Polri Sita Uang Dolar Setara Rp40 Juta dari Pelaku Kericuhan Bawaslu

Milik siapa?

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyita uang tunai senilai US$2.760 atau setara Rp40 juta dari para pelaku kerusuhan di depan Gedung Bawaslu pada Rabu (22/5) kemarin. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono, mengatakan uang dalam pecahan dolar itu diduga akan digunakan untuk membiayai operasional kerusuhan yang terjadi di Bawaslu. Berdasarkan pemeriksaan sementara, uang pecahan dolar itu berasal dari Lombok.

"Jadi, ada barang bukti uang dalam bentuk dolar kami sita dari TKP Bawaslu," kata Argo ketika memberikan keterangan pers, Rabu (22/5) malam. 

Lalu, apakah polisi sudah berhasil mengidentifikasi siapa yang memberikan uang tersebut kepada para pelaku tindak kerusuhan?

1. Polisi masih mencari siapa yang memberikan uang dalam pecahan dolar tersebut

Polri Sita Uang Dolar Setara Rp40 Juta dari Pelaku Kericuhan BawasluIDN Times/Isidorius Rio

Menurut Argo, pihaknya hingga kini masih mencari orang yang memberikan uang tersebut.

"Untuk pemberinya masih kami cari," kata Argo pada Rabu malam.

Selain menemukan uang dalam pecahan dolar, polisi juga menemukan uang sekitar Rp8 juta. Uang tersebut terdiri dari Rp6 juta untuk operasional membuat kericuhan. Sisanya ditemukan dalam sejumlah amplop yang berisi uang senilai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per amplopnya.

Informasi yang disampaikan oleh polisi membuktikan aksi ricuh yang terjadi di dekat gedung Bawaslu adalah settingan. Sehingga hal itu semakin menguatkan adanya dugaan pihak tertentu yang menginginkan aksi demo pada (22/5) lalu tidak berjalan secara damai.

Baca Juga: Polisi Amankan Bukti Rekaman Perencanaan Aksi Ricuh 22 Mei 2019 

2. Polisi juga mengantongi bukti rekaman percakapan agar aksi unjuk rasa 22 Mei dibuat berakhir ricuh

Polri Sita Uang Dolar Setara Rp40 Juta dari Pelaku Kericuhan BawasluIDN Times/Axel Jo Harianja

Selain menyita uang, polisi juga telah menetapkan 257 orang sebagai tersangka dalam aksi kericuhan yang terjadi pada Selasa dan Rabu di dekat gedung Bawaslu. Mereka turut menyita barang bukti rekaman pertemuan agar aksi unjuk rasa pada Rabu (22/5) kemarin berujung ricuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono, mengatakan di dalam bukti rekaman itu diketahui beberapa orang dari Jawa Barat melakukan pertemuan dengan seseorang di wilayah Sunda Kelapa. Kini, pihak Polri masih mencari orang yang diduga sebagai aktor intelektual itu.

"Kami sedang mencari siapa orang yang ditemui itu. Jadi, mereka sudah sejak awal merencanakan untuk menyerang asrama polisi di area Petamburan. Ini ada bukti, ada rekamannya. Jadi, memang sudah disetting agar melakukan penyerangan ke asrama polisi di Petamburan," kata Argo.

Selain bukti rekaman dan uang, polisi juga menyita barang bukti lain berupa bendera hitam, mercon atau petasan dan ponsel. Sementara, dari lokasi kericuhan di area Petamburan, polisi menyita berbagai senjata tajam. Antara lain celurit, busur panah, bom molotov, hingga amplop berisi sejumlah uang.

3. Polisi turut menyita mobil ambulans berlambang Partai Gerindra

Polri Sita Uang Dolar Setara Rp40 Juta dari Pelaku Kericuhan Bawaslu(Mobil ambulans dengan logo Partai Gerindra yang disita oleh polisi) Dokumentasi Polda Metro Jaya

Selain itu, polisi juga mengamankan mobil ambulans berlambang Partai Gerindra. Mobil itu diamankan lantaran di dalamnya terdapat batu dan peralatan lain yang diduga untuk memancing kericuhan di depan gedung Bawaslu.

"Iya benar (Disita)," kata Argo saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Polisi turut menyita sebuah dokumen dengan lambang Partai Gerindra yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Kini, mobil ambulans itu terparkir gedung reserse mobil di Polda Metro Jaya.

"Isinya ya ada batu-batu," Argo melanjutkan.

4. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, membantah mobil ambulans sengaja digunakan untuk mengangkut batu

Polri Sita Uang Dolar Setara Rp40 Juta dari Pelaku Kericuhan BawasluIDN Times/Irfan fathurohman

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, ketika dikonfirmasi membantah mobil ambulans milik partainya sengaja digunakan untuk memicu terjadinya kericuhan di depan gedung Bawaslu pada Selasa (21/5) dan Rabu (22/5) kemarin. 

Menurut Fadli, jumlah ambulans milik Gerindra cukup banyak dan digunakan untuk melayani masyarakat, bukan mengangkut batu.

"Saya kira tidak ada, ya. Ambulans Gerindra jumlahnya ratusan, ada di mana-mana, dan tugasnya adalah selama ini melayani warga di daerah masing-masing," kata Fadli di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5) lalu.

Terlebih lagi, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, telah mengimbau partainya tidak memberikan fasilitas untuk demonstran dan tidak mudah terprovokasi.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You