Comscore Tracker

1.065 Sampel COVID-19 Sudah Diuji di Laboratorium BPOM

Semoga ini menjadi langkah yang menggembirakan

Jakarta, IDN Times- Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengapresiasi upaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah mengoperasikan Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) dan laboratorium di 4 Balai Besar/Balai Pengawas Obat dan Makanan untuk menguji spesimen COVID-19.

Hingga 19 Mei 2020, PPPOMN telah melakukan pengujian terhadap 1.065 sampel COVID-19. Doni optimistis, penambahan kapasitas laboratorium bisa membuat keamanan dan keselamatan petugas laboratorium lebih terjamin. 

"Kami menghaturkan terima kasih kepada Badan POM yang telah berpartisipasi dalam percepatan pengujian spesimen Covid-19. Diresmikannya laboratorium biohazard Badan POM yang memiliki kapasitas bio safety level (BSL) 2 plus ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan keselamatan personel yang melakukan pengujian," ujar Doni dalam siaran tertulis, Jumat (22/05).

Baca Juga: BPOM Kerahkan Sumber Daya untuk Percepat Pengujian Spesimen COVID-19

1. Upaya preventif menjadi langkah yang sangat penting

1.065 Sampel COVID-19 Sudah Diuji di Laboratorium BPOMLaboratorium Biohazard BPOM (Dok. Humas Badan POM)

Doni berharap penambahan tempat pengujian laboratorium ini bisa terus bekerja secara efektif, produktif, dan dapat meningkat setiap harinya.

"Kami optimistis jika secara terus menerus dilakukannya pengujian dengan mematuhi protokol kesehatan, maka pandemik virus ini secepatnya akan berlalu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan BPOM Penny K Lukito mengatakan, sebagai bagian dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, BPOM berupaya melakukan berbagai langkah sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah RI dalam upaya penanganan pandemik COVID-19.

Menurut Penny K. Lukito, upaya preventif menjadi langkah yang sangat penting dilakukan, mengingat bahwa hingga saat ini belum ditemukan terapi yang secara spesifik dapat mengobati COVID-19. 

Salah satunya melalui pengujian laboratorium terhadap spesimen COVID-19 menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan memanfaatkan metode amplifikasi DNA virus SARS CoV-2, yang merupakan penyebab COVID-19.

“Ketepatan dan kecepatan hasil uji yang valid sangat diperlukan. Semakin cepat hasil uji spesimen COVID-19, semakin cepat penanganan yang tepat dapat dilakukan,” terang Penny K. Lukito.

2. Uji spesimen COVID-19 dengan kapasitas 300 sampel per hari

1.065 Sampel COVID-19 Sudah Diuji di Laboratorium BPOMKepala Badan POM Penny Lukito (Dok. Humas Badan POM)

Badan POM telah memiliki laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) yang telah ditingkatkan kapasitasnya sesuai standar BSL-2.

Saat ini, PPPOMN memiliki laboratorium Biologi Molekuler yang selain digunakan untuk pengujian sampel terkait kasus/khusus dan dalam rangka rujukan nasional, juga telah dimanfaatkan untuk pengujian spesimen COVID-19 dengan kapasitas 300 sampel per hari.

“Tidak hanya untuk pengujian COVID-19, tetapi laboratorium ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengujian produk lain, seperti obat dan produk biologi yang bersifat karsinogenik/mutagenik/teratogenik, yang perlu fasilitas khusus. Termasuk pengujian dalam rangka bioterorisme,” ungkapnnya.

3. PPPOMN telah melakukan pengujian terhadap 1.065 sampel COVID-19

1.065 Sampel COVID-19 Sudah Diuji di Laboratorium BPOMTes swab (Dok.Humas Jabar)

Lebih lanjut Penny menyampaikan bahwa lima laboratorium Badan POM yaitu PPPOMN dan laboratorium di 4 Balai Besar/Balai POM (Gorontalo, Makassar, Jayapura, Ambon), siap operasional mendukung percepatan pengujian spesimen COVID-19.

Kapasitas pengujian spesimen COVID-19 sebanyak 300 sampel per hari oleh PPPOMN, 200 sampel per hari oleh Balai POM di Gorontalo, 150 sampel per hari oleh Balai Besar POM di Makassar, 90 sampel per hari oleh Balai Besar POM di Jayapura, dan 180 sampel per hari oleh Balai POM di Ambon.

"Hingga 19 Mei 2020, PPPOMN telah melakukan pengujian terhadap 1.065 sampel COVID-19," imbuhnya.

Baca Juga: BPOM Resmikan Lab Biohazard untuk Pengujian COVID-19

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya