Comscore Tracker

Alasan Kamu Konsumtif Setiap Ada Diskon Besar-besaran

Tag teman kamu suka flash sale

Kalau sudah mendengar ada diskon besar-besaran di sebuah toko, apalagi waktunya sangat terbatas, pasti membuatmu pengin belanja, kan? Penawaran seperti itu dinamakan flash sale. Meskipun sistem penjualan ini sudah diterapkan sejak sekitar 2000-an akhir di gerai-gerai offline, gaung dan istilahnya baru terdengar di tahun 2010-an seiring digunakannya sistem tersebut pada gerai online.

Penyebaran informasi secara online ini makin deras dan menjangkau semua kalangan yang terkoneksi internet. Kenapa flash sale bisa dianggap sangat efektif membuat pelanggan membeli penawarannya?

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini alasan kamu bisa termakan permainan psikologis ini:

1. Konsep flash sale intinya mengharuskanmu untuk membeli barang atau jasa dalam penawaran terbatas saat itu juga

Alasan Kamu Konsumtif Setiap Ada Diskon Besar-besaranticketingtoday.com

Berdasarkan definisi yang disampaikan di enterprise.shef.ac.uk, Flash sale adalah sebuah konsep promosi produk kepada konsumen dengan cara diskon besar-besaran, dalam waktu yang sangat terbatas. Berbeda dari penawaran terbatas atau penerapan diskon pada umumnya, batas waktu flash sale sangatlah ketat, kadang bahkan hanya dalam hitungan jam.

Jadi, konsumen akan tergerak untuk membelinya saat itu juga atau tidak sama sekali, asalkan siap kehilangan kesempatan yang (Seakan) langka itu. Flash sale gerai offline sering identik dengan banner atau poster merah besar atau pengumuman besar di depan gerai yang bersangkutan. Sementara flash sale secara online sering ditampilkan pada kolom-kolom iklan di situs yang kamu kunjungi atau aplikasi yang kamu gunakan.

Dilansir dari experian.com, Flash sale akan membuat seseorang berkesempatan bisa mendapatkan barang yang biasanya di atas kemampuan mereka. Sehingga mereka tidak ketinggalan dalam tren produk yang berlangsung. Umumnya perusahaan akan melakukan atau bergabung dalam flash sale di situs e-commerce karena beberapa alasan berikut:

  1. Adanya pergantian musim (Terutama produk fesyen) sementara ada kelebihan stok dari musim sebelumnya, agar kapasitas gudang cukup untuk stok yang baru.
  2. Adanya kelebihan stok produk yang masih jauh dari target penjualan, padahal telah menghabiskan biaya pemasaran yang besar.
  3. Munculnya produk dengan tipe baru yang lebih canggih dan lebih diminati.
  4. Tren penjualan produk tersebut mengalami penurunan signifikan dan berusaha dibuat agar grafiknya setidaknya tidak terlalu curam.
  5. Perusahaan ingin menjaring konsumen-konsumen baru yang sebelumnya tidak mampu atau berkesempatan mendapatkan produk tersebut.

Baca Juga: Apakah Kamu Gila atau Normal? Cobalah Tes Sederhana ini Kalau Berani

2. Flash sale makin efektif ketika digunakan secara online, yang telah diterapkan banyak situs e-commerce

Alasan Kamu Konsumtif Setiap Ada Diskon Besar-besarancnbc.com

Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, flash sale secara online akan terkustomisasi sesuai minat dan kebiasaan konsumennya. Iklan promosi diskon barang atau jasa yang tampil di media sosial atau situs yang kamu kunjungi, akan sesuai dengan barang atau jasa yang biasa kamu beli atau lihat. Tekniknya adalah situs e-commerce akan mengharuskanmu untuk mendaftar agar bisa melihat informasi lengkap produk yang kamu minati.

Dalam periode flash sale tertentu, tidak semua produk merupakan minatmu, tapi produk yang kamu minati atau pernah merasa tertarik pasti ada. Kamu pasti memiliki prioritas minat untuk sekelompok produk tertentu dan hal ini terbaca sekaligus terekam dari aktivitasmu secara online, baik di media sosial maupun situs atau aplikasi e-commerce yang kamu kunjungi.

Kustomisasi ini memastikan bahwa produk-produk yang dijual menjangkau konsumen yang tepat. Ya, kamu sudah ditargetkan oleh sistemnya.

3. Permainan psikologis yang diterapkan dalam flash sale akan menjeratmu, jadi kontrol diri sangatlah perlu

Alasan Kamu Konsumtif Setiap Ada Diskon Besar-besaranwelivesecurity.com

Dilansir dari orckestra.com, periode flash sale yang terpampang jelas secara online akan makin mendesakmu membeli barang tersebut sebelum waktu berakhir. Kalaupun bisa menahan nafsu itu, kamu akan mendapatkan e-mail blast dan notifikasi untuk mengingatkan akan barang kesukaanmu yang sedang didiskon.

Berbeda dari offline, flash sale pada e-commerce tidak akan menghapus produk yang sudah terjual habis, tapi tetap menampilkannya dalam daftar produk flash sale. Hanya saja produk yang habis tersebut diberi label "sold out". Kondisi ini akan membuatmu berpikiran bahwa kamu bisa saja mendapatkan produk tersebut seandainya kamu lebih cepat atau saat itu memiliki dananya.

Akhirnya kamu menunggu kesempatan flash sale berikutnya dan  'terjebak' membeli barang yang kamu mampu, meski tidak benar-benar membutuhkannya, hanya agar kesempatan itu tidak terlewat lagi.

4. Meskipun menguntungkan, perusahaan yang menerapkan flash sale akan mengalami kerugian

Alasan Kamu Konsumtif Setiap Ada Diskon Besar-besaranbusinessinsider.com

Apalagi jika flash sale tersebut terjadwal dan telah diumumkan jauh hari sebelumnya. Berdasarkan penelitian, netizen menyatakan bahwa ketika mereka sudah terbiasa dengan harga diskon ala flash sale, mereka jadi enggan membeli barang atau jasa yang ditawarkan dalam harga normal.

Terutama jika mereka tahu bahwa flash sale akan diadakan beberapa hari lagi. Jadi mereka merasa lebih baik menunggu.

Dilansir dari shopify.com, kerugian yang akan dialami perusahaan adalah bentuk ketergantungan pelanggan terhadap flash sale dan mengalami penurunan penjualan yang drastis ketika periode flash sale berakhir.

Kadang dalam menindaklanjuti ketergantungan konsumen pada flash sale, perusahaan akan memperpanjang periodenya, yang tentunya akan makin menyulitkan perusahaan dalam menarik program ini demi menjaga grafik tren penjualannya.

Sementara itu, kerugian di sisi pembeli adalah terjebak dalam kondisi kesempatan beli yang terbatas dan potongan harga besar sehingga mereka akan beli, beli dan beli.

Benarkah kamu mengalami kejadian yang sudah disebutkan di atas? Share pengalamanmu di kolom komentar ya.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You