Comscore Tracker

Kasus COVID-19 di Bali Naik, Luhut: Sepakat Jangan Ada Kerumunan Lagi!

Ditemukan banyak kasus positif di KPPS

Jakarta, IDN Times - Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta dan Bali meningkat signifikan. Pemerintah diminta tidak lagi mengizinkan masyarakat berkumpul dalam jumlah besar. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. 

“Saya ingin kita semua bersepakat jangan ada kerumunan lagi dengan alasan apapun untuk beberapa waktu ke depan,” kata Luhut dalam keterangan resminya, Selasa (1/12/2020).

1. Kemenkes didorong untuk memastikan kapasitas ICU dan isolasi di RS

Kasus COVID-19 di Bali Naik, Luhut: Sepakat Jangan Ada Kerumunan Lagi!Ilustrasi Obat-Obatan (IDN Times/Mardya Shakti)

Luhut juga meminta agar Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan untuk mengecek ketersediaan obat yang ada di daerah. Dia juga meminta agar Kemenkes memastikan kapasitas ICU dan isolasi di RS mencukupi untuk perawatan pasien COVID-19.

“Jangan sampai ada orang meninggal karena kelalaian kita untuk mengecek ketersediaan obat sehingga obat habis,” ucap dia.

Baca Juga: Geram Kasus COVID-19 Melonjak Sepekan Ini, Jokowi: Semua Memburuk!

2. Luhut minta agar pemerintah Provinsi Bali menambah fasilitas isolasi di Tabanan

Kasus COVID-19 di Bali Naik, Luhut: Sepakat Jangan Ada Kerumunan Lagi!Ilustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19, ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Khusus untuk wilayah Bali, Luhut meminta agar pemerintah daerah menambah fasilitas isolasi terpusat terutama di Tabanan. "Kalau di kabupaten, hotel tidak cukup ya geserlah. Yang penting pisahkan secepatnya dari keluarga yang masih sehat,” tegasnya.

Luhut juga meminta kepada semua pihak yang berwenang untuk turut mengevaluasi pelaksanaan pilkada dan dampak libur panjang pada akhir Oktober, terhadap peningkatan kasus terkonfirmasi positif dan angka kematian. Hasil tersebut menurutnya penting untuk menentukan kebijakan libur panjang akhir tahun.

3. Di Bali kasus naik menjadi 823 pada 25-30 November 2020

Kasus COVID-19 di Bali Naik, Luhut: Sepakat Jangan Ada Kerumunan Lagi!Ilustrasi Virus Corona. IDN Times/Mardya Shakti

Sebagai informasi, kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta pada periode 25-30 November 2020, sebanyak 8.598 kasus. Sebelumnya jumlah kasus sebanyak 5.168 pada periode 28 Oktober-3 November 2020.

Sementara itu, di Bali kasus terkonfirmasi positif naik dari 386 kasus pada periode 28 Oktober-3 November 2020, menjadi 823 kasus pada 25-30 November 2020.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa dua minggu pascalibur panjang yakni pada 28 Oktober hingga 1 November, terdapat kenaikan kasus positif terutama klaster keluarga.

"Dan setelah kita lakukan pelacakan dan penelusuran mayoritas Keluarga ini bepergian ke Bandung, Semarang, Lampung dan beberapa tempat di Jawa Timur," imbuhnya.

Dengan munculnya klaster keluarga ini, dia berharap agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan libur bersama saat akhir tahun. Sementara itu, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Provinsi Bali meningkat usai gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Jadi di kami Pilkada penyumbang kasus terkonfirmasi positif terbesar. Dari KPPS banyak ditemukan kasus positif. Lalu kami lakukan tracing lebih luas," tutur Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Selain itu, lanjut Indra, dalam minggu ini Pemprov Bali juga melakukan penelusuran ke seluruh pelaku jasa  pariwisata. "Dari mereka ditemukan beberapa kasus positif," ujarnya.

Baca Juga: Cegah Penularan COVID-19, IDI Minta Pemerintah Hapus Libur Akhir Tahun

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya