Comscore Tracker

Kenalin Made Oliftyansi, Pengonsep Tari Bali di Lagu Beautiful We Are

#MenjagaIndonesia juga bisa lewat konsep dan karya

Menumbuhkan rasa cinta Tanah Air bisa dilakukan lewat berbagai cara. Bentuknya bisa dengan mengenalkan atau mengangkat budaya lokal ke dalam karya. Inilah yang dilakukan oleh Awwalur Rizqi Al-firori atau yang biasa disapa Alffy Rev dalam menelurkan karya-karyanya.

Alffy Rev dikenal sebagai komposer yang menjunjung tinggi nasionalisme dan budaya daerah dalam karyanya. Terbaru, Alffy Rev featuring Hanin Dhiya merilis karya musik berjudul "Beautiful We Are" di YouTube-nya tanggal 22 Juli 2020 lalu. Lagu ini kental dengan nuansa seni budaya Bali, dan pernah viral di media sosial (Medsos) lokal Bali.

Beruntungnya, seorang gadis Bali yang tengah kuliah di Yogyakarta, Ni Made Oliftyansi Santi Dewi, mendapat kesempatan ikut ambil bagian dalam mengonsep tarian Bali untuk mendukung video klip lagu tersebut.

Gadis yang akrab disapa Deo ini bahkan berkesempatan untuk mengajarkan hal-hal sederhana dalam budaya Bali, semisal mengenakan pakaian Bali yang benar.

Yuk intip wawancara IDN Times Bali bersama Deo soal perannya di lagu "Beautiful We Are".

1. Beautiful We Are menceritakan rahasia pra-sejarah Bali

Kenalin Made Oliftyansi, Pengonsep Tari Bali di Lagu Beautiful We AreYouTube.com/Alffy Rev

Dalam kolom deskripsi di kanal YouTube-nya, Alffy Rev menuliskan bahwa lagu "Beautiful We Are" merupakan karyanya yang ketujuh. Sebuah lagu istimewa yang akhirnya lahir untuk sebuah sejarah baru bagi Alffy dan dinyanyikan oleh Hanin Dhiya. Lagu ini bernuansa erat budaya Bali dengan lirik yang romantis magis.

Menurut komposer berusia 25 tahun itu, lagu "Beautiful We Are" menceritakan rahasia pra-sejarah Bali yang menunjukkan, bahwa Indonesia pernah menjadi tanah peradaban luar biasa pada masanya. Peradaban tersembunyi itu akhirnya ditemukan, dan betapa cantiknya negeri ini kala itu.

Baca Juga: Kisah Superhero Perempuan di Klungkung, Pembunuh Jenderal AV Michiels

2. Deo dipilih tanpa seleksi untuk mengonsep tarian Bali dalam video klip tersebut

Kenalin Made Oliftyansi, Pengonsep Tari Bali di Lagu Beautiful We AreYouTube.com/Alffy Rev

Diwawancarai melalui sambungan telepon, Deo mengaku bersyukur karena dirinya ikut terlibat dalam karya yang mengangkat tentang budaya Bali. Mahasiswi jurusan tari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini mengaku awalnya ditawari oleh Bravery Dancer, karena dirasa perlu melibatkan orang Bali asli dalam menggarap tarian dan kostum Bali di lagu tersebut.

“Kebetulan orang Bali yang masih tinggal di Jogja saat pandemik ini dan anak ISI tari, kayaknya cuma saya saja. Saya diajakin sama Bravery Dancer namanya, komunitas seni dari kampus tetangga. Tidak ada seleksi, kayak saling percaya saja saya yang dipilih. Waktu itu, diminta mengonsep tari Bali dan juga penokohan yang akan jadi tokoh utama dalam video klip tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Peninggalan Gua Hasil Romusha Jepang di Klungkung, Dipenuhi Hal Mistis

3. Deo mengonsep tokoh Dewi, diselipi tari Pendet dan juga Kecak

Kenalin Made Oliftyansi, Pengonsep Tari Bali di Lagu Beautiful We AreYouTube.com/Alffy Rev

Deo melanjutkan, sebelum materi diajukan ke Alffy Rev, pihak Bravery Dancer terlebih dahulu memintanya untuk mengonsep tarian yang akan dimasukkan ke dalam klip. Awalnya, Deo menyodorkan konsep klip yang pernah digarapnya ketika mengikuti sebuah challenge yang dibuat oleh musisi kenamaan Indonesia, Ari Lasso. Namun dari Bravery Dancer menginginkan sesuatu yang berbeda.

“Saya tawari itu (Konsep tari saat challenge), gak mau katanya. Padahal saat itu saya pakai baju tari Legong. Setelah bertukar pikiran, saya tawari ada peran tokoh dewa dewi. Konsep diterima, dan diajukan ke Allfy. Diapresiasi sama Alffy karena ada orang Bali-nya langsung,” ungkap gadis asli Kota Denpasar kelahiran 10 Oktober 1988 itu.

Deo menambahkan, saat syuting pertama lagu tersebut, belum ada sentuhan Kecak yang mengesankan budaya Bali. Selain itu, Kecak juga nantinya dipakai sebagai pendukung tokoh Dewi.

“Pas pertama syuting itu tidak ada Kecak, tapi saya minta. Karena memainkan tokoh Dewi, biar ada budaya Kecaknya kelihatan. Akhirnya dipakai juga Kecak,” kata Deo.

4. Alffy terkenal spontan. Awalnya ada sentuhan budaya Sumatra, namun mendadak jadi Bali sepenuhnya

Kenalin Made Oliftyansi, Pengonsep Tari Bali di Lagu Beautiful We AreYouTube.com/Alffy Rev

Menurut Deo, setelah beberapa kali mengamati proses kreatif lagu "Beautiful We Are" yang mengambil lokasi syuting di Yogyakarta, Alffy memang dikenal memiliki spontanitas. Sehingga senang berubah pikiran. Awalnya, video itu ada sentuhan budaya Sumatra.

“Di project ini, saya diminta mengonsep bagian lirik Beautiful We Are, kalau gak salah cuma dua menit. Awalnya ada Sumatra dan Bali, tapi tiba-tiba Alffy karena muncul ide mendadak, jadi full Bali,” jelasnya.

Baca Juga: Fenomena Pernikahan Beda Kasta di Bali & Perawan Tua, Diskriminasikah?

5. Deo tetap mengedukasi budaya Bali yang benar, namun tidak membatasi interpretasi lagu Beautiful We Are

Kenalin Made Oliftyansi, Pengonsep Tari Bali di Lagu Beautiful We AreYouTube.com/Alffy Rev

Dalam konsep tari di video klip "Beautiful We Are", Deo juga tidak lupa untuk mengedukasi hal-hal kecil yang berhubungan dengan budaya Bali. Misalnya, cara memakai kamen (Bawahan) yang benar.

“Pas syuting, hal-hal kecil saya coba perbaiki. Seperti misalnya pakai kamen yang benar. Setidaknya saya juga berusaha mengedukasi bagaimana budaya Bali yang benar," ungkap Deo.

Namun demikian, ia berusaha tidak mengubah interpretasi Alffy terhadap lagu tersebut. Pasalnya, dalam editing pertama, Deo melihat tata letak Palinggih (Bangunan suci) tidak seperti tata letak bangunan sesuai konsep Bali.

“Sewaktu editing pertama sempat kaget. Karena ada Palinggih berhadap-hadapan gitu. Saya agak takut di situ. Takutnya nanti ada yang disalahin. Karena Palinggih itu sendiri kan ada tata letaknya gitu kalau di Bali," tuturnya.

"Tapi saya berpikir lagi secara rasional, karena setiap orang punya interpretasi dan imajinasinya sendiri. Kalau Alffy menginterpretasikan surga seperti itu, ya berarti seperti itulah interpretasinya. Saya tidak boleh menyalahkan interpretasi orang,” sambungnya.

Akhirnya setelah video itu rilis, tidak ada yang menyalahkan maupun protes. Deo juga sempat kaget karena karya tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Bali.

https://www.youtube.com/embed/w7-rssVSr9I

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya