Comscore Tracker

Iuran BPJS Kesehatan Batal Dinaikkan? Dirut BPJS: Ayo Gotong Royong

Dirut tidak ingin BPJS Kesehatan bubar

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris, buka suara soal kemungkinan iuran BPJS Kesehatan batal dinaikkan. Ia hanya mengangguk ketika ditanya oleh moderator perihal kebangkrutan yang mungkin menjadi dampak jika kenaikan iuran itu batal.

"Kalau tidak berjalan (Kenaikan iuran), bisa collapse ya kemungkinan terburuk?" tanya moderator Forum Merdeka Barat 9, di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (7/10) lalu. Apakah BPJS Kesehatan benar-benar batal dinaikkan?

1. Dirut tidak ingin BPJS Kesehatan bubar

Iuran BPJS Kesehatan Batal Dinaikkan? Dirut BPJS: Ayo Gotong RoyongIDN Times/Indiana Malia

Fachmi berharap pelayanan BPJS tidak diberhentikan karena masalah kenaikan iuran ini. "Kecuali ada decision lagi program ini dibubarkan ya," ucapnya.

2. Denda yang semakin besar dan tidak ingin membebani Negara

Iuran BPJS Kesehatan Batal Dinaikkan? Dirut BPJS: Ayo Gotong RoyongIDN Times/Arief Rahmat

BPJS Kesehatan, kata Fachmi, kini mendapat sanksi berupa denda 1 persen dari tiap pasien yang masuk ke rumah sakit (RS) akibat defisit ini. Pasalnya, mereka kini terlambat membayar kepada RS. Semakin lama, itu tentu akan semakin membebani Negara.

"Kami tentu selalu lapor ke Kemenkeu berapa sebetulnya denda yang harus kami bayar. Jangan sampai denda ini nanti membebani Negara," ujarnya.

Kementerian Keuangan mengajukan skema kenaikan iuran sebesar dua kali lipat untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas I, yakni Rp160 ribu dari besaran sebelumnya Rp80 ribu. Sedangkan Kelas II sebesar Rp110 ribu dari besaran sebelumnya Rp51 ribu.

3. Jika iuran tidak naik, BPJS Kesehatan bisa defisit hingga Rp77 triliun

Iuran BPJS Kesehatan Batal Dinaikkan? Dirut BPJS: Ayo Gotong RoyongIDN Times/ Anabel Yevina Mulyadi Wahyu

Dalam pemaparannya, jika upaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini berhenti, maka lima tahun ke depan, defisitnya bisa meningkat hingga Rp77 triliun.

"Kalau ini berhenti, dan tidak punya jalan lain akan defisit 32 triliun tahun ini. Lima tahun tahun kemudian akan menjadi 77 triliun. Pilihannya program berjalan atau berhenti. Kalau berjalan ayo gotong royong, bantu," kata Fachmi.

4. Berbagai opsi untuk mengatasi defisit

Iuran BPJS Kesehatan Batal Dinaikkan? Dirut BPJS: Ayo Gotong RoyongIDN Times/Holy Kartika

Fachmi menilai butuh Peraturan Presiden (PP) sebagai opsi untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan. Menurutnya, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) membuktikan bahwa iuran BPJS Kesehatan harus naik.

Opsi lain, kata dia, adalah merasionalkan manfaat BPJS Kesehatan. Namun langkah ini pernah diterapkan dan mendapat respon dari masyarakat.

"Kami pernah lakukan merasionalkan manfaat, misalnya dengan operasi katarak, fisoterapi, persalinan bayi normal dan lain-lain. Tapi kemudian respon publik dan stakeholder sangat luar biasa. Kami tidak mudah merasionalkan sisi spending," jelasnya.

"Kami pada posisi menunggu yang terbaik agar program ini tetap berjalan," imbuh Fachmi.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Tagihan dan Pembayaran BPJS Kesehatan

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You