Comscore Tracker

Renungan: Orang Populer Belum Tentu Temannya Banyak, Gak Perlu Minder

Gak usah banding-bandingin sama orang lain ya

Kita tidak perlu menutup diri untuk mendapatkan jangkauan lingkaran pertemanan yang lebih luas. Masalahnya, banyak penelitian yang mengatakan kalau ada orang yang cenderung minder melihat kepopuleran orang lain.

Padahal dlansir sciencealert, penelitian menunjukkan orang yang populer tidak punya teman sebanyak yang kamu kira! Berikut penjelasannya.

1. Semua orang pasti punya pemikiran, bahwa dirinya memiliki sedikit teman daripada orang lain

Renungan: Orang Populer Belum Tentu Temannya Banyak, Gak Perlu Minderlinkedin.com

Ashley Whillans dari University of British Columbia melakukan penelitian dan hasilnya dipublikasi dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin. Mereka menggunakan mahasiswa tahun pertama di UBC sebagai partisipan penelitian.

Para peneliti menanyakan 1000 mahasiswa tentang berapa banyak teman yang mereka miliki di tahun pertama, lalu menebak jumlah teman  yang dimiliki orang lain di tahun pertama. Hasilnya, rata-rata mereka menjawab diringa sendiri punya 3 teman, sedangkan orang lain mempunyai 4 teman.

2. Banyak mahasiswa tersebut menilai, bahwa mereka merasa gak cukup waktu untuk bersosialisasi

Renungan: Orang Populer Belum Tentu Temannya Banyak, Gak Perlu Mindertheodysseyonline.com

Percobaan kedua adalah mempertanyakan berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk bersosialisasi. Hampir semua cenderung menjawab orang lain lebih bisa bersosialisasi daripada mereka. Padahal anggapan itu salah. Hampir semua masih merasa gak cukup memiliki waktu untuk bersosialisasi, bahkan orang yang dianggap paling banyak bergaul.

3. Fenomena paradkos pertemanan

Renungan: Orang Populer Belum Tentu Temannya Banyak, Gak Perlu Minderdiymag.com

Bentuk fenomena-fenomena yang telah disebutkan di atas adalah paradoks pertemanan. Sebuah penelitian terdahulu menyatakan bahwa membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah tindakan yang sangat buruk, tidak bermanfaat, dan bisa menimbulkan gangguan emosional atau kejiwaan.

Kalau hal itu kerap dilakukan, kamu akan cenderung merasa paling menderita dan perlu dimaklumi. Ini justru buruk bagi perkembangan karaktermu.

Jadi kamu sudah melihat penelitian-penelitian di atas kan? Baru tahu juga, kan kalau orang populer sekalipun punya penilaian yang sama denganmu. Setiap orang punya titik insecurity-nya dan kadang tidak terlihat akibat personalitinya. Kamu tidak perlu minder.

Tetap fokus untuk berbuat baik dan bersosialisasi dengan sekitar. Karena siapa tahu orang yang kamu kira populer dan susah didekati itu, sebenarnya kesepian serta butuh perhatian juga.

Baca Juga: Tanda-tanda Anak yang Cenderung Jadi Psikopat, Orangtua Wajib Tahu!

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya