Comscore Tracker

Ada Rencana PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Jika Kasus COVID-19 Naik

Hal ini diungkapkan sendiri oleh Moeldoko

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Pusat ada rencana untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali. PPKM Jawa-Bali ini sudah diberlakukan sejak 11 hingga 25 Januari 2021.

"Itu bukan berarti dua minggu itu selesai. Ya itu poinnya bukan di situ. Tapi selama dua minggu inilah sebuah upaya keras untuk menurunkan (kasus COVID-19)," kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga: Penerapan PPKM di Denpasar dan Badung, Begini Suara Hati Masyarakat

1. Pemerintah selalu mengevaluasi penerapan kebijakan, seperti PSBB beberapa waktu lalu

Ada Rencana PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Jika Kasus COVID-19 NaikKepala Staf Presiden, Moeldoko (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Moeldoko mengungkapkan, pemerintah selalu melakukan evaluasi semenjak PSBB pernah diberlakukan beberapa waktu lalu. Apabila perlu diterapkan kebijakan baru, maka pemerintah akan melakukannya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Case yang selama ini berjalan seperti PSBB kan itu menggunakan pertimbangan dua minggu. Setelah itu baru dievaluasi kembali selama dua minggu, diikuti dengan bagus dengan baik, dimonitor dan dievaluasi. Setelah itu akan ada kebijakan baru lagi," ungkap Moeldoko.

Baca Juga: Pengusaha Kecil di Tabanan Berharap PPKM Segera Selesai

2. Jika ada peningkatan kasus selama PPKM diterapkan, maka pemerintah akan mengambil langkah selanjutnya

Ada Rencana PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Jika Kasus COVID-19 NaikKepala Staf Presiden, Moeldoko (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Apabila selama dua minggu PPKM diterapkan, tetapi kasus COVID-19 masih meningkat tajam, maka pemerintah akan menyiapkan langkah selanjutnya.

"Kalau nanti dalam dua minggu itu ternyata tingkat kesadaran masyarakat belum tinggi, disiplinnya semakin hari semakin menurun dan seterusnya, pasti akan ada langkah-langkah berikutnya, yang ya sifatnya sama bagaimana pembatasan itu," kata mantan Panglima TNI tersebut.

3. Pemerintah berencana memperpanjang PPKM Jawa-Bali

Ada Rencana PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Jika Kasus COVID-19 NaikIlustrasi personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Syafrizal, mengungkapkan belum menunjukkan ada penurunan angka kasus COVID-19 satu pekan sejak PPKM diberlakukan. Sehingga ada kemungkinan kebijakan tersebut akan diperpanjang.

"Saat ini memang kita mengambil beberapa provinsi prioritas untuk monitoring terutama provinsi-provinsi yang berwarna merah atau kategori tinggi dan Jawa-Bali sudah ditetapkan untuk PPKM. Angka terakhir belum menunjukkan penurunan angka positivity rate yang signifikan," katanya dalam acara Sosialisasi Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.903/145/SJ, Rabu (20/1/2021).

Syafrizal menyampaikan, pemerintah akan memperpanjang setelah masa PPKM berakhir pada 25 Januari 2021 mendatang.

"Hasil rapat kabinet terbatas kemarin sore akan diperpanjang untuk dua minggu ke depan setelah tanggal 25 Januari, akan diperpanjang kembali dua minggu ke depan sampai dengan angka menunjukkan penurunan atau pelandaian."

Baca Juga: Satgas COVID-19: Testing COVID-19 di Indonesia Belum Merata

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya