Comscore Tracker

Fenomena Tanah Bergerak Terjadi di Aceh, Retak dan Turun Sampai 50 Cm 

Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini ya

Banda Aceh, IDN Times - Beberapa meter tanah di Gampong Lam Kleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Aceh tampak merenggang dan sebagian menurun dari tempatnya semula. Masyarakat setempat menduga telah terjadi fenomena alam berupa tanah bergerak. 

Peristiwa tanah bergerak ini dibenarkan oleh Ilyas, warga kampung setempat saat dijumpai IDN Times di lokasi. "Kata orang yang sudah melakukan pemeriksaan, ini dikatakan kalau fenomena tanah bergerak," kata Ilyas.

1. Diduga akibat pasir yang terlalu banyak diambil

Fenomena Tanah Bergerak Terjadi di Aceh, Retak dan Turun Sampai 50 Cm Tanah bergerak di Gampong Lam Kleng Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Ilyas menyampaikan bahwa di kampung mereka belum pernah terjadi fenomena tanah bergerak dan peristiwa ini adalah kejadian yang pertama.

Ia menyampaikan sebelumnya lokasi yang tidak jauh dari tanah bergerak tersebut merupakan bekas sungai. Akan tetapi sungai tersebut sudah lebih dari 30 tahun mati karena terjadi pendangkalan. Alur sungai baru tercipta, namun jaraknya lebih 300 meter dari lokasi.

"Jadi memang ini sungai dahulunya. Dahulu juga ada galian C, mungkin ada pengaruh dari situ. Kalau udah banyak diambil pasir, udah bergeser tanah ini," ujarnya menduga.

Baca Juga: Bikin Pangling, 10 Potret Asli Kiki Pembantu Aldebaran di Ikatan Cinta

2. Warga dilarang mendekati lokasi tanah bergerak

Fenomena Tanah Bergerak Terjadi di Aceh, Retak dan Turun Sampai 50 Cm Tanah bergerak di Gampong Lam Kleng Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Hasil pemantauan IDN Times di lokasi, tanah yang bergerak menyebabkan adanya celah dan retakan sepanjang lebih dari 200 meter. Selain itu tanah yang bergerak turun diperkirakan telah mencapai lebih dari 50 cm.

Geuchik Gampong Lam Kleng, Muhammad mengatakan sedikitnya ada 14 rumah yang termasuk dalam rentang garis tanah bergerak tersebut, termasuk jalan perkampungan.

"Ada 14 rumah yang diperkirakan berpotensi," ungkapnya.

Untuk sementara waktu, warga tidak boleh mendekati lokasi tanah bergerak tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Untuk sementara sudah kita instruksi kepada warga supaya tidak melintas garis polisi," ujarnya.

3. Belum ada pembangunan tenda darurat untuk warga terdampak

Fenomena Tanah Bergerak Terjadi di Aceh, Retak dan Turun Sampai 50 Cm Tanah bergerak di Gampong Lam Kleng Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Salah satu rumah warga yang paling berat terdampak adalah milik Ramli. Cukup jelas tanah yang ada di halaman belakang rumahnya turun ke bawah.

Ketika wartawan datang ke lokasi, hanya istri Ramli bernama Fitrina yang ada. Ia mengatakan bahwa awalnya tanah mereka rata atau tidak ada patahan seperti saat ini. Akan tetapi, pada Minggu (10/1/2021) lalu, tiba-tiba saja tanah di belakang rumahnya tampak retak.

Ia dan sang suami mulanya tidak terlalu menghiraukan. Namun dua hari kemudian atau tepatnya pada Selasa (12/1/2021), retakan semakin parah. Bahkan tanahnya mulai turun.

"Awalnya ini rata, tapi ini udah turun ke bawah," kata Fitrina.

"Kejadian gak terasa, keluar pagi lihat sudah bergelombang dan siangnya sudah pecah. Kejadian hari Selasa," imbuhnya.

Fitrina pun membenarkan apa yang disampaikan oleh Ilyas bahwa fenomena tanah bergerak ini merupakan kali pertama terjadi di kampung mereka.

Meski posisi rumahnya itu terbilang berbahaya, namun istri Ramli tersebut mengaku enggan untuk pindah atau mengungsi.

"Kita memang takut. Ada dibilang untuk jangan tinggal di rumah, namun mau gimana lagi dan mau tinggal di mana?" ungkapnya bercerita.

Pemantauan IDN Times, belum terlihat berdirinya tenda darurat yang dibangun warga ataupun instansi pemerintah terkait. Padahal, sebelumnya dikatakan bahwa lokasi telah dikunjungi oleh pihak Kepolisian Resor Aceh Besar, anggota DPR Kabupaten, dan peneliti dari Universitas Syiah Kuala.

Baca Juga: Pilot Afwan Minta Maaf ke Keluarga Sebelum Terbangkan Sriwijaya Air

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya