Comscore Tracker

Tips Motivasi Buat yang Gak Suka Olahraga Menurut Sains

Malas olahraga bisa tingkatkan risiko kematian dini

Kegiatan olahraga sudah dibuktikan berbagai manfaatnya bagi kesehatan. Namun, banyak orang yang masih malas melakukannya karena tidak ingin lelah, apalagi sampai harus mengeluarkan banyak keringat. Jika kamu termasuk orang yang malas atau bahkan tidak menyukai olahraga sama sekali, wajib simak penjelasan beserta tips-tips motivasi berdasarkan sains berikut!

Baca Juga: 6 Gerakan Sederhana di Rumah untuk Membentuk Tubuh Ideal

1. Tidak aktif secara fisik berisiko pada kematian dini

Tips Motivasi Buat yang Gak Suka Olahraga Menurut Sainsilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sepanjang sejarah manusia, mencari makan merupakan kegiatan awal yang sulit karena dibutuhkan usaha keras untuk bisa mendapatkannya. Selama ribuan tahun, manusia harus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencari makan. Begitu menemukannya, mereka akan beristirahat untuk menghemat energi. Karena mereka tidak tahu makanan selanjutnya berasal dari mana, maka mereka berusaha untuk tidak berperilaku aktif dan lebih memilih untuk berdiam. Kamu mungkin senang karena berpikir istirahat memang menjadi kecenderungan alami manusia.

Dari waktu ke waktu, kegiatan mencari makan bukan lagi menjadi hal yang begitu sulit. Apalagi pada masa abad ke-21. Gaya hidup pada era ini lebih banyak melibatkan kita untuk duduk dan beristirahat. Dengan bantuan teknologi canggih, semua pekerjaan dapat diselesaikan tanpa memerlukan banyak gerakan. 

Namun, tidak aktif secara fisik sangat buruk bagi kesehatan kita. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal medis bergengsi The Lancet menemukan ketidakaktifan fisik dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar 30-40 persen, peningkatan risiko kanker payudara 30 persen, peningkatan risiko diabetes tipe 2 20-60 persen, dan peningkatan kenaikan 30-50 persen untuk risiko kematian dini, dibandingkan dengan yang aktif secara fisik.

2. Berapa banyak ativitas fisik yang dibutuhkan manusia?

Tips Motivasi Buat yang Gak Suka Olahraga Menurut Sainsilustrasi berolahraga (pexels.com/Pixabay)

Direkomendasikan bagi orang dewasa berusia 18-65 tahun mendapatkan setidaknya 150-300 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu. Olahraga dengan intensitas sedang dapat berupa jalan cepat, bersepeda ringan, atau memotong rumput.

Jika memilih melakukan aktivitas fisik yang berat, maka cukup melakukan 75-150 menit per minggu. Aktivitas berat bisa berupa olahraga yang membutuhkan kemampuan berlari seperti footy atau tenis.

Berbagai jenis aktivitas dianjurkan karena aktivitas fisik yang berbeda akan memiliki manfaat yang berbeda. Latihan penguatan otot seperti angkat beban atau push up, dianjurkan dua kali seminggu untuk menjaga tulang dan otot tetap kuat.

Jika itu semua mulai terdengar terlalu rumit, yakinlah bahwa olahraga apa pun pada dasarnya baik dan bisa dilakukan.

3. Mulai kebiasaan berolahraga dengan menumbuhkan motivasi internal terlebih dahulu

Tips Motivasi Buat yang Gak Suka Olahraga Menurut Sainsilustrasi marathon (pexels.com/Pixabay)

Menurut psikolog ada dua jenis utama motivasi: motivasi ekstrinsik dan intrinsik. Motivasi intrinsik muncul dari dalam diri, melakukan sesuatu untuk penghargaan atau tantangan pribadi itu. Motivasi ekstrinsik berasal dari faktor eksternal, seperti berusaha untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman.

Untuk membangun sebuah kebiasaan, kita perlu menumbuhkan motivasi internal yang kuat dulu. Identifikasi beberapa alasan yang logis, yang menyatakan olahraga memang dibutuhkan dan penting bagi diri kita sendiri. Apakah kita ingin berolahraga untuk kesehatan? Apakah karena berolahraga membuat kita merasa senang?

Olahraga memiliki manfaat jangka panjang untuk kesehatan serta memiliki efek langsung pada suasana hati dan vitalitas. Semakin jelas tujuan dan motivasi berolahraga, semakin mudah mendorong untuk memulai kebiasaan tersebut.

4. Tips untuk memotivasi berolahraga menurut sains

Tips Motivasi Buat yang Gak Suka Olahraga Menurut Sainsilustrasi berolahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik juga diperlukan untuk membuat kita tetap fokus pada goals yang ingin dicapai lewat berolahraga. Motivasi eksternal yang bisa diperoleh adalah dengan bertemu teman untuk berolahraga bersama. Penelitian dalam Europe PMC menunjukkan, orang berolahraga lebih lama ketika mereka berolahraga bersama anggota keluarga dan teman dibandingkan dengan mereka yang berolahraga sendiri.

Selain itu, hadiahi diri sendiri dengan pakaian atau sepatu olahraga yang bagus dan baru. Itu akan membuatmu senang dan semangat berolahraga. Namun, reward tersebut harus didapatkan setelah melalui target tertentu. Jadi, buat terlebih dahulu target-targetnya di awal.

Mulailah kebiasaan olahraga dengan aktivitas yang ringan dan bertahap. Jika kita terlalu memaksakan di awal, kita akan melukai diri dan cenderung menjadi malas ke depannya. Mulailah dengan jenis olahraga yang kita sukai, ini untuk menjaga semangat kita. Intensitas olahraga akan lebih tinggi jika kita memilih jenis olahraga yang  menyenangkan.

Berolahragalah pada waktu yang sama setiap hari sehingga kebiasaan dapat terbentuk. Penelitian dalam artikel jurnal APA PsycArticles menunjukkan berolahraga pada pagi hari menyebabkan pembentukan kebiasaan lebih cepat dibandingkan dengan olahraga malam.

Kemudian, dalam jurnal International Review of Sport and Exercise Psychology disebutkan, bahwa mendengarkan musik up-beat dapat meningkatkan suasana hati selama berolahraga, dan mengurangi pengerahan tenaga yang dirasakan, yang mengarah pada peningkatan hasil kerja. Manfaat ini sangat efektif untuk bentuk latihan yang berirama dan berulang, seperti berjalan dan berlari.

5. Dibutuhkan 3-4 bulan untuk membentuk kebiasaan berolahraga

Tips Motivasi Buat yang Gak Suka Olahraga Menurut Sainsilustrasi olahraga renang (pexels.com/Guduru Ajay Bhargav)

Memulai kebiasaan yang baru tidaklah mudah. Diperlukan komitmen serta motivasi yang  kuat untuk membuat kebiasaan tersebut berhasil. Sama halnya dengan kebiasaan berolahraga. Seperti yang ditemukan pada penelitian dalam jurnal APA PsycArticles, dibutuhkan sekitar tiga hingga empat bulan untuk membentuk kebiasaan berolahraga.

Kuncinya adalah bersabar dengan komitmen yang sedang dijalani. Sadari kalau yang sedang dilakukan adalah permainan yang panjang, dan pasti akan menemui hasil yang sepadan dengan kesabaran itu. Jika kebiasaan terbentuk, selebihnya akan menjadi tugas motivator intrinsik, yang akan mengambil alih untuk menjaga rutinitas olahraga.

Siapa tahu, mungkin kita akan menjadi orang yang doyan berolahraga dan menginspirasi teman dan keluarga beberapa bulan dari sekarang.

Baca Juga: Bahaya Nyeri Lutut yang Sering Diremehkan, Bisa Ganti Sendi

Nurul Zahara Photo Community Writer Nurul Zahara

Hanya mencoba menguraikan isi kepala.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya