Comscore Tracker

Naik Hingga Rp3 Ribu, Ini Daftar Harga Rokok Eceran Setelah Kenaikan 

Berapa harga rokok di tempatmu?

Jakarta, IDN Times - Tarif cukai rokok resmi berlaku per tanggal 1 Januari 2020. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 Tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Kenaikan tarif cukai ini otomatis berpengaruh kepada harga rokok eceran di pasaran naik sampai 35 persen. Dari pantauan IDN Times di lapangan, harga rokok berbagai merek mulai naik dari Rp800 hingga Rp3 ribu:

1. Harga rokok rata-rata naik Rp2 ribu sampai Rp3 ribu di minimarket

Naik Hingga Rp3 Ribu, Ini Daftar Harga Rokok Eceran Setelah Kenaikan IDN Times/Irma Yudistirani

Ambar, seorang pegawai minimarket di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat mengatakan harga rokok sudah naik sejak bulan lalu. Menurut Ambar, kenaikan ini perlahan diberlakukan agar tidak mengagetkan konsumen.

"Ya, sedikit demi sedikit sih naiknya. Kalau dihitung sampai hari ini rata-rata naiknya Rp2.000-Rp3.000," kata Ambar saat ditemui IDN Times, Kamis (2/1).

Berikut ini harga rokok eceran berbagai merek di wilayah tersebut:

- Rokok L.A Bold Rp14.100
- Rokok Sampoerna A Mild Rp23.900
- Rokok Sampoerna A Sflash Rp21.000
- Rokok Magnum Filter Rp18.300
- Rokok Magnum Mild Rp25.200
- Rokok U Mild Rp21.500
- Rokok Gudang Garam Rp18.500
- Rokok Surya Pro Rp18.600
- Rokok Marlboro Rp30.800
- Rokok Djarum Super Rp23.300.

2. Harga rokok kretek justru tidak mengalami kenaikan

Naik Hingga Rp3 Ribu, Ini Daftar Harga Rokok Eceran Setelah Kenaikan Ilustrasi rokok (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sementara pedagang kelontong, Asih, menuturkan hal yang sama. Harga rokok berangsur naik dalam beberapa pekan terakhir mulai Rp800 hingga Rp3 ribu. Namun ia mengaku tidak kehilangan pelanggan meski banyak juga yang mengeluh atas kenaikan ini.

"Banyak yang kaget. Ngeluh, tapi dibeli juga akhirnya. Namanya rokok, semua pasti carilah," ujar Asih.

Asih mengatakan, hampir semua merek rokok mengalami kenaikan harga, kecuali jenis kretek. Hingga saat ini harganya masih sama, sekitar Rp12 ribuan per bungkus.

"Kalau yang merek Magnum itu naik Rp2 ribuan, sekarang harganya jadi Rp18 ribu. Dulu kan cuma Rp16 ribu saja. Merek Marlboro juga naik, sekarang Rp30 ribuan," jelasnya.

3. Kenaikan harga rokok belum merata di berbagai daerah

Naik Hingga Rp3 Ribu, Ini Daftar Harga Rokok Eceran Setelah Kenaikan IDN Times/Irma Yudistirani

Kendati demikian, kenaikan harga rokok belum merata. Adi, warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, membeli rokok dengan harga yang sama. Ia hanya menduga stok di warung langganannya masih banyak. Makanya masih memasang tarif lama.

Sementara Ketut, warga Bali, mengaku merasakan kenaikan harga rokok langganannya. Rokok merek Lucky Strike yang biasanya seharga Rp20 ribu sampai Rp22 ribu per bungkus, kini naik menjadi Rp25 ribu sampai Rp27 ribu per bungkus. Menurut Ketut, harga rokok di minimarket lebih mahal daripada toko kelontong.

"Selisihnya antara Rp2 ribu sampai Rp3 ribu. Masing-masing merek rokok dijual berbeda-beda di tiap toko kelontong dan minimarket. Ada rokok merek A lebih murah di toko A tetapi rokok merek B lebih mahal di toko A. Begitu juga sebaliknya. Rokok merek A lebih mahal di toko A dan rokok merek B lebih murah di toko A," kata Ketut.

Berbeda dengan harga sejumlah rokok di Kota Palembang. Harganya belum mengalami kenaikan. Baik di warung kelontong dan warung kecil, harga eceran rokok belum ada kenaikan secara signifikan.

"Belum ada kenaikan, memang rencana bakal naik dari distributornya. Kami masih jual harga lama," ujar Budi, pemilik toko kelontong di kawasan Lemabang, Palembang, Kamis (1/1) lalu.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Bau Rokok dalam Mobil

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya