Comscore Tracker

Ada Wacana Nih, Pengguna WhatsApp Akan Ditarik Biaya Langganan

Katanya tidak akan gratis lagi gaes. Gimana menurutmu?

Beberapa waktu lalu ada wacana jika WhatsApp tidak lagi gratis alias berbayar. Banyak orang yang ragu dan tidak memercayai hal itu, mengingat WhatsApp memberikan layanan tanpa menarik profit apapun. Tapi apakah benar jika WhatsApp akan berbayar?

1. Pengguna WhatsApp yang tidak membayar langganan akan melihat tampilan iklan di dalamnya

Ada Wacana Nih, Pengguna WhatsApp Akan Ditarik Biaya LanggananIDN Times/Auriga Agustina

Sejauh ini WhatsApp telah memberikan layanan secara gratis. Tetapi melalui pengumuman resmi, Facebook yang mengakuisisi WhatsApp mengumumkan bahwa WhatsApp akan berbayar menggunakan sistem berlangganan. Pengguna WhatsApp akan dikenakan harga US$1 atau sekitar Rp14 ribuan per tahun.

Lalu bagaimana jika tidak membayar langganan tersebut? Pengguna masih tetap bisa menggunakan layanan WhatsApp namun dalam kondisi ada iklan di dalamnya.

2. Keputusan ini membawa perdebatan hingga para founder WhatsApp mengundurkan diri

Ada Wacana Nih, Pengguna WhatsApp Akan Ditarik Biaya Langgananforbes.com

Upaya monetisasi WhatsApp tak sepenuhnya berjalan lancar. Ada perdebatan di intern karena tidak setuju dengan monetisasi ini hingga menyebabkan pertengkaran. Pihak tersebut adalah Mark Zuckerberg dengan Brian Acton dan Jan Koum, salah satu pendiri WhatsApp.

Setelah diambil alih oleh Facebook, Mark menginginkan WhatsApp bisa dimonetisasi untuk menghasilkan uang ke perusahaan. Caranya yaitu dengan memasang iklan.

Namun Brian dan Jan tidak setuju atas keputusan itu. Mereka lebih memilih sistem berlangganan, mengingat para pendiri WhatsApp juga sangat membenci iklan. Dari sinilah kedua orang tersebut memilih untuk meninggalkan WhatsApp.

3. WhatsApp tetap mendapat keuntungan bagi perusahaan meski gratis

Ada Wacana Nih, Pengguna WhatsApp Akan Ditarik Biaya LanggananPixabay/Eastlandtunes

Membayar biaya langganan sebesar Rp14 ribu per tahun mungkin tergolong murah bagi sebagian orang. Meski begitu, WhatsApp masih bisa menguntungkan tanpa fitur langganan ini. Keuntungan itu diperoleh melalui WhatsApp Business yang menghubungkan para penjual.

Sudah banyak orang yang memprediksi atas perubahan kebijakan WhatsApp ini. Mengingat 80 persen pendapatan Facebook sendiri datangnya dari iklan yang tampil di laman.

Kalau menurut pendapatmu gimana atas wacana ini? Setuju atau tidak? Silakan berikan pendapatmu di kolom komentar ya.

Baca Juga: Jangan Disebarkan! 95 Persen Informasi Kesehatan di Whatsapp Hoax

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya