Comscore Tracker

Sejarah Nasi Tumpeng di Indonesia, Terinspirasi dari Gunung Mahameru

Kapan kamu terakhir kali makan tumpeng?

Ketika melihat tumpeng, semua orang pasti udah tahu kalau itu adalah hidangan khas Indonesia. Biasanya disajikan ketika ada perayaan khusus. Umumnya, tumpeng berupa nasi berbentuk kerucut yang diletakkan di bagian tengah, dan dikelilingi oleh lauk-pauk dan sayuran.

Tumpeng ternyata dari yen metu kudu sing mempeng. Artinya, jika keluar harus dengan sungguh-sungguh. Lauk-pauknya terdiri dari tujuh atau pitu macam, yang dilambangkan sebagai pitulungan atau meminta pertolongan. Nah, kalian udah tahu belum sejarah tumpeng? Berikut ini penjelasannya:

1. Dibentuk kerucut karena untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayamnya arwah leluhur

Sejarah Nasi Tumpeng di Indonesia, Terinspirasi dari Gunung Mahameruinstagram.com/winarheza

Dilansir dari buku berjudul Bali Bukan India, tumpeng merupakan gambaran kondisi geografis Indonesia yang dikelilingi oleh gunung berapi. Hidangan ini sudah ada sejak dulu kala, untuk memuliakan gunung sebagai tempat bersemayamnya para Hyang atau arwah leluhur.

Ketika proses penyebaran Agama Hindu di Pulau Jawa terjadi, bentuk tumpeng dibuat mengerucut untuk meniru Gunung Mahameru yang dianggap suci kala itu. Konon, gunung inilah yang jadi tempat tinggalnya para dewa-dewi. 

Setelah Agama Islam masuk ke Pulau Jawa, makna tumpeng ikut bergeser. Semula untuk memuliakan gunung, lalu berubah menjadi wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya disajikan selepas pengajian Al-Qur'an yang disantap secara bersama.

Baca Juga: 4 Pesan Bijak Tetua Bali yang Tidak Boleh Kamu Lupakan

2. Tumpeng sebagai wujud keagungan Tuhan Yang Maha Esa

Sejarah Nasi Tumpeng di Indonesia, Terinspirasi dari Gunung Mahameruinstagram.com/basegenep_syd

Secara garis besar, tumpeng merupakan wujud dari nilai toleransi, keikhlasan, kebesaran jiwa, dan kekaguman atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, seperti dilansir dari buku Aneka Kreasi Tumpeng.

Nasi tumpeng yang mengerucut, dengan dikelilingi oleh lauk-pauk dan sayuran merupakan simbol dari ekosistem kehidupan. Nasi yang mengerucut hingga menjulang tinggi melambangkan keagungan Tuhan Sang Maha Pencipta. Sedangkan lauk-pauk dan sayuran adalah simbol isi alam.

Tak hanya berwarna kuning. Tumpeng juga ada yang berwarna putih. Maknanya pun berbeda. Warna putih melambangkan kesucian, sedangkan kuning lebih pada kekayaan dan moral yang luhur.

Lauknya pun demikian. Ikan asin melambangkan gotong royong, telur rebus berarti kebulatan tekad, daging ayam adalah lambang kepatuhan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kluwih adalah simbol keinginan untuk mendapatkan rezeki yang berlimpah, sayur urap yang terdiri dari bayam, kangkung, dan taoge memiliki makna simbol kedamaian, keyakinan, serta kesuburan.

3. Tumpeng juga tidak sembarangan dipotong. Ada caranya

Sejarah Nasi Tumpeng di Indonesia, Terinspirasi dari Gunung Mahameruinstagram.com/mpo.koy.catering

Yaitu dimulai dari bagian ujung nasi tumpeng dipotong oleh orang yang dihormati di masyarakat. Baru setelah itu orang-orang yang punya acara membelah tumpeng sampai tiga per empat ke bawah. 

Dilansir dari Aneka Kreasi Tumpeng, cara pemotongan seperti itu bermakna seolah rezeki bisa dibagi sama rata dengan sesama.

Baca Juga: Mengenal Ilmu Leak, Paling Ditakuti di Bali Tapi Diminati Orang Eropa

4. Tumpeng biasanya disajikan sebagai syarat menyelenggarakan upacara adat suku Jawa, Madura, Sunda, dan Bali

Sejarah Nasi Tumpeng di Indonesia, Terinspirasi dari Gunung Mahameruinstagram.com/rich_bistro_foodcakecoffee

Biasanya upacara adat yang berkaitan dengan daur kehidupan seseorang seperti kehamilan, kelahiran, perkawinan, dan kematian, seperti dilansir dari buku berjudul Aneka Kreasi Tumpeng.

Seiring berkembangnya zaman, tumpeng tidak hanya disajikan pada saat acara adat saja. Tetapi juga perayaan-perayaan tertentu seperti Hari Kemerdekaan RI. Tumpengnya malah berwarna merah-putih yang melambangkan Bendera Indonesia.

5. Jenis-jenis tumpeng di Indonesia:

Sejarah Nasi Tumpeng di Indonesia, Terinspirasi dari Gunung Mahameruinstagram.com/kertasariresto
  1. Tumpeng pungkur yang disajikan pada saat acara kematian
  2. Tumpeng megana untuk acara lahiran
  3. Tumpeng robyong dihidangkan buat cara besar seperti musim panen, meminta hujan, hingga mengusir penyakit
  4. Tumpeng kendit yang melambangkan telah bebas dari kesulitan
  5. Tumpeng tumbuk digunakan untuk acara ulang tahun.

Itulah sejarah tumpeng yang wajib kamu ketahui. indonesia memang kental dengan budaya. Kira-kira kamu incer lauk apa nih ketika ada tumpengan?

Download aplikasi masak Yummy App untuk mendapatkan beragam referensi bahan makanan dan masakan sesuai dengan selera kamu, lengkap dengan cara memasaknya hanya di Google Play Store dan App Store.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya