,5 sentimeter. Bentuknya hampir mirip dengan Ceng-Ceng Gecek, tapi jumlah alasnya hanya dua buah. Sehingga bunyi yang dihasilkan terbatas dan intens. Ceng-Ceng Ricik umumnya digunakan untuk pelengkap gamelan Tari Arja maupun gamelan lembut dan nuansa sendu lainnya, seperti Semar Pagulingan, Angklung, dan sebagainya.

Ketiga Ceng-Ceng populer di daerah berbeda

Pementasan arja klasik. (YouTube.com/Made Akira)

Jika melihat MV Work dari No Na, satu member yakni Christy memainkan Ceng-Ceng Kopyak. Sebab Ceng-Ceng itu langsung dimainkan dengan menepuk satu sama lain, tanpa membutuhkan alas. Fakta menarik lainnya, ketiga jenis Ceng-Ceng ini terkenal di beberapa daerah Bali.

Ceng-Ceng Kopyak yang digunakan Christy cenderung populer di Kabupaten Bangli. Sementara, Ceng-Ceng Gecek sebagai instrumen Gamelan Gong Kebyar terkenal di kalangan masyarakat Kabupaten Buleleng. Terakhir, Ceng-Ceng Ricik dengan ukuran paling mini terkenal di Kabupaten Gianyar sebagai wilayah yang melahirkan seni Tari Arja.

Editorial Team