Comscore Tracker

Imbas Virus Corona: Polusi Udara Menurun Drastis di Sejumlah Negara

Kualitas udara yang semakin baik menyelamatkan manusia

Data terakhir per Jumat (20/3) pukul 07.03 WIB, virus corona sudah menyebar ke 160 negara di dunia. Dalam situs resmi Johns Hopkins Coronavirus Resourc Center dipaparkan total kasus virus corona di dunia hingga Jumat pagi pukul 07.03 WIB mencapai 242.191 kasus positif yang terkonfirmasi.

Pemberitaan terus-menerus tentang virus corona tentu membuat kita cemas. Namun di tengah bencana ini, ternyata virus ini berdampak menurunkan polusi udara dan memperbaiki kualitas udara. 

1. Jumlah nitrogen dioksida di Tiongkok berkurang

Imbas Virus Corona: Polusi Udara Menurun Drastis di Sejumlah Negarag-feed.com

Beberapa waktu lalu, NASA menerbitkan citra satelit yang menunjukkan pengurangan nitrogen dioksida (NO₂) di Tiongkok. Ini adalah dampak dari COVID-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi di negara tersebut, jelas laman Global Food, Environment and Economic Dynamics (G-FEED).

Selain itu, partikel polutan PM 2.5 konsentrasinya turun secara signifikan di sebagian besar negara. Penurunan drastis terjadi di kota Shanghai dan Wuhan, sementara di Beijing tidak terlalu signifikan. Diperkirakan, pengurangan partikel polutan PM 2.5 rata-rata adalah 15-17ug/m3 per hari.

2. Berkurangnya polusi udara berarti menyelamatkan nyawa manusia

Imbas Virus Corona: Polusi Udara Menurun Drastis di Sejumlah Negarafortune.com

Menurut Marshall Burke dari Stanford University, penurunan polusi udara imbas dari COVID-19 bisa menyelamatkan nyawa manusia untuk jangka yang lebih panjang, sebagaimana diungkapkan di laman Science Alert. Burke menyebut bahwa menghirup udara kotor berkontribusi besar pada kematian dini.

Penurunan kematian paling berpengaruh adalah pada anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa di atas usia 65 tahun. Apabila terjadi peningkatan polutan PM 2.5 sebesar 1ug/m3, kematian anak di bawah 5 tahun meningkat sebesar 2,9 persen dan meningkat 1,4 persen untuk lansia di atas 70 tahun, terang Global Food, Environment and Economic Dynamics (G-FEED).

3. Kadar nitrogen dioksida di Italia juga menurun

Imbas Virus Corona: Polusi Udara Menurun Drastis di Sejumlah Negaraindependent.co.uk

Bukan hanya di Tiongkok, penurunan emisi nitrogen dioksida juga terjadi di Italia, ujar Claus Zehner di laman New Atlas. Ini terjadi karena Italia menerapkan lockdown dan membuat lalu lintas serta kegiatan industri menurun drastis. Nitrogen dioksida sendiri dihasilkan lewat pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan dan alat pembangkit listrik.

Menurut Jos Lelieveld, fisikawan dari Cyprus Institute di Nicosia, Siprus, polusi udara mengurangi usia kita hingga tiga tahun dari keseluruhan angka harapan hidup global, tukasnya di laman Science Alert. Bahkan bisa dikatakan kematian akibat polusi udara menyaingi dampak merokok tembakau.

Baca Juga: Social Distancing Tak Cukup buat Melawan COVID-19, Ini Penjelasan WHO

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya