Comscore Tracker

Ciri-ciri Hidden Carrier COVID-19, Waspada Kalau Kehilangan Penciuman

Yuk dibaca lagi. Biar gak sampai menulari orang lain

Kasus COVID-19 di Indonesia nampaknya masih jauh dari kata "Lenyap". Sebab kasusnya terus bertambah meski banyak juga yang sembuh. Kamu sampai tidak jadi pulang kampung atau mudik hanya khawatir sebagai hiddencarrier. Kamu juga lebih banyak diam di rumah karena takut menulari teman atau saudara-saudaramu.

Hidden carrier adalah orang yang membawa COVID-19 di dalam tubuh namun tidak mengalami gejala lazimnya orang yang terinfeksi.

Menurut penelitian para ahli dari Inggris dan Tiongkok, satu di antara gejala orang yang terinfeksi COVID-19 menunjukkan symptom yang sama dengan hidden carrier. Gejala ini umumnya dirasakan oleh orang-orang yang masih muda.

Para pembawa COVID-19 terselubung ini yang sulit dideteksi. Sebab mereka tidak mengalami gejala panas tinggi, batuk-batuk, maupun sesak napas. Lantas gimana cara mengetahui kamu sebagai hidden carrier? Ini dia ciri-ciri kamu sebagai hidden carrierCOVID-19:

Baca Juga: Bedanya Rapid Test, Swab dan PCR! Lebih Akurat Mana?

1. Berhati-hatilah jika tiba-tiba kehilangan indra penciuman

Ciri-ciri Hidden Carrier COVID-19, Waspada Kalau Kehilangan PenciumanIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Kalau secara tiba-tiba kehilangan indra penciuman atau perasa, bisa jadi ada COVID-19 yang masuk ke dalam tubuh dan kamu menjadi hidden carrier.

Siapa pun yang mengalami kehilangan bau secara tiba-tiba meskipun tidak memiliki gejala lain, menurut para ahli terkemuka di Inggris bisa jadi orang itu telah membawa virus corona di tubuhnya.

Kalau di Korea Selatan, China, dan Italia, sekitar sepertiga dari pasien yang dites positif COVID-19 juga melaporkan hilangnya penciuman, atau juga dikenal sebagai anosmia atau hyposmia yang dilaporkan para ahli THT di Inggris.

"Di Korea Selatan, di mana pengujian telah lebih luas, 30 persen pasien yang dites positif mengalami anosmia sebagai gejala utama yang mereka hadapi dalam kasus-kasus ringan," kata presiden Profesor Lembaga Rhinologi Inggris, Clare Hopkins, dan presiden Inggris Asosiasi Otorhinolaryngology, profesor Nirmal Kumar mengutip dari bussines insider.

2. Hidden carrier seperti orang sehat dan normal. Tidak ada gejala layaknya orang yang terpapar COVID-19

Ciri-ciri Hidden Carrier COVID-19, Waspada Kalau Kehilangan Penciumanfreepik.com

Seorang hidden carrier tidak mengalami gejala layaknya orang yang terpapar COVID-19 seperti demam tinggi, batuk, pilek maupun sesak napas. Orang yang hidden carrier tampak sehat, tapi sewaktu-waktu dapat menularkan virus kepada orang lain. Hal ini tentu sangat berbahaya.

Baca Juga: 6 Cara Cuci Tangan yang Benar Pakai Sabun Atau Alkohol

3.Jumlah orang yang mengalami anosmia meningkat di seluruh dunia

Ciri-ciri Hidden Carrier COVID-19, Waspada Kalau Kehilangan PenciumanIlustrasi virus corona (IDN Times/Rochmanudin)

Para profesor mengatakan, banyak pasien di seluruh dunia yang telah dites positif COVID-19 hanya menunjukkan gejala kehilangan bau dan rasa, tanpa gejala demam tinggi serta batuk.

"Ada peningkatan jumlah laporan yang meningkat secara signifikan dalam jumlah pasien yang mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain.Iran telah melaporkan peningkatan mendadak dalam kasus anosmia terisolasi, dan banyak rekan dari AS, Prancis, dan Italia Utara memiliki pengalaman yang sama."

Minimnya gejala orang hidden carrier membuat mereka lolos dari pengujian atau isolasi. Karena mereka bukanlah suspectCOVID-19. Artinya mereka berkontribusi terhadap penyebaran COVID-19 yang begitu cepat dan masif di seluruh dunia.

“Pasien-pasien ini mungkin beberapa dari pembawa tersembunyi yang sampai sekarang telah memfasilitasi penyebaran COVID-19 yang cepat,” tambah mereka.

4. Pasien muda lebih menunjukkan gejala kehilangan bau secara tiba-tiba

Ciri-ciri Hidden Carrier COVID-19, Waspada Kalau Kehilangan PenciumanIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Profesor Kumar mengatakan kepada Sky News, bahwa pasien muda hanya menunjukkan kehilangan bau atau rasa, tanpa menunjukkan gejala demam tinggi dan batuk terus-menerus.

"Pada pasien muda, mereka tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam, tetapi mereka mungkin hanya kehilangan indera penciuman dan rasa, yang menunjukkan bahwa virus ini tinggal di hidung," katanya.

5. Lakukan isolasi diri selama tujuh hari

Ciri-ciri Hidden Carrier COVID-19, Waspada Kalau Kehilangan PenciumanIlustrasi petugas medis memeriksa kondisi pasien virus corona menggunakan APD. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Para profesor menyarankan untuk mengisolasi diri selama tujuh hari jika merasakan gejala kehilangan rasa atau bau.

Itulah gejala dan ciri-ciri hidden carrier. Yuk sayangi orang-orang di sekitarmu. Jangan lupakan protokol kesehatan ya.

Baca Juga: Gejala-gejala Awal COVID-19 dan Cara Mencegahnya

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya