Comscore Tracker

Wakil Menteri Kesehatan Iran: Saya Juga Sudah Terinfeksi Virus Corona 

Terlihat berkeringat saat acara jumpa pers 24 Februari 2020

Jakarta, IDN Times - Wabah penyebaran virus corona di Iran semakin mengkhawatirkan banyak pihak. Selain telah menelan nyawa 15 orang, kini pejabat tinggi di Iran juga sudah positif terinfeksi. Dua pejabat yang terinfeksi itu adalah Wakil Menteri Kesehatan, Iraj Harirchi dan seorang anggota parlemen dari Kota Qom, Mahmoud Sadeghi. 

Adanya dugaan bahwa Iraj sudah terinfeksi sesungguhnya terlihat ketika ia mendampingi juru bicara Kemenkes, Ali Rabiei saat memberikan keterangan pers pada Senin (24/2) lalu. Beberapa kali ia terlihat batuk-batuk dan berkeringat.

"Saya juga sudah terinfeksi dengan virus corona," kata Iraj dalam video tersebut dan dikutip stasiun berita Al Jazeera edisi Selasa (25/2). 

Saat itu, walau terlihat tidak nyaman, namun Iraj masih membantah bahwa Pemerintah telah menutup-nutupi adanya sejumlah kematian dalam jumlah yang besar di Iran. Harian Inggris, The Guardian melaporkan sesungguhnya angka kematian di Iran telah mencapai 50 orang. Namun, pemerintah membantah informasi tersebut. 

"Tes virus corona yang saya miliki positif dan saya tak memiliki banyak harapan untuk melanjutkan hidup di dunia ini," tutur dia. Iraj akhirnya berani mengakui bahwa ia sudah terinfeksi virus mematikan tersebut. 

Bagaimana kronologi sehingga kedua pejabat itu bisa terinfeksi virus corona?

1. Iran dilaporkan menolak memberlakukan karantina di kota-kotanya

Wakil Menteri Kesehatan Iran: Saya Juga Sudah Terinfeksi Virus Corona (Ilustrasi warga di Iran beraktivitas di tengah ancaman wabah virus corona) EPA

Menurut laporan jurnalis BBC yang bertugas di Iran, Rana Rahimpour, salah satu penyebab virus corona bisa begitu mewabah di sana lantaran pemerintah menolak memberlakukan karantina di kota-kota yang diduga terinfeksi. Mereka mengatakan karantina adalah cara yang kuno dan mereka tak percaya metode itu bisa mencegah penyebarluasan virus corona. 

Tempat beribadah bagi warga syiah di Kota Qom dan Mashhad masih tetap buka walaupun kota-kota itu merupakan titik penyebar luasan COVID-19. Banyak peziarah yang mengunjungi tempat ibadah di Kota Qom untuk mendoakan Ayatollah Ali Khamanei. Setiap tahun jumlah pengunjung bahkan mencapai jutaan orang. 

Apabila Kota Qom diisolasi, maka kebijakan itu dinilai tidak akan disetujui oleh para ulama di sana kecuali mereka kemudian mendapat tekanan dari dunia internasional. 

Baca Juga: Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Corona di Iran Capai 50 Orang?

2. Virus corona diduga menjangkiti area Kota Qom sejak tiga pekan lalu

Wakil Menteri Kesehatan Iran: Saya Juga Sudah Terinfeksi Virus Corona (Ilustrasi pasien terjangkit virus corona) IDN Times/Mia Amalia

Di dalam sebuah video, Iraj mengaku sudah mengisolasi dirinya sendiri. Ia menyebut hasil tesnya diketahui positif pada Selasa malam kemarin. 

"Sejak saat ini saya sudah mengisolasi diri saya sendiri dan memulai pengobatan. Kami pasti akan mememangkan pertarungan melawan virus ini dalam beberapa pekan terakhir," kata Iraj. 

Sementara itu, anggota parlemen yang juga terinfeksi virus corona, Mahmoud Sadeghi, turut meminta kepada pemerintah agar melepaskan para tahanan politik di penjara. Tujuannya agar mencegah mereka tak ikut terjangkit virus corona dan membiarkan mereka berkumpul dengan keluarga selama wabah COVID-19 berada di Iran. 

Salah satu penegak hukum di Kota Qom, Ahmad Amirabadi-Farahani menduga virus corona menjangkiti area tersebut sejak tiga pekan lalu. Menurut penghitungannya sudah ada 50 orang yang tewas sejak saat itu. Namun, pernyataan itu dibantah secara tegas oleh Pemerintah Iran. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sebagian besar warga yang meninggal dan terinfeksi bermukim di luar Kota Qom. Namun, mereka terinfeksi usai berkunjung ke kota suci itu.

Juru bicara Kemenkes, Kianoush Jahanpour mengatakan 16 kasus baru terkonfirmasi terjadi di Kota Qom. Lalu, ada pula 9 kasus baru di Kota Tehran dan masing-masing dua kasus di Kota Alborz, Gilan dan Mazandaran. 

3. KBRI di Tehran membuka nomor hotline untuk WNI

Wakil Menteri Kesehatan Iran: Saya Juga Sudah Terinfeksi Virus Corona Ilustrasi Virus Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

KBRI di Tehran turut mewanti-wanti WNI yang bermukim di sana agar menjaga pola hidup sehat agar tidak terjangkit virus corona. 

"Untuk mengantisipasi agar WNI tidak terjangkit maka KBRI Tehran telah mengontak langsung perwakilan masyarakat Indonesia di setiap kota dan mengingatkan mereka soal penyebaran COVID-19," kata Duta Besar Indonesia untuk Iran, Octavino Alimudin melalui pesan pendek kepada IDN Times pada Senin (24/2). 

Ia juga menekankan bahwa bila ada WNI yang ingin bertanya mengenai virus corona maka bisa menghubungi nomor kontak hotline +989378132531 atau +982188715558.

Baca Juga: Diplomatik dan Politik Tiongkok Diuji Wabah Virus Corona

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya