Comscore Tracker

Muncul Tanda SOS di Pulau Laki, Google Belum Bisa Beri Penjelasan

Diduga ada yang minta tolong di dekat lokasi pesawat jatuh

Jakarta, IDN Times - Tanda minta bantuan atau SOS di Pulau Kepulauan Seribu, Jakarta, sempat muncul di Google Maps. Tanda SOS tersebut muncul saat membuka Google Maps dan memasukkan kata kunci "Pulau Laki".

Saat IDN Times mencoba, pada bagian belahan selatan, terdapat tanda SOS di pulau yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 pada Sabtu, 9 Januari 2021. Apakah artinya kemunculan tanda SOS ini?

Baca Juga: KNKT Umumkan Hasil Investigasi Awal Sriwijaya Air Bulan Depan

1. Warganet sebut sinyal awalnya bernama 'Tolongin Kami' dan berubah menjadi S.O.S

Muncul Tanda SOS di Pulau Laki, Google Belum Bisa Beri PenjelasanWarganet memberikan komentar terkait titik SOS yang ada di Pulau Laki (Instagram.com/sar.nasional)

Sontak tanda tersebut membuat warganet panik, bahkan 'menyerbu' kolom Instagram resmi milik Basarnas. Sebagian besar mereka berpendapat, sinyal tersebut merupakan tanda minta pertolongan.

"Selamat pagi Tim YTH. Tim SAR Nasional. Tolong dicek di Pulau Laki ada sinyal yang awalnya bernama 'Tolongin Kami' dan berubah menjadi S.O.S di titik yang sama. Mohon kerjasamanya dan pertolongannya moga aja ada keajaiban. ku ternyata hanya orang iseng yang membuat sinyal, mohon diselidiki lebih kanut," tulis akun @l*v**sypr.

Senada warganet lainnya, berharap ada keajaiban, "Pak coba cek Pulau Laki, ada signal SOS barangkali ada keajaiban," tulis akun @nia*bi.

Meski demikian, ada juga warganet yang mendorong jika ada orang yang iseng agar diusut tuntas dan dihukum. "Kalau ada yang iseng tolong dihukum seberat-beratnya," harap akun @b*la**m.

2. Pihak Google akan melakukan penelusuran

Muncul Tanda SOS di Pulau Laki, Google Belum Bisa Beri PenjelasanSituasi di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Selasa (12/1/2021) (IDN Times/Sandy Firdaus)

Google sebelumnya sering memberikan tanda khusus jika terjadi bencana atau insiden di tempat tertentu.

Saat peristiwa jatuhnya Sriwijaya Air SJY 182, Google juga sempat muncul simbol SOS berupa tanda seru bewarna merah, dengan keterangan "Insiden Pesawat Sriwijaya AIr".

Saat dihubungi IDN Times, pihak Google belum bisa memberikan penjelasan pemberian sinyal SOS di Pulau Laki.

"Saya coba telusuri dulu ya," ujar Communications Manager at Google Feliciana Wienathan. 

3. Pesawat hilang kontak dan jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang

Muncul Tanda SOS di Pulau Laki, Google Belum Bisa Beri PenjelasanInfografis Pesawat Sriwijaya Air (SJY 182) yang Jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2021 (IDN Times/Arief Rahmat)H

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. 

Pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut mengangkut 62 orang, terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, serta 12 kru pesawat.

Berikut kronologi kejadian tersebut menurut Kementerian Perhubungan, bersama dengan stakeholder terkait seperti Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Angkasa Pura II, Airnav Indonesia, Sriwijaya Air, TNI, dan Polri:

• Pesawat Sriwijaya SJY 182 take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB

• Pada pukul 14.37 WIB melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure

• Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat

• Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817. Ada juga posko di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta juga membuka saluran khusus insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dan layanan psikologi bagi keluarga korban, dengan nomor hotline 0812 3503 9292.

Baca Juga: DVI Mulai Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Sriwijaya Air SJY 182

https://www.youtube.com/embed/-u1Fra5h8uk

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya