Comscore Tracker

6 Cara Menguji Kualitas Telur Menurut Sains, Layak Dikonsumsi Gak?

Gak cuma dimasukkan ke dalam air aja

Rasanya hampir sebagian besar orang pernah makan, setidaknya, satu butir telur. Entah itu digoreng, rebus, atau diorak-arik. Telur juga biasanya disimpan ke dalam kulkas biar dianggap segar dan tahan lama. Tetapi belum tentu benar lho. Coba saja uji telur tersebut. Berikut cara menguji kualitas telur menurut sains:

1. Telur tidak bisa tahan lama lho. Makanya cek tanggal kedaluwarsa di kemasan telur

6 Cara Menguji Kualitas Telur Menurut Sains, Layak Dikonsumsi Gak?Tanggal sell-by dan pengemasan/pack telur. (eatbydate.com)

Ada dua jenis tanggal untuk memeriksa telur, apakah layak dikonsumsi atau tidak. Yaitu:

  • Sell-by: untuk para penjual atau pengecer agar mengetahui berapa lama telur tersebut bisa dipajang. Biasanya 21-30 hari setelah pengemasan. Jadi, apabila sell-by jatuh pada tanggal 22 April, maka kamu bisa mengonsumsinya sebelum tanggal tersebut
  • Kedaluwarsa/best-by/use-by: masa di mana telur sudah tidak segar lagi.

Kamu bisa melihat tanggal pengemasan atau pack date, yang menunjukkan kapan telur tersebut dinilai, dicuci, dan dikemas untuk dijual. Perlu diingat, tanggal pengemasan memakai sistem penanggalan Julian. Tanggal 1 Januari berarti 001, dan 31 Desember berarti 365.

Jika telur yang kamu beli masih di bawah masa kedaluwarsa atau sell-by (21-30 hari setelah pengemasan), berarti masih dalam kondisi segar. Meskipun kondisi telur menurun seiring bertambahnya waktu, kamu tetap bisa menyimpannya di kulkas untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

2. Cara berikutnya adalah mengendus bau telur

6 Cara Menguji Kualitas Telur Menurut Sains, Layak Dikonsumsi Gak?Mengendus telur. vripmaster.com

Telur yang tidak segar biasanya berbau busuk. Makanya kamu harus memecahkan cangkangnya dulu dan enduslah. Wadah yang kamu gunakan sebagai tempat isi telur itu harus dicuci dengan sabun dan air hangat sebelum digunakan kembali.

3. Lihat kondisi telur secara menyeluruh

6 Cara Menguji Kualitas Telur Menurut Sains, Layak Dikonsumsi Gak?Memecahkan telur. gimmeyummy.com

Kamu bisa melihat dari cangkangnya. Apakah retak, berlendir, atau ada serbuk putih seperti tepung. Retakan atau lendir pada cangkang telur itu menandakan ada invasi bakteri. Sedangkan serbuk putih seperti tepung menandakan bahwa telurnya sudah berjamur.

Kalau cangkangnya tampak baik-baik saja, coba pecahkan telur ke dalam mangkuk atau piring. Perhatikan, apakah ada perubahan warna pada kuning atau putih telur ke pigmen merah muda, biru, hijau, atau bahkan hitam. Kalau iya, itu tandanya sudah terinfeksi bakteri. Segera buang dan cuci piring atau mangkuk dengan air panas sebelum digunakan kembali.

Cara ketiga adalah kamu dapat melihat konsistensi putih dan kuning telur. Jika sudah sangat encer, maka bisa dipastikan kualitasnya menurun drastis. Meskipun begitu, kalau tidak berbau dan tidak ada perubahan warna, telurnya masih bisa dimakan tanpa takut sakit jika tidak ada opsi lain.

Baca Juga: 7 Risiko Kesehatan Makan Makanan Pedas, Kontrol dirimu

4. Tes Apung: Masukkan telur ke dalam air

6 Cara Menguji Kualitas Telur Menurut Sains, Layak Dikonsumsi Gak?Tes apung untuk telur. Tenggelam artinya segar, dan mengapung artinya tua. thoughtco.com

Metode ini paling populer untuk menguji kualitas telur, sekaligus menentukan usia telur yang tengah berkembang menjadi anak ayam.

Ambil mangkuk atau gelas, lalu isilah dengan air. Masukkan telur ke dalamnya. Kalau tenggelam, maka telur itu dipastikan segar. Tetapi kalau telurnya miring ke atas atau mengapung, berarti sudah tua.

Mengapa bisa begitu ya? Penjelasan sainsnya adalah karena usia telur bertambah, maka kantung udara kecil di dalam cangkang bertumbuh lebih besar dan air tergantikan oleh udara. Ketika kantung udara besar (yang berarti telur sudah tua), telurnya akan mengapung.

Namun metode ini hanya untuk menunjukkan usia telur. Telur yang mengapung, tetapi kalau masih bersih dari bakteri atau jamur, tetap bisa dikonsumsi kok.

5. Uji telur menggunakan lilin atau senter

6 Cara Menguji Kualitas Telur Menurut Sains, Layak Dikonsumsi Gak?Mengetes telur dengan senter. thehappychickencoop.com

Metode ini biasanya digunakan untuk menilai kualitas telur dan perkembangan telur yang tengah berkembang jadi anak ayam. Produsen telur melakukannya dengan peralatan khusus untuk memastikan telur tersortir sebelum dikemas.

Kamu hanya memerlukan ruangan gelap dan lilin atau senter. Tempelkan lilin atau senter ke bawah telur, miringkan telur, dan putar telur ke arah kiri dan kanan. Jika tepat, maka isi telur akan terlihat menyala.

Sama seperti tes apung, tes cahaya ini bermaksud untuk melihat ukuran kantung udara pada telur. Jika telur segar, kantung udara seharusnya lebih kecil dari 3,2 milimeter. Seiring bertambahnya usia, air pada telur menguap dan digantikan oleh udara sehingga kantung udara jadi membesar.

Tetapi metode ini hanya untuk menunjukkan usia telur ya. Kalau pengin tahu layak dimakan atau tidak, kamu bisa memecahkannya dan mengendus telur sebelum dimasak.

6. Goyangkan telur di dekat telinga dan dengarkan suaranya

6 Cara Menguji Kualitas Telur Menurut Sains, Layak Dikonsumsi Gak?Mendengarkan suara di dalam telur. vripmaster.com

Jika telur hanya mengeluarkan sedikit suara, yang berarti putih dan kuning telur tidak banyak bergerak, maka masih segar. Tetapi kalau mengeluarkan suara, yang berarti kuning dan putih telurnya bergerak karena terkocok, maka dipastikan sudah tua.

Penjelasannya sama seperti tes apung dan cahaya. Kondisi tersebut memberikan banyak ruang untuk kuning dan putih telur bergejolak di dalam cangkang, sehingga mengeluarkan suara.

Telur mengandung bakteri patogen yang menyebabkan keracunan makanan seperti salmonella. Makanya kamu perlu mengetahui kualitas telur sebelum dikonsumsi. Semoga berguna ya.

Baca Juga: Ketahui 7 Manfaat dan Risiko Kesehatan Minum Air Dingin

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya