Comscore Tracker

Wahyu Setiawan Kena OTT Kasus Suap, Berapa Ya Gaji Anggota KPU?

Gajinya sudah diatur dalam Perpres

Jakarta, IDN Times - Eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, telah diamankan dalam operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (8/1). Dari keterangan penyidik KPK, Wahyu disuap terkait penggantian antar waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Yaitu mengganti Riezky Aprilia dengan Harun Masiku.

Riezky terpilih berdasarkan rapat pleno KPU untuk menggantikan Nazarudin Kiemas, yang wafat pada Maret 2019 lalu. Riezky dipilih karena merupakan caleg dengan urutan suara paling banyak kedua setelah Nazarudin, dengan perolehan 44.402 suara kala itu. Sementara Harun yang didukung oleh pejabat struktur DPP PDIP hanya memperoleh 5.878 suara.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, menjelaskan Wahyu meminta uang Rp900 juta sebagai biaya operasional untuk mengganti nama Riezky ke Harun. Wahyu sendiri sudah menerima Rp400 juta.

Terlepas dari kasus itu, penasaran berapa sih gaji seorang anggota KPU?

1. Gaji anggota KPU sudah diatur dalam Perpres

Wahyu Setiawan Kena OTT Kasus Suap, Berapa Ya Gaji Anggota KPU?(Kantor Komisi Pemilihan Umum) ANTARA FOTO/Reno Esnir

Gaji ketua dan anggota KPU diatur dalam pasal 4 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 11 Tahun 2016 mengenai kedudukan keuangan ketua dan anggota komisi pemilihan umum, komisi pemilihan umum provinsi dan kabupaten atau kota. Berikut ini rincian gaji yang diterima per bulan:

  • Ketua KPU tingkat pusat: Rp43.110.000
  • Anggota KPU tingkat pusat: Rp39.985.000
  • Ketua KPU tingkat provinsi: Rp20.215.000
  • Anggota KPU tingkat provinsi: Rp18.565.000
  • Ketua KPU tingkat kabupaten: Rp12.823.000
  • Anggota KPU tingkat kabupaten: Rp11.573.000.

Nominal itu masih bisa bertambah. Sebab baik ketua dan anggota KPU di masing-masing tingkatan mendapat fasilitas lain. Mulai dari perjalanan dinas, rumah dinas, kendaraan dinas dan jaminan kesehatan:

  • Bagi ketua dan anggota KPU di tingkat pusat, maka fasilitas perjalanan dinas yang diterima setara pejabat eselon I di kementerian atau lembaga
  • Ketua dan anggota KPU di tingkat provinsi mendapat fasilitas perjalanan dinas setara pejabat eselon II
  • Ketua dan anggota KPU di tingkat kabupaten atau kota mendapatkan perjalanan dinas yang sejajar dengan pejabat eselon III. 

Baca Juga: KPU Beberkan Kronologi Dugaan Suap dari Kader PDIP ke Wahyu Setiawan  

2. Wahyu Setiawan memiliki harta sebesar Rp12,8 miliar

Wahyu Setiawan Kena OTT Kasus Suap, Berapa Ya Gaji Anggota KPU?Komisioner KPU Wahyu Setiawan (tengah) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Berdasarkan data harta kekayaan penyelenggara negara yang dilaporkan ke KPK bulan Desember 2018, Wahyu memiliki harta sebesar Rp12,8 miliar. Berikut ini rinciannya:

Wahyu juga diketahui memiliki sembilan tanah dan bangunan yang berlokasi di Banjarnegara, Jawa Tengah. Sembilan aset tertulis merupakan warisan dengan total mencapai Rp3,3 miliar. 

Selain itu, ia memiliki tiga mobil dan tiga motor. Satu mobil masuk kategori mobil mewah yakni Mitsubishi All New Pajero Sport keluaran tahun 2018 yang dibelinya seharga Rp660 juta. Lalu motor Vespa Sprint keluaran tahun 2017 yang dibeli seharga Rp40 juta.

Wahyu juga tercatat memiliki harta selain kas mencapai Rp4,9 miliar. Ditambah harta lain yang tak dijelaskan senilai Rp2,7 miliar.

3. I Dewa Raka Sandi akan menggantikan posisi Wahyu

Wahyu Setiawan Kena OTT Kasus Suap, Berapa Ya Gaji Anggota KPU?(Ilustrasi kediaman dinas eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan) ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Wahyu resmi mengundurkan diri dari Komisioner KPU. Posisi Wahyu akan diganti oleh I Dewa Raka Sandi. Raka saat ini masih menjabat sebagai koordinator hukum data dan informasi Badan Pengawas Pemilu di Bali. Ia menjadi kandidat terkuat. Karena ia meraih ketika suara terbanyak ke-8 yaitu sebanyak 21 suara, ketika dilakukan voting suara di komisi II.

"Penggantinya nanti (Komisioner) nomor urut 8 itu I Dewa Raka Sandi. Dulu dia Ketua KPU Provinsi di Bali, sekarang dia anggota Bawaslu Provinsi Bali," ujar Ketua KPU, Arief Budiman, ketika memberikan keterangan pers di kantor KPU, Jumat (10/1) lalu. 

Ketika dikonfirmasi, Raka mengaku belum mendapatkan pemberitahuan resmi soal dirinya yang akan menggantikan posisi Wahyu.

"Memang proses di pusat sudah berjalan, tapi kalau konfirmasi resmi ke saya belum ada. Saya menghormati saja proses hukum yang ada," kata Raka pada (10/1) lalu.

Ia mengaku sambil menunggu perkembangan informasi, Raka tetap menjalankan tugas kesehariannya di Bawaslu Provinsi Bali.

Baca Juga: Terkait Pengajuan Surat PAW Harun Masiku, Hasto dan KPU Beda Jawaban

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You