Comscore Tracker

COVID-19 Ladang Bisnis Rumah Sakit, Terawan Pastikan Itu Tidak Benar  

Silakan lapor jika memang ada ya semeton

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto membantah tuduhan bahwa sejumlah rumah sakit memanfaatkan penanganan COVID-19 sebagai lahan bisnis.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan, ada beberapa rumah sakit yang "nakal" mengeruk keuntungan dengan mengklaim kematian pasien karena COVID-19.

“Telisik punya telisik, anggaran (rumah sakit dari pemerintah) kalau (pasien) dinyatakan mati karena COVID-19 lebih besar,” kata Said saat memimpin rapat Banggar bersama pemerintah termasuk Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Rabu (15/7/2020) di Gedung DPR, Jakarta.

Said mengungkapkan sebuah kejadian di salah satu rumah sakit di Surabaya yang mengklaim kematian pasien diabetes karena COVID-19. Keluarga pasien tak terima dan akhirnya menempuh jalur hukum.

“Akhirnya rumah sakit nyerah, ‘iya Pak bukan COVID-19’,” ujar Said.

1. Semua hal harus berdasarkan data dan bukan opini

COVID-19 Ladang Bisnis Rumah Sakit, Terawan Pastikan Itu Tidak Benar  Ilustrasi Rapid Test Tim IDN Times (IDN Times/Herka Yanis)

Menkes Terawan Agus Putranto menegaskan bahwa rumah sakit memiliki etika untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin.

"Saya percaya rumah sakit punya etika yang baik. Semua punya keinginan yang baik untuk memberikan pelayanan dan melaporkan, menagihkan. Kami tinggal verifikasi lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)," kata Terawan dilansir dari Antara, Senin (20/7/2020).

Terawan berjanji akan memeriksa dugaan tersebut agar tidak menimbulkan masalah seperti yang dituduhkan. "Semua hal harus berdasarkan data dan tidak boleh hanya memakai opini," terangnya.

Baca Juga: PERSI Buka Suara Soal Tudingan Rumah Sakit Nakal Klaim Kasus COVID-19

2. Ada juga rumah sakit bukan rujukan melayani pasien COVID-19

COVID-19 Ladang Bisnis Rumah Sakit, Terawan Pastikan Itu Tidak Benar  Ilustrasi pemeriksaan tes virus Corona di RSUP Sanglah. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ketua Kompartemen Public Relations dan Marketing Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Anjari Umarjiyanto menjelaskan ada rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan COVID-19 dengan biaya yang dapat diklaim atau ditanggung kepada pemerintah.

"Namun tidak sedikit rumah sakit bukan rujukan COVID-19 juga menerima dan melayani pasien COVID-19 dengan dikenakan tarif layanan. Tentu saja, pengenaan tarif secara wajar sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," ucapnya saat dihubungi IDN Times, Senin (20/7/2020).

3. Lapor jika ada rumah sakit yang jadikan ladang bisnis

COVID-19 Ladang Bisnis Rumah Sakit, Terawan Pastikan Itu Tidak Benar  IDN Times/Wira Sanjiwani

Anjari menegaskan ada 2.925 rumah sakit di Indonesia. PERSI meminta agar tidak melakukan generalisasi atau penyamarataan anggapan terlebih hanya didasari prasangka.

"Jika benar dan terbukti ada rumah sakit menjadikan pandemi sebagai ladang bisnis, silakan laporkan kepada pemerintah atau Pemerintah Daerah agar mendapatkan pembinaan atau sanksi," tegasnya.

Baca Juga: Realisasi Anggaran COVID-19 Rendah, Menkes: Berarti Pasiennya Sedikit

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya