Comscore Tracker

5 Cara Charge Laptop yang Benar, Gak Perlu Diisi Sampai 100 Persen

Kamu tim charge terus atau dicharge ketika lowbat saja?

Satu hal diinginkan oleh pengguna laptop adalah baterainya awet untuk pemakaian jangka panjang. Lalu muncul pertanyaan: sebaiknya laptop di-charge terus sambil memakainya atau baru charge ketika lowbat?  Untuk menjawab itu, ikuti ulasannya di bawah ini:

1. Laptop yang di-charge terus-terusan sambil digunakan itu tidak bijak. Tapi itu dulu. Sekarang teknologinya sudah berubah

5 Cara Charge Laptop yang Benar, Gak Perlu Diisi Sampai 100 Persenwindowscentral.com

Memakai laptop sambil di-charge secara terus-terusan bukan tindakan yang bijak pada beberapa tahun lalu. Tetapi seiring berkembangnya teknologi, hal tersebut bukan lagi jadi masalah.

Sebab saat ini mayoritas laptop yang baru dibekali oleh baterai berjenis lithium-polymer atau lithium-ion. Keduanya mampu menghentikan proses pengisian daya ketika baterai sudah penuh. Jadi, kamu tidak perlu takut risiko overcharging atau charge yang berlebihan.

2. Waspadalah ketika laptop kamu menjadi panas

5 Cara Charge Laptop yang Benar, Gak Perlu Diisi Sampai 100 Persenscholarlyoa.com

Ada satu pertanyaan: ke manakah listrik itu masuk ke laptop melalui charger jika baterai tidak menyedot dayanya? Ternyata, listrik tersebut tidak melewati baterai. Tetapi langsung memberikan daya kepada laptop. Hal inilah yang menjadi masalahnya.

Masih dari sumber yang sama, listrik yang terus dialirkan akan menghasilkan panas berlebih. Akibatnya, laptop mengalami overheating atau suhunya menjadi terlalu tinggi. Kondisi itu memang tidak akan memberikan dampak secara langsung. Namun jika ini terjadi terus-terusan dalam jangka panjang, fungsi baterai akan menurun.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Laptop Cepat Panas, Antisipasilah Sebelum Menyesalinya

3. Studi: sebaiknya jangan terus charge baterai ketika sudah penuh

5 Cara Charge Laptop yang Benar, Gak Perlu Diisi Sampai 100 Persenyourcomputerguy.co.nz

Penelitian Battery University mengatakan, bahwa membiarkan charger terus menempel ketika baterai sudah mencapai 100 persen bisa membuatnya tegang dan bekerja ekstra. Hal ini akan membuat fungsi bahan kimia di dalam baterai menurun.

Karena itu para peneliti menyarankan agar kamu segera mencabut charger ketika baterainya sudah penuh. Menurutnya, hal itu bekerja seperti relaksasi setelah melakukan pekerjaan yang berat.

4. Sebaiknya jangan mengisi daya hingga 100 persen

5 Cara Charge Laptop yang Benar, Gak Perlu Diisi Sampai 100 Persenpcmag.com

Sebab baterai lithium-ion tidak perlu benar-benar diisi sampai penuh. Karena voltase listrik yang tinggi akan membuatnya "stres".

Hal ini sama dengan yang dituliskan dalam jurnal IEEE Xplore. Peneliti menyarankan agar kamu mencabut charger ketika baterai terisi 75 persen. Lalu isi kembali ketika baterai sudah terpakai hingga 20-25 persen. Cara tersebut akan memaksimalkan kapasitas baterai laptop.

5. Ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring pemakaiannya

5 Cara Charge Laptop yang Benar, Gak Perlu Diisi Sampai 100 Persenpcmag.com

Kamu harus tahu bahwa ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring pemakaian. Ini hal yang wajar dan terjadi pada semua perangkat elektronik. Jika kamu sering memakainya dalam beberapa tahun, jangan mengekspektasikan ketahanannya akan tetap sama seperti saat baru membelinya.

Jadi untuk memperlambat proses itu, sebaiknya menerapkan cara charge yang direkomendasikan di atas. Sebisa mungkin jangan biarkan baterai benar-benar habis sampai nol persen, ya. Karena mempercepat penurunan fungsi baterai.

Baca Juga: 8 Manfaat Beli HP Bekas, Hemat dan Ramah Lingkungan

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya