Tari Poleng Kesiman di Upacara Ngerebong. (Instagram.com/puradalemkesiman)
Tari Poleng Kesiman adalah tarian sakral yang ada di Desa Adat Kesiman. Pementasan Tari Poleng Kesiman terkait dengan pelaksanaan Tradisi Ngerebong di Pura Agung Petilan, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur. Dikutip dari laman Isi-dps.ac.id, dan jurnal berjudul "Poleng Kesiman: Tari Keprajuritan Sakral Pada Upacara Ngerebong di Desa Kesiman" yang ditulis oleh alumni ISI Denpasar, IDB Surya Peredantha SSn, Tari Poleng Kesiman adalah tari wali yang merupakan simbol prajurit andalan Raja Kesiman.
Tari ini ditarikan oleh lima orang penari, masing-masing membawa senjata berupa tombak, parang, perisai, gada, dan keris. Tari Poleng ini sedikit berbeda dengan tari baris pada umumnya. Tarian ini menggunakan penutup kepala berupa lembaran kain berwarna poleng (warna hitam dan putih), yang dilipat mirip udeng atau destas.
Selama menarikan tarian ini, para penari kerauhan namun mereka masih mengingat gerakan yang dilakukan dan tidak berteriak-teriak histeris layaknya orang kerauhan pada umumnya. Penari yang dalam keadaan kerauhan ini akan menari dengan penuh karisma, layaknya seorang prajurit yang siap bertempur.
Walaupun berada di daerah perkotaan, seni maupun budaya warisan leluhur masih tetap dipertahankan oleh warga setempat. Selamat ulang tahun Kota Denpasar, semoga seni dan budayanya tetap lestari ya.