Comscore Tracker

Effendi Gazali Blak-blakan Sebut Ada Kelompok yang Bermain di Benur  

Permasalahan merembet pada tata kelola benih lobster

Jakarta, IDN Times - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Uang dugaan suap itu masuk ke rekening PT ACK senilai Rp9,8 miliar.

Kasus tersebut tidak hanya berhenti di sana, namun akhirnya merembet pada persoalan tata kelola benih lobster. Sampai saat ini tata kelola benih lobster dinilai belum jelas dan bermasalah.

Baca Juga: Cari Bukti soal Monopoli Ekspor Benih Lobster, KPPU Panggil Eksportir

1. Ada empat tipe kelompok yang ikut terlibat

Effendi Gazali Blak-blakan Sebut Ada Kelompok yang Bermain di Benur  Ilustrasi Lobster (Instagram.com/edhy.prabowo)

Sampai sekarang di Indonesia masih ada penyelundupan benih lobster. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP), Effendi Gazali. Menurutnya ada beberapa kelompok yang terlibat dalam tindak ilegal ini.

Kelompok pertama adalah kelompok penyelundup lama yang tidak mau kebijakan ekspor benih lobster ini dibuka. Caranya mereka memanipulasi teori dan mengkampanyekan bahwa populasi lobster di Indonesia terancam punah. Effendi mengungkapkan hal itu dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (1/12/2020).

"Selanjutnya, ada kelompok kedua, kelompok lama yang katanya ingin insaf, dapat untung 1.000 per ekor pun mereka mau. Tapi tiba-tiba mereka melihat ada sekelompok orang yang memonopoli, bersama dengan staf khusus, dan saya menduga kelompok inilah yang mengadu ke KPPU atau lembaga antirasuah," jelasnya.

Kelompok ketiga merupakan orang baru yang sebelumnya kontraktor dan lain-lain. Tapi karena di tengah pandemik COVID-19 melihat ada jalur lebih cepat untuk mendapat uang melalui ekspor benih lobster, mereka pun ikut-ikutan bisnis ini.

Ia pun turut menyinggung Fahri Hamzah. "Kelompok keempat, ini pemain lama dan pemain baru yang bingung melihat keadaan dan menunggu. Jadi walau pun sudah punya izin usaha, mereka masih menunggu dan belum melakukan ekspor, dan yang ngotot melakukan ekspor, jadi rugi, nah itulah Fahri Hamzah," celetuk Effendi.

Effendi juga mengungkapkan setiap hari Vietnam memerlukan 500 ribu sampai 2 juta benih lobster. Vietnam bisa ekspor 20 ton lebih lobster ke China setiap harinya.

2. Tata kelola lobster yang bermasalah menjadi jalan bagi orang-orang yang berkepentingan

Effendi Gazali Blak-blakan Sebut Ada Kelompok yang Bermain di Benur  Ilustrasi Lobster (IDN Times/Vanny El Rahman)

Masalah lobster yang tidak hanya soal penyelundupan dan pelarangan ekspor benih lobster turut disoroti oleh Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Susan Herawati. 

Menurutnya seharusnya Indonesia belum memiliki tata kelola lobster yang benar. Hal inilah yang menjadi jalan bagi orang-orang yang berkepentingan untuk masuk di sektor bisnis ini.

"Titik letaknya sebenarnya bahwa ada fakta kita ini tidak punya peta jalan untuk ngomongin kedaulatan soal tata kelola lobster itu sendiri, dan itu hampir terjadi di semua komoditi, dan kita gak pernah punya kerangka itu," ujar dia.

Ia menilai sedari awal memang ada banyak indikasi bahwa nantinya akan memungkinkan sekali ada monopoli. Ada peluang yang memungkinkan orang melakukan korupsi.

3. Program pemerintah juga harus disertai pendampingan buat masyarakat

Effendi Gazali Blak-blakan Sebut Ada Kelompok yang Bermain di Benur  Ilustrasi Lobster (IDN Times/Vanny El Rahman)

Sementara itu, Ketua Asosiasi Budidaya Ikan Laut Indonesia Wayan Sudja menyatakan bahwa kondisi budi daya lobster di Lombok juga kini masih separuh baik. Karena itu, perlu ada aturan yang jelas dari pemerintah untuk masyarakat.

"Harus ada capacity building untuk mengatasi peta jalan ini. Jadi kalau pemerintah melakukan program juga harus ada pendampingan buat masyarakat. Masyarakat dikasih pengetahuan untuk meminta dan memanfaatkan anggaran. Regulasi harus diperbaiki agar berpihak ke semua," ujarnya.

Baca Juga: Geledah Kantor PT ACK, KPK Sita Dokumen Ekspor Benih Lobster

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya