Comscore Tracker

Bukan Hoaks, Warga yang Belum Bayar BPJS Kesehatan Tak Bisa Urus SIM

Gak hanya SIM saja. Paspor, IMB hingga akses perbankan juga

Jakarta, IDN Times - Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris, menegaskan masyarakat yang tidak membayar iuran BPJS Kesehatan terancam tidak bisa mengakses layanan publik.

"Kalau Anda gak bayar BPJS, gak bisa perpanjang SIM, perpanjang paspor, tidak bisa transaksi perbankan, ambil kredit di bank," kata Fachmi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (7/10) lalu. Apa alasannya? Berikut ini uraiannya:

1. Hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah, hanya saja tidak pernah dieksekusi

Bukan Hoaks, Warga yang Belum Bayar BPJS Kesehatan Tak Bisa Urus SIMIDN Times/Indiana Malia

Menurut Fachmi, sanksi tersebut sudah ada secara tekstual selama ini, hanya saja tidak pernah dieksekusi.

"Itu hanya pernah jadi kontekstual tahap eksekusi, karena pelayanan publik tidak ada di BPJS tapi di lembaga lain," ujar Fachmi.

Aturan soal sanksi publik itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja, dan Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial.

Dalam regulasi tersebut diatur mengenai sanksi tidak bisa mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Mengemudi (SIM), sertifikat tanah, paspor, dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bila menunggak membayar iuran BPJS Kesehatan.

2. BPJS Kesehatan menunggu instruksi Presiden

Bukan Hoaks, Warga yang Belum Bayar BPJS Kesehatan Tak Bisa Urus SIMIDN Times/Shemi

Agar sanksi tersebut dapat dieksekusi, Fachmi mengaku pihaknya masih menunggu Instruksi Presiden (Inpres) melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

"Saat ini kita masuk fase berikutnya yang sedang diinisiasi, inpres lewat Kemenko PMK yang menginisiasi sanksi pelayanan publik," katanya.

3. Apa penyebab utama BPJS Kesehatan defisit Rp32 triliun?

Bukan Hoaks, Warga yang Belum Bayar BPJS Kesehatan Tak Bisa Urus SIMIDN Times/Axel Jo Harianja

Dalam diskusi tersebut, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mardiasmo, mengungkapkan penyebab BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga Rp32 triliun tahun ini, karena ada 32 juta orang dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

"Dari 265 juta (Penduduk Indonesia) itu yang buat bleeding 32 juta. Yang lainnya tidak buat bleeding," kata Mardiasmo.

Dalam PBPU dibagi menjadi dua kelas yakni jelita dan jelata. Mardiasmo menyebut, kelas jelita sebagai penyebab defisitnya BPJS Kesehatan karena hanya membayar saat mereka sakit.

"Karena mereka menggunakan yang namanya effort selection. Dia mendaftar pada saat sakit, dan setelah dapat layanan kesehatan dia berhenti, tidak bayar premi lagi," jelasnya.

Baca Juga: Apakah Kartu BPJS Kesehatanmu Dinonaktifkan? Segera Lakukan ini

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You