Comscore Tracker

Bukan Menakut-nakuti, 11 Bahaya Makan Daging Kucing

Kamu sendiri doyan makan daging kucing gak sih?

Masyarakat Indonesia dikejutkan oleh terbongkarnya kasus rumah jagal kucing di Medan baru-baru ini. Seseorang mengunggah foto di sebuah akun Instagram, berupa tas plastik yang berisi daging, potongan tubuh, hingga kepala kucing.

Kasus itu ramai dan viral karena warganet marah. Mereka menganggap itu kejam dan tidak bermoral kepada hewan. Pasti banyak juga orang yang berpikir "Ini hanya kucing saja. Kenapa harus heboh."

Pernyataan-pernyataan pertentangan yang seperti itu pasti terjadi dan menjadi wajar, karena masyarakat belum tahu apa dampaknya mengonsumsi daging kucing. Berikut ini bahaya makan daging kucing:

1. Berisiko terinfeksi toksoplasmosis yang dapat menular kepada manusia. Apalagi kalau dagingnya dikonsumsi

Bukan Menakut-nakuti, 11 Bahaya Makan Daging Kucingunsplash.com/thomascpark

Sekalipun dipelihara di rumah, kucing tetap membawa banyak parasit di tubuhnya. Satu yang paling umum adalah toxoplasma gondii yang dapat menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Parasit protozoa ini umumnya menular kepada manusia melalui kotoran kucing dan daging yang dikonsumsi.

Toksoplasmosis biasanya menyerupai flu dengan gejala berupa tubuh terasa sakit, pusing, demam, pembengkakan limpa, hingga kejang. Penyakit ini sangat berbahaya untuk bayi, orang dengan gangguan imunitas, dan ibu hamil.

Dilansir Mayo Clinic, toksoplasmosis yang ditularkan melalui daging kucing dapat menyebabkan komplikasi yang parah seperti kebutaan, infeksi otak (ensefalitis), hingga gangguan pendengaran pada bayi.

2. Berisiko menderita botulisme yang dapat mengancam nyawa

Bukan Menakut-nakuti, 11 Bahaya Makan Daging Kucingfour-paws.org

Kamu berisiko menderita botulisme apabila mengonsumsi daging kucing. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium botulinum yang membuat manusia mengalami kondisi keracunan yang serius. 

Menurut jurnal berjudul "Consumption of Domestic Cat in Madagascar: Frequency, Purpose, and Health Implications" tahun 2015, bakteri tersebut dapat mengontaminasi daging kucing (dan daging lainnya) yang dibiarkan berada di suhu ruangan dalam waktu lama.

Botulisme merupakan penyakit yang mengancam nyawa. Orang yang terinfeksi akan mengalami gejala berupa gangguan penglihatan, bicara, sesak napas, kram perut, hingga kelumpuhan. Jika tidak segera ditangani, kelumpuhan akan menyebar ke otot pernapasan dan dapat membuat seseorang meninggal dunia.

3. Kucing menjadi inang untuk bakteri bernama borrelia duttonii

Bukan Menakut-nakuti, 11 Bahaya Makan Daging Kucingfour-paws.org

Tepatnya, berasal dari kutu yang membawa bakteri tersebut. Ketika manusia melakukan kontak, apalagi memakan daging kucing yang terinfeksi, mereka dapat terserang penyakit Lyme dan penyakit bawaan kutu lainnya.

Menurut jurnal yang sama, manusia akan terinfeksi setelah mengonsumsi daging kucing yang telah mati atau sudah menjadi bangkai. Bukan hanya itu, mereka yang memotong dan bahkan memegangnya juga berisiko tertular.

Penyakit Lyme biasanya ditandai oleh munculnya ruam kemerahan di kulit yang mirip gigitan serangga. Gejala lain yang mengikutinya adalah tubuh menggigil, demam, sakit kepala, hingga pembengkakan limpa.

Baca Juga: 7 Hewan yang Sering Dikorbankan untuk Fashion, yuk Stop!

4. Pemakan daging kucing juga bisa mengalami keracunan bahan kimia

Bukan Menakut-nakuti, 11 Bahaya Makan Daging Kucinginsider.com

Menurut laporan resmi dari Four Paws, lembaga kesejahteraan hewan tahun 2020 mengatakan para pelaku penjagalan seringkali menggunakan racun kimia untuk menangkap hewan itu. Seperti sianida, strychnine, dan suxamethonium. Bisa kamu bayangkan bagaimana kondisi daging kucing yang diracun menggunakan bahan kimia tersebut.

5. Risiko lain ketika mengonsumsi daging kucing:

Bukan Menakut-nakuti, 11 Bahaya Makan Daging Kucingfour-paws.org

Masih banyak lagi risiko lain yang bisa kamu derita apabila mengonsumsi daging kucing. Seperti:

  • Avian influenza atau flu burung (H5N1) dapat ditularkan oleh kucing walau kasus ini jarang terjadi
  • Anthraks, penyakit dari bakteri Bacillus antracis yang dapat menyerang kulit, pencernaan, dan pernapasan. Kucing juga bisa menjadi perantara walaupun yang paling umum adalah melalui hewan ternak
  • Brucellosis, infeksi bakteri Brucella
  • Hepatitis, terutama hepatitis C
  • Leptospirosis, infeksi darah oleh bakteri Leptospira
  • Trichinellosis, infeksi bakteri Trichinella akibat mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan benar
  • Infeksi bakteri E. Coli dan Salmonella.

Bukannya menakut-nakuti sih, tetapi data-data yang sudah dipaparkan di atas berdasarkan penelitian oleh para ahli, dan telah diterbitkan ke dalam jurnal. Semoga kamu menambah pengetahuan ya.

Baca Juga: 7 Hewan Ini Sering Dikorbankan dalam Eksperimen Sains, Ada Kucing Juga

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya