Comscore Tracker

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruangan

Virus ini bertahan di udara lebih dari satu jam guys

Setelah didesak oleh ratusan ilmuwan dari berbagai negara, WHO akhirnya mengakui bukti tentang penyebaran virus corona jenis SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, melalui udara atau yang sering disebut airborne. Padahal awalnya WHO menyatakan cara penularan airborne hanya terjadi di lingkungan medis.

Transmisi airborne terjadi ketika virus SARS-CoV-2 disebarkan melalui droplet nuclei atau aerosol, yang tetap bisa menular ketika dilepaskan ke udara. Partikel tersebut berukuran super kecil. Yaitu sekitar satu hingga empat mikrometer. Jadi cukup ringan bertahan di udara setelah dikeluarkan oleh penderita.

Baca Juga: Cara Membuat Face Shield Sendiri, Bahannya Gampang Dicari

Berdasarkan panduan terbaru COVID-19 yang dirilis Kamis (9/7/2020) lalu, WHO menambahkan penularan COVID-19 secara airborne lebih rentan terjadi di dalam ruangan (Indoor). Khususnya di ruangan yang ramai, sempit, dan tertutup. Contohnya gym, restoran, ruang kantor, dan lainnya.

Kenapa begitu? Ruangan-ruangan seperti itu memiliki sirkulasi udara yang tidak berjalan lancar. Virus akan bertahan di dalam ruangan tersebut, dan dapat terhirup, menempel di wajah, atau permukaan benda yang sering disentuh oleh banyak orang.

Boleh cemas sih membaca kabar ini. Tetapi ada beberapa cara mencegah COVID-19 dalam ruangan. Berikut selengkapnya:

1. Ventilasi ruangan harus memadai

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruanganarchitizer.com

Bisa kamu bayangkan ketika berada dalam satu ruangan bersama lima orang. Satu di antaranya ternyata ada yang positif COVID-19, atau membawa virus tetapi dia tidak ada gejala.

Ketika dia berbicara, bersin, atau batuk, maka droplet-nya akan keluar dan menggantung di udara dalam ruangan tersebut. Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal "Environment International" volume 42 yang baru terbit, dikutip dari laman sciencedirect.com, SARS-CoV-2 bisa bertahan di udara selama lebih dari satu jam.

Kalau kamu masih berada di ruangan itu dalam kurun waktu tersebut, virus akan tetap bertahan dan bisa menginfeksi orang yang masih sehat.

Karena itu, sistem ventilasi harus dalam kondisi baik agar virus tidak bertahan di dalam ruangan. Dengan membiarkan udara dari luar masuk ke dalam dan sebaliknya, virus yang mungkin terjebak di ruangan bisa bergerak keluar.

Kamu bisa membuka semua jendela yang mengarah ke luar. Termasuk pintu, dan ventilasi lainnya.

Baca Juga: Biar Kamu Ingat, 10 Jenis Benda yang Membuat COVID-19 Bertahan Hidup

2. Perlu ada air purifier di dalam ruangan

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruanganlearn.allergyandair.com

Berikutnya adalah menambahkan alat pembersih udara seperti air purifier. Alat tersebut tidak bisa membunuh virus di udara sih. Tetapi setidaknya dapat mengurangi jumlah partikel asing yang berseliweran di udara dalam ruangan.

3. Mengaktifkan mode resirkulasi udara di AC justru berisiko menularkan virus

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruanganbt-sa.co.za

Masih melansir dari sciencedirect.com, ada penelitian yang merekomendasikan untuk mengurangi udara resirkulasi di dalam ruangan. Apa artinya?

Pendingin ruangan atau AC memiliki dua mode yang dapat diaktifkan. Satu di antaranya resirkulasi atau ambil udara dari luar. Pada umumnya, orang-orang memilih resirkulasi agar lebih hemat listrik. Tetapi cara seperti justru meningkatkan penyebaran virus di dalam ruangan.

Sesuai namanya, resirkulasi membiarkan udara yang ada di ruangan tetap berada di dalam, dan AC membantu mengalirkannya ke seluruh sudut ruangan. Dengan begitu, virus jadi terbawa udara dan keliling ke ruangan-ruangan. Risiko paparan virusnya semakin tinggi.

Baca Juga: Ngeri, Ini Dia Foto Asli Virus Corona Ketika Menyerang Tubuh Manusia

4. Sebaiknya mengurangi jumlah orang dalam ruangan

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruanganleightonbuzzardonline.co.uk

Selain memperbaiki kondisi ruangan, juga harus mengurangi jumlah orang yang menempatinya. Dalam hal ini konsep physical distancing benar-benar harus diterapkan.

Misalnya, kalau ruangan di kantor berisi 50 orang, maka kapasitas harus dikurangi setengahnya. Tujuannya untuk mencegah penularan COVID-19. Setiap orang juga bisa menjaga jarak aman antara satu dengan lainnya.

5. Agar lebih aman, sebaiknya setiap orang harus menjaga jarak aman minimal dua meter

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruanganunsplash.com/Tim van der Kuip

Jarak minimal dua meter itu disarankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Tetapi saat ini, dengan adanya transmisi airborne, jarak sebaiknya harus diperlebar.

Misalnya di ruang kantor. Sebaiknya setiap pekerja harus duduk secara zig-zag. Tujuannya agar droplet tidak langsung mengenai wajah orang lain ketika berbicara, bersin, atau batuk.

Meja dan kursi juga diberi jarak. Kalau ruang kantornya kecil, sebaiknya perusahaan mempertimbangkan untuk memakai sistem shift.

6. Setiap orang harus pakai masker, face shield, dan proteksi lainnya

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruanganunsplash.com/Engin Akyurt

Seperti anjuran dari WHO dan CDC, setiap orang wajib memakai masker. Efektivitasnya memang sulit untuk diukur secara pasti. Namun masker dapat menghindarkan kamu dari cipratan droplet, sekaligus menghalau partikel virus di udara untuk masuk ke dalam hidung.

Sebagai proteksi tambahan, kamu juga bisa menambahkan face shield, kacamata, sarung tangan, dan alat proteksi lainnya sesuai kebutuhan. Alat-alat tersebut tak hanya dapat melindungi dirimu sendiri, tetapi juga orang lain.

7. Usahakan tidak kontak dekat dengan orang lain

7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airborne dalam Ruanganunsplash.com/Brook Cagle

Hindari kontak dekat dengan orang lain terutama di tempat nongkrong, ngobrol, dan semua interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Mengutip dari elpais.com, semakin lama kontak dekat itu terjadi, maka semakin tinggi pula kemungkinan virus untuk menyebar melalui udara di sekitar kamu. Semua orang juga tidak ada yang tahu, apakah kita carrier.

Itulah cara mencegah COVID-19 dalam ruangan. Satu hal lagi yang tidak boleh kamu lupakan. Yaitu rutin cuci tangan.

Baca Juga: Ciri-ciri Hidden Carrier COVID-19, Waspada Kalau Kehilangan Penciuman

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya