Comscore Tracker

Jawaban Mahasiswa Papua Soal Membuang Bendera Merah Putih di Surabaya

Gedung DPRD Papua Barat dibakar, diduga aksi di Surabaya

Surabaya, IDN Times - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat di Manokwari, Papua, dibakar hingga hangus, Senin (19/8) pagi. Kebakaran itu diduga dibakar oleh massa demonstran. Motif pembakaran itu dugaannya berbuntut dari aksi penanganan mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini.

Diberitakan sebelumnya, sebuah gambar yang menunjukkan bendera merah putih dibuang di dalam selokan di depan Asrama Mahasiswa Papua (AMP). Gambar ini sontak menjadi ramai dibagikan di grup-grup WhatsApp dan Facebook. Ratusan orang menggeruduk AMP akibat gambar tersebut, dan menduga mahasiswa Papua yang membuangnya.

Namun apa tanggapan para AMP usai diinterogasi dan telah dipulangkan lagi ke asramanya?

1. Seorang mahasiswa membenarkan menurunkan bendera Merah Putih

Jawaban Mahasiswa Papua Soal Membuang Bendera Merah Putih di SurabayaIDN Times/Fitria Madia

IDN Times menghubungi mahasiswa Papua yang berada di dalam AMP. Mahasiswa bernama Noflin itu membenarkan bendera tersebut diturunkan dari tiangnya oleh mahasiswa Papua. "Benar," jawabnya singkat ketika ditanyai kebenaran kabar tersebut melalui sambungan telepon, Jumat (16/8).

2. Bendera disebut hanya diturunkan, bukan dirusak

Jawaban Mahasiswa Papua Soal Membuang Bendera Merah Putih di SurabayaIDN Times/Fitria Madia

Pengurus Aliansi Mahasiswa Papua lainnya, Dorlince Iyowau, ketika dikonfirmasi terpisah, mengatakan bendera tersebut hanya diturunkan, bukan dirusak seperti kabar yang beredar. Hal ini karena bendera berada di lingkungan asrama, dan bukan mereka yang memasangnya.

"Beritanya salah mbak, bukan kawan-kawan AMP yang merusak atau merobek tapi diturunkan karena itu masih dalam lingkungan asrama bukan di jalan umum seperti yang dibilang ormas dan aparat," ujarnya melalui pesan singkat.

3. Tak mengetahui siapa yang menurunkan bendera

Jawaban Mahasiswa Papua Soal Membuang Bendera Merah Putih di SurabayaIDN Times/Fitria Madia

Dorlince menambahkan, pihaknya tidak tahu siapa yang menurunkan bendera Merah Putih hingga menyulut amarah warga Surabaya. Ia hanya mengetahui aparat langsung mendatangi AMP.

"Soal oknumnya gak tahu dari siapa. Kami di sini tidak tahu menahu soal bendera karena yang menurunkannya gak tahu. Tapi karena kami yg sedang di dalam asrama jadi kami yang dituduh merusak dan mereka TNI (Tentara Nasional Indonesia), Satpol PP, (Satuan Polisi Pamong Praja), dan ormas (Organisasi masyarakat) datang dengan reaksioner menuduh kami tanpa pendekatan hukum," ungkapnya.

4. "Kami ajak negosiasi, dia mintanya langsung beradu fisik dan suruh kami keluar"

Jawaban Mahasiswa Papua Soal Membuang Bendera Merah Putih di SurabayaIDN Times/Fitria Madia

Dorlince tidak membenarkan pernyataan mahasiswa Papua yang menurunkan bendera tersebut. Ia menyayangkan sikap warga dan aparat yang seolah-olah menyalahkan mereka.

"Bukan Mbak, kami dari luar masuk ke asrama lagi duduk-duduk santai baru dikagetkan dengan kedatangan tentara yang menendang-nendang pintu asrama. Kami ajak negosiasi, dia mintanya langsung beradu fisik dan suruh kami keluar, sementara kami tidak tahu menahu soal penurunan bendera tersebut apa lagi oknumnya," tutupnya.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You