Comscore Tracker

5 Fakta Proses Pembusukan Jenazah, di Dalam Air Lebih Lambat Membusuk

Jadi udah paham kan, kenapa bisa lama

Sekadar informasi buat kamu, bahwa jenazah yang berada di dalam air lebih lambat membusuk daripada jenazah di udara atau darat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Berikut penjelasan Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Kunthi Yulianti (46), kepada IDN Times tak lama ini, tentang fakta-fakta proses pembusukan jenazah:

1. Pembusukan di dalam air dua kali lebih lambat daripada di udara

5 Fakta Proses Pembusukan Jenazah, di Dalam Air Lebih Lambat MembusukDok.IDN Times/Istimewa

Menurut dr Kunthi berdasarkan teori, jenazah di dalam air dua kali lebih lambat pembusukannya daripada di udara. Misalkan, jika di udara itu pembusukan itu bisa dimulai sejak 24 jam, sedangkan di air pembusukannya baru akan terjadi setelah 48 jam. Kadar garam sendiri juga membuat pembusukannya termodifikasi, namanya safonifikasi (Penyabunan).

“Kalau di air itu, satu hari itu belum busuk. Karena kan dingin. Itu kan yang menghalangi proses pembusukan,” kata dr Kunthi.

2. Proses pembusukan biasanya dimulai dari bagian perut kanan bawah

5 Fakta Proses Pembusukan Jenazah, di Dalam Air Lebih Lambat Membusukilustrasi jenazah. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Proses pembusukan pertama akan terjadi di bagian perut sebelah kanan bawah. Karena di sanalah letak usus besar, flora normal bakteri usus. Menurutnya, flora di dalam usus selama ini membantu feses keluar. tetapi ketika tubuh seseorang mati, floranya akan tumbuh sangat cepat.

“Tuhan itu hebat banget. Bisa nembus barrier (Flora tidak bisa menembus dinding sel ketika manusia masih hidup), bertumbuh pesat dalam pembuluh darah akhirnya ke permukaan kulit perut kanan bawah,” jelas dr Kunthi.

3. Jenazah korban tenggelam di arus yang tenang biasanya muncul ke permukaan setelah dua hari kemudian

5 Fakta Proses Pembusukan Jenazah, di Dalam Air Lebih Lambat MembusukIDN Times/Irma Yudistirani

Biasanya dalam kasus orang tenggelam, tubuhnya akan lama muncul ke permukaan. Lantas berapa lama normalnya korban tenggelam bisa ditemukan kembali? Menurut drKunthi, normalnya korban tenggelam akan mengambang setelah dua hari berikutnya. Namun itu semua tergantung dari arus air yang ada.

“Biasanya itu muncul dua hari. Biasanya. Itu tergantung dari arus air yang ada. Kalau arusnya naik ke atas bawa dia ke atas, jadi ke atas. Tapi kalau misalnya arusnya yang air tenang kayak di danau itu dia akan muncul setelah dua hari,” terangnya.

Sementara jika jenazah berada di laut, pihaknya belum bisa memastikan kapan korban tenggelam akan muncul ke permukaan, karena pengaruh dari air laut.

Rata-rata kondisi jenazah yang ditemukan banyak yang sudah rusak dimakan binatang air, kena batu di dasar atau karang hingga menjadi rusak. Itulah yang disebut dr Kunthi, menyebabkan luka post mortem (Data-data fisik yang diperoleh melalui personal identification setelah korban meninggal).

“Makanya perlu autopsi lebih dalam kalau luka-luka itu saja susah. Kami lihat ada resapan darah di jaringan tidak. Kalau itu ada, berarti lukanya sewaktu masih hidup. Kalau post mortem itu tidak ada,” ucapnya.

4. Kondisi jenazah di udara sering terjadi mumifikasi

5 Fakta Proses Pembusukan Jenazah, di Dalam Air Lebih Lambat MembusukIDN Times/Aldila Muharma

Proses pembusukan jenazah biasanya tidak sama. Dalam cuaca terik, jenazah yang terpapar matahari akan mengalami pembusukan, biasanya dinamakan sebagai mumifikasi. Seperti apa tanda-tandanya? yaitu keringnya kulit jenazah, seperti ikan asin yang mengerut kecil.

“Mumifikasi nggak bisa di laut, harus di udara gini. Yang kena matahari aja yang jadi kering,” ungkap dr Kunthi.

5. Pemeriksaan kerangka itu sulit. Untuk mengungkap identitas korban harus uji DNA (deoxyribonucleaic acid)

5 Fakta Proses Pembusukan Jenazah, di Dalam Air Lebih Lambat Membusuknationalgeographic.com

Dari pengalamannya, dr Kunthi mengaku tidak mudah untuk mengidentifikasi tulang manusia. Ada satu hal penting yang harus diketahui. Yaitu mengenai jenis kelamin kerangka, perkiraan tinggi badan dan umurnya.

“Tentu saja semakin komplit tulangnya, semakin banyak yang bisa kami simpulkan. Kalau sedikit, nggak bisa. Susah, kerangka itu termasuk kasus yang sulit. Untuk menentukan itu siapa, sekarang sudah ada tes DNA. Tentu kami harus menentukan suspeknya dulu. Kalau yang udah kerangka kan ya susah,” tutupnya.

Itu dia fakta-fakta proses pembusukan jenazah. Hmmm, sulit juga ya jadi forensik.

Baca Juga: Tanda-tanda Anak yang Cenderung Jadi Psikopat, Orangtua Wajib Tahu!

Topic:

  • Ayu Afria Ulita Ermalia
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya