Comscore Tracker

Hasilnya Diumumkan 2 Agustus, Sulitkah Psikotest Seleksi Capim KPK?

Total ada 104 capim KPK yang mengikuti psikotest

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 104 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti psikotest yang digelar Minggu (28/7) lalu, mulai pukul 08:00 sampai 13:00 WIB, di Pusdiklat Setneg, Jalan Gaharu I, Cilandak, Jakarta Selatan. Psikotest ini merupakan rangkaian tahapan seleksi lanjutan untuk memilih lima pimpinan KPK periode 2019-2023.

Ketua seleksi pansel capim KPK, Yenti Garnasih, mengatakan di dalam psikotest ada dua hal yang diujikan yakni tes kepribadian dan tes kejiwaan.

"Nanti, ada lembar-lembar yang boleh diisi semuanya, boleh juga 10, karena menurut penghitungan yang mengisi semuanya, hanya Albert Einstein saja. Tapi, kalau tes kepribadian, semua harus diisi," kata Yenti kepada media pada Minggu kemarin.

Ia menjelaskan, tidak ada target jumlah peserta yang harus lolos di tahap ketiga ini. Namun ia berharap bisa mendapatkan 50 orang yang lolos. 

"Saya berharap semoga yang lolos bisa di atas 50 orang, supaya nanti di tahap selanjutnya, kami masih sedia orang," kata dia lagi. 

Lalu, apa pendapat calon pimpinan institusi antirasuah setelah menjalani psikotest ini?

1. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kesulitan saat mencocokkan gambar dan pauli test

Hasilnya Diumumkan 2 Agustus, Sulitkah Psikotest Seleksi Capim KPK?(Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan anggota Bawaslu Rahmat Bagja ) ANTARA FOTO/Reno Esnir

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, yang ikut maju lagi dalam proses seleksi capim institusi antirasuah, mengaku cukup kesulitan mengerjakan psikotest. Kendati begitu ia mengaku tak menyiapkan hal khusus sebelum ikut tes tersebut. 

"Enggak ada (persiapan). Karena semua isinya (tes) psikologi hari ini. Ya, berupaya tabah saja," kata Syarif pada Minggu kemarin.

Salah satu kesulitan yang ia hadapi saat mengerjakan tes tersebut yakni mencocokkan gambar dan pauli tes. Hal itu, kata dia, membutuhkan waktu yang lama.

"Kesulitannya ya mencocokkan gambar. Terus, yang paling terakhir itu tes pauli, menjumlahkan tapi banyak banget," katanya lagi.

Optimistiskah ia lolos ke tahap selanjutnya? Ia menjawab tak bisa memprediksi hasilnya. Namun ia siap menerima hasil psikotest yang diikutinya di hari Minggu tersebut.

"Bukan optimistis, biasa saja. Yang penting kerja semampu kita," tutur dia lagi.

Baca Juga: Pansel: 104 Capim KPK Lolos ke Tahap 3, Termasuk 9 Polisi Aktif 

2. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan optimistis lolos ke tahap selanjutnya

Hasilnya Diumumkan 2 Agustus, Sulitkah Psikotest Seleksi Capim KPK?IDN Times/ Helmi Shemi

Sementara pimpinan KPK lainnya yang turut serta dalam seleksi capim tahun ini, Basaria Panjaitan, juga mengaku tak memiliki persiapan khusus sebelum ikut psikotest. Ia juga mengaku tak grogi saat menjalani tes tersebut.

"Gak ada persiapan khusus. Grogi juga gak. Ini kan bukan yang pertama untuk kita. Tes psikologi adalah hal yang biasa dan sering diadakan di KPK juga. Setiap kita mau naik pangkat, seperti jadi direktur atau apa kan selalu pakai asesmen," kata perempuan pertama di KPK yang berhasil menjadi komisioner itu.

Ketika ditanya apakah optimistis bisa lolos ke tahap selanjutnya, Basaria mengaku yakin.

"Ya, optimistis sudah harus dari awal, karena kan sudah kita pertimbangkan lebih dulu. Kalau ragu jangan melangkah," kata dia.

3. Pansel capim KPK diminta untuk memperhatikan rekam jejak kandidat

Hasilnya Diumumkan 2 Agustus, Sulitkah Psikotest Seleksi Capim KPK?(Pansel capim KPK periode 2019-2023) ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Para aktivis yang peduli terhadap isu pemberantasan korupsi yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mengatakan, pansel capim institusi antirasuah harus menggarisbawahi rekam jejak 104 capim KPK. Sebab masih ada capim KPK yang bermasalah dan hal tersebut diloloskan.

Mereka kemudian membuat sembilan kriteria capim KPK yang ideal. Satu di antaranya tidak pernah terkena sanksi hukum maupun etik di masa lalu.

"Tentu seluruh kriteria tersebut harus muncul ketika pansel menyelesaikan tugasnya dan dapat dilihat dari nama calon pimpinan KPK yang akan diserahkan kepada Presiden," ujar anggota koalisi masyarakat sipil antikorupsi, Kurnia Ramadhana pada Sabtu (27/7).

Apabila merujuk kepada kriteria itu, maka mantan Deputi Penindakan di KPK yakni Irjen (Pol) Firli Bahuri tidak lolos. Hal itu lantaran ia diduga kuat terbukti melakukan pelanggaran etik usai dilaporkan karena bermain tenis dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi alias TGB. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan 2018. Di waktu yang sama, TGB mengaku diperiksa oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi divestasi PT Newmont.

4. Hasil psikotest diketahui akan diumumkan tanggal 2 Agustus 2019

Hasilnya Diumumkan 2 Agustus, Sulitkah Psikotest Seleksi Capim KPK?IDN Times/Santi Dewi

Anggota pansel capim KPK, Marcus Priyo Gunarto, berujar hasil psikotest bisa diketahui pada 2 Agustus.

"Hasil psikotest direncanakan akan diumumkan pada 5 Agustus, tetapi apabila sudah ada hasil maka hasilnya akan dipercepat pada 2 Agustus," kata Marcus kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Jumat (26/7).

Proses berikutnya yaitu capim KPK yang lolos akan mengikuti assessment profile pada 8-9 Agustus.

"Di tahap ini, daftar nama yang lolos akan dimintakan rekam jejak ke PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan), KPK, BIN, Kejakgung, Polri dan MA (Mahkamah Agung)," ungkapnya.

Baca Juga: Guys, Pansel Butuh Masukan Rekam Jejak Capim KPK dari Kalian!

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya