Comscore Tracker

Boleh Masuk Indonesia, Tapi Semua WNA dan WNI Wajib Rapid Test 

Menkes Terawan tanda tangani surat edaran baru

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menandatangani Surat edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/332/2020 Rabu (20/5). Kementerian kesehatan (Kemenkes) mewajibkan WNA dan WNI yang hendak masuk ke Indonesia untuk melakukan tes COVID-19.

Selain itu, ada pula serangkaian tes yang wajib dijalani mereka yang akan masuk ke Indonesia yakni wawancara, pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, hingga rapid test. Dengan keluarnya SE yang baru ini, SE Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020 tidak berlaku lagi dan dicabut.

"Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari luar negeri di pintu masuk negara dan di wilayah pada situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dilaksanakan dengan mengikuti prosedur kekarantinaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan tambahan yang berlaku di Indonesia," ujar Menteri Terawan dalam SE tersebut.

1. Diizinkan tetap jalan jika nonreaktif COVID-19

Boleh Masuk Indonesia, Tapi Semua WNA dan WNI Wajib Rapid Test Ilustrasi Rapid Test (Dok. Satpol PP Jakarta Barat)

Dalam SE tersebut juga terlampir bahwa WNI dan WNA yang hasil pemeriksaannya menunjukkan hasil nonreaktif akan diberikan clearance kesehatan oleh petugas kesehatan karantina. Mereka juga diharuskan untuk membawa Health Alert Card (HAC) yang telah diberikan di pintu masuk sebelumnya. 

"Dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dengan membawa surat jalan dari pihak Satgas Penanganan COVID-1setempat dan selalu menerapkan protokol kesehatan termasuk memakai masker selama perjalanan. Perjalanannya ke daerah asal akan difasilitasi oleh pemerintah," ujar Terawan lagi.

Baca Juga: Seperti Ini Panjangnya Tes COVID-19 di Bandara Hong Kong

2. WNI dan WNA tetap harus karantina selama 14 hari

Boleh Masuk Indonesia, Tapi Semua WNA dan WNI Wajib Rapid Test Ilustrasi tenaga kesehatan, ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bagi WNI, clearance kesehatan akan diserahkan pada RT dan RW setempat dan diteruskan ke puskesmas. Pihak puskesmas akan memantau WNI selama karantina mandiri yang wajib dijalankan selama 14 hari.

Sedangkan bagi WNA, clearance akan diserahkan ke perwakilan negaranya untuk diteruskan ke dinas kesehatan kabupaten/kota setempat supaya dilakukan pemantauan atas proses karantina yang sama. 

3. Jika reaktif COVID-19 akan jalani pemeriksaan RT-PCR

Boleh Masuk Indonesia, Tapi Semua WNA dan WNI Wajib Rapid Test Ilustrasi (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Sedangkan, jika WNI atau WNI menerima hasil tes yang reaktif COVID-19, mereka akan menjalani pemeriksaan RT-PCR. Dalam SE tersebut dituliskan bahwa tidak dapat dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan RT-PCR di pintu masuk maka bisa dilakukan saat hendak masuk ke fasilitas karantina. 

Spesimen tersebut nantinya akan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa. Jika hasilnya negatif COVID-19 dan tidak ada risiko penyakit, WNI atau WNA bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan maupun negara asal.

4. Apabila positif COVID-19, WNI dan WNA akan dirujuk dan dikarantina

Boleh Masuk Indonesia, Tapi Semua WNA dan WNI Wajib Rapid Test Drive Thru Rapid Test metode Vena oleh rumah sakit BIMC Siloam Nusa Dua (IDN Times/Ayu Afria)

Apabila hasilnya positif COVID-19, WNI akan menjalani isolasi mandiri atau akan dirujuk ke rumah sakit darurat atau rumah sakit rujukan di wilayah setempat, berdasarkan kondisi kesehatannya. 

Sedangkan untuk WNA yang ternyata terkonfirmasi positif COVID-19 dan memiliki gejala demam atau gejala penyakit pernapasan, akan dirujuk ke rumah sakit darurat atau rujukan. Tetapi jika WNA tidak memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas, maka mereka bisa menjalani karantina di fasilitas karantina.

Baca Juga: Imigrasi Tolak 43 WNA Tiongkok di Bandara Soetta

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya