Comscore Tracker

Bali dan Aceh Masuk Daftar Prioritas Penanganan COVID-19

Kini ada kebijakan pembatasan sosial berskala mikro

Jakarta, IDN Times - Pemerintah pusat memutuskan delapan provinsi jadi prioritas penanganan COVID-19 karena menyumbang kasus virus terbanyak. Rencananya pemerintah juga akan menambah dua provinsi lagi. Yaitu Bali dan Aceh.

Sehingga provinsi yang akan jadi prioritas adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Papua, Bali, dan Aceh.

Baca Juga: Turun Harga, Biaya Rapid Test di Bandara Ngurah Rai Rp85 Ribu

1. Kedua provinsi tersebut masuk prioritas karena kasusnya semakin meningkat

Bali dan Aceh Masuk Daftar Prioritas Penanganan COVID-19Doni Monardo bersama dengan Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers di komplek Istana Negara pada Senin. (13/7/2020) (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Terkait arahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo tentang pembatasan sosial berskala mikro, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengusulkan Bali dan Aceh masuk daftar prioritas penanganan COVID-19.

"Tadi kami laporkan ke Bapak Presiden, akan kami usulkan dua lagi provinsi yaitu Bali dan Aceh, karena mengalami peningkatan yang cukup tinggi, sehingga total semua 10 provinsi," jelas Doni dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Arahan Jokowi Target 2 Pekan Susun Rencana Vaksin hingga Mini Lockdown

2. Akan menerapkan pembatasan sosial berskala mikro

Bali dan Aceh Masuk Daftar Prioritas Penanganan COVID-19Ketua Gugus Tugas Doni Monardo memberikan keterangan pers di komplek Istana Negara pada Senin. (13/7/2020) (Dok. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan)

Doni menambahkan, Jokowi sudah meminta Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) untuk mendorong kepala daerah agar menerapkan intervensi berbasis lokal, dan mengajak seluruh komponen untuk menerapkan pembatasan sosial berskala mikro.

"Kaitannya dengan upaya perubahan perilaku, dan kami kerja sama seluruh komponen termasuk para relawan, semua komunitas di seluruh provinsi," ucapnya.

Baca Juga: Gubernur Bali Blak-blakan, 20 Orang Positif COVID-19 di Rumah Dinasnya

3. Jokowi menilai pembatasan sosial berskala mikro akan lebih efektif dibandingkan mengisolasi satu wilayah

Bali dan Aceh Masuk Daftar Prioritas Penanganan COVID-19Presiden Joko memberikan pidato di Sidang Umum PBB (Dok.Biro Pers Kepresidenan)

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta intervensi berbasis lokal untuk diterapkan. Menurutnya, hal itu akan lebih efektif untuk menurunkan kasus COVID-19 di Indonesia.

Jokowi memerintahkan Komite PCPEN untuk menyampaikan hal itu kepada para pimpinan daerah.

"Intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi kabupaten/kota. Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, di tingkat kampung, di tingkat RW, RT atau di kantor atau di pondok pesantren," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9/2020).

Jokowi melanjutkan, pembatasan sosial berskala mikro tersebut akan lebih efektif dibandingkan mengisolasi satu wilayah, yang akan merugikan banyak orang.

"Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang," terang Jokowi.

Baca Juga: Dicatat! Denda Rp100 Ribu Bagi Warga di Bali yang Tidak Memakai Masker

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya