Comscore Tracker

Mengenal Kasus Maria Pauline, Perempuan Pembobol BNI Rp1,7 Triliun

Butuh waktu 17 tahun lho biar bisa menangkapnya

Jakarta, IDN Times - Butuh waktu 17 tahun Indonesia menangkap Maria Pauline Lumowa. Ia ditangkap di Serbia oleh otoritas setempat dan dibawa pulang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020) pukul 10.40 WIB. 

Perempuan ini adalah buronan yang membobol kas BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (LC) fiktif. PT Gramarindo Group yang dimiliki oleh Maria dan Adrian Woworuntu pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, sempat mendapat kucuran dana Bank BNI senilai US$136 juta dan 56 juta Euro. Bila ditotal dan dikurs Rupiah mencapai Rp1,7 triliun (Nilai kurs saat itu).

"Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Paulline Lumowa dari Pemerintah Serbia," ujar Menkum HAM, Yasonna Laoly dalam keterangan tertulis yang dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (8/7/2020).

1. Maria Pauline Lumowa ditangkap otoritas Serbia pada Juli 2019 lalu karena ada red notice

Mengenal Kasus Maria Pauline, Perempuan Pembobol BNI Rp1,7 TriliunIlustrasi (IDN Times/Sukma Sakti)

Pada 16 Juli 2019 lalu, Maria Pauline ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla. Ia ditangkap semenjak ada penerbitan red notice pada 22 Desember 2003.

"Pemerintah kemudian menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan proses ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM," jelas Yasonna. 

Sebelum Maria dibawa pulang ke Indonesia, pemerintah telah mengabulkan permintaan ekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Illiev pada 2015 lalu.

Baca Juga: Cara Buronan Djoko Tjandra Masuk ke RI Tanpa Terdeteksi Imigrasi

2. Maria Pauline melarikan diri ke Singapura dan Belanda

Mengenal Kasus Maria Pauline, Perempuan Pembobol BNI Rp1,7 Triliun(Kedutaan Besar Belanda, Erasmus Huis, Rasuna Said, Jakarta Selatan) IDN Times/Sunariyah

Maria Pauline kabur ke Singapura pada September 2003 lalu, tepat satu bulan sebelum ia ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. Perempuan kelahiran 27 Juli 1958 ini lalu terlacak berada di Belanda tahun 2009 lalu. Ia diketahui sering bolak-balik Belanda-Singapura. 

Pemerintah Indonesia sempat meminta pengajuan ekstradisi sebanyak dua kali ke Pemerintah Kerajaan Belanda. Pada tahun 2010 dan 2014. Belanda menolak dan menawarkan agar Maria Pauline disidangkan saja di negeri kincir angin. Belakangan diketahui, Maria Pauline sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

3. Kronologi kasus Maria Pauline, perusahaannya fiktif dan tidak pernah melakukan ekspor

Mengenal Kasus Maria Pauline, Perempuan Pembobol BNI Rp1,7 TriliunPegawai BNI Syariah Kantor Cabang Semarang memberikan penjelasan kepada nasabah millennial terkait tabungan Hasanah yang bisa digunakan untuk pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) atau BNI Griya iB Hasanah, di Semarang, Jawa Tengah. IDN Times/Dhana Kencana

Sekadar diketahui, Maria Pauline merupakan satu dari tersangka pembobolan kas BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. PT Gramarindo Group, perusahaan milik Maria Pauline dan Adrian Woworuntu, pernah mendapat kucuran dana Bank BNI senilai US$136 juta dan 56 juta Euro periode Oktober 2002 hingga Juli 2003. Jika ditotal kurs Rupiah pada waktu itu mencapai Rp1,7 triliun.

PT Gramarindo Group turut dibantu 'orang dalam BNI. Sebab BNI menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd, dan The Wall Street Banking Corp. Padahal bank-bank tersebut bukan bank korespondensi Bank BNI.

Juni 2003, BNI mulai curiga melihat transaksi keuangan PT Gramarindo Group. Mereka mulai melakukan penyelidikan dan terbukti perusahaan itu tidak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini sempat dilaporkan ke Mabes Polri. Tetapi Maria keburu kabur ke Singapura pada September 2003.

Baca Juga: Selain Buat e-KTP, Djoko Tjandra Juga Sempat Perpanjang Paspor RI

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya