Tak Seperti Kisah Hachi, Koloni Lebah Bisa Membunuh Ratu Mereka

Wah, ternyata...

"Hachi anak yang sebatang kara, pergi mencari ibunya. Di malam yang sangat dingin, teringat mama ... Walaupun kesepian, Hachi tetap bergembira." - lirik lagu Petualangan Hachi.

Apakah kalian tahu lirik lagu tersebut. Lirik itu adalah soundtrack dari film animasi Hachi. Diceritakan dalam film itu, Hachi adalah seekor lebah yang mencari keberadaan sang ibu.  Kisah sedih yang ada pada kisah petualangan Hachi nyatanya tak terjadi di dunia. Seorang pakar bernama  Fred Boucher menemukan sekelompok lebah membentuk bola ini di halaman belakang rumahya.

Awalnya, ia menduga kelompok lebah ini melarikan diri dari kandang pemrosesan madu. Namun, kisah sebenarnya cukup mengerikan.

Tak Seperti Kisah Hachi, Koloni Lebah Bisa Membunuh Ratu Merekapixabay.com

Fred juga mendengar adanya "jeritan" yang sangat keras dari dalam kerumunan lebah ini. Ada apa? Apa yang dilakukan kerumunan lebah ini?

1. Posisi ratu lebah (sewajarnya) sangat dihormati dalam sarang koloni lebah yang bersangkutan, ia bereproduksi dan menentukan tugas tiap lebah

Tak Seperti Kisah Hachi, Koloni Lebah Bisa Membunuh Ratu Merekapixabay.com

Lebah memang dikenal sebagai hewan yang hidup dengan berkoloni. Setiap koloni memiliki ratu, ada juga lebah pekerja dan petarung. Ratu lebah bertugas sebagai satu-satunya pihak yang bereproduksi di dalam kandang/sarang, di mana satu sarang terdiri dari satu koloni, yang hanya memiliki satu ratu.

Ratu lebah memiliki tugas juga untuk menentukan posisi tiap lebah dalam bertugas di sarangnya. Kejadian yang aneh ketika Fred Boucher menemukan kerumunan lebah yang berusaha membunuh ratu mereka.

2. Kerumunan lebah petarung yang membentuk bola ini merupakan teknik khusus dalam membunuh lawannya dan itu memang hanya bisa dilakukan secara kerja sama dalam kerumunan

Tak Seperti Kisah Hachi, Koloni Lebah Bisa Membunuh Ratu Merekapixabay.com

Apa yang dilakukan oleh lebah-lebah ini disebut dengan balling. Balling adalah teknik yang dilakukan oleh sekumpulan lebah dengan berkerumun secara super erat menggencet ratu mereka dan menciptakan suhu panas dengan gesekan yang terus menerus untuk membunuhnya.

Baca Juga: 24 Ritual Harian Ini Ternyata Jadi Rahasia Para Seniman Terkenal Biar "Tetap Pintar"

3. Lebah-lebah petarung ini membunuh ratunya sendiri untuk kepentingan seluruh anggota koloninya, mereka akan melindungi sarang mereka dengan cara apapun

Sepanjang kehidupan ratu lebah, ia melepaskan feromon yang memberitahu para lebah pekerja bahwa ialah ratu dalam koloni tersebut. Namun, menjelang akhir usia dari ratu lebah, ia akan berhenti memproduksi feromon.

Hal inilah yang menyebabkan para lebah bekerja berpikir bahwa ia adalah penyusup di koloni. Mereka akan melindungi sarang mereka dengan membunuh "penyusupnya". Ya, ratu lebah ini jadi dianggap sebagai penyusup dan dianggap membahayakan koloni.

Tak Seperti Kisah Hachi, Koloni Lebah Bisa Membunuh Ratu Merekapixabay.com

Ini membuktikan bahwa di dunia serangga pun ada rasa melindungi, rasa percaya dan rasa patuh. Sebuah sistem yang masing-masing spesies kenal sejak mereka lahir akan terus mereka jaga.

Ratu lebah yang kehilangan kemampuan produksi feromonnya ini bisa diibaratkan sebagai seorang pemimpin kelompok yang sudah mulai kehilangan kepercayaan, itulah pentingnya kaderisasi dan pergantian pemimpin. Ini pun terjadi di dunia lebah. Seperti miniatur masyarakat kita sebagai manusia ya?

Baca Juga: Video Bayi Iguana Dikejar Sekumpulan Ular Ini Viral Karena Lebih Seru dari Film Bioskop

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Just For You