Comscore Tracker

Kemenkes Buka Suara Soal Dokter Meninggal usai Divaksinasi COVID-19

Dokter itu dinyatakan sehat saat menerima vaksin COVID-19

Jakarta, IDN Times - Seorang dokter di Palembang meninggal satu hari setelah mendapatkan vaksin COVID-19 Sinovac. Dokter berinisial JF (49), yang sehari-hari bertugas di puskesmas tersebut ditemukan meninggal di dalam mobil. Diduga dokter itu mengalami serangan jantung satu hari setelah mendapatkan vaksin Sinovac.

"Diperkirakan korban meninggal Jumat pagi, karena dari hasil pemeriksaan kita, otot tubuhnya belum kaku. Artinya belum 24 jam meninggal," ungkap Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Indra Nasution, Sabtu (23/1/2021).

Berikut penjelasan dari pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas kasus meninggalnya seorang dokter usai divaksinasi.

Baca Juga: Polda Sumsel Pastikan Dokter JF Meninggal karena Jantung

1. Dokter tersebut tidak mempunyai penyakit komorbid, alergi, maupun riwayat penyakit jantung

Kemenkes Buka Suara Soal Dokter Meninggal usai Divaksinasi COVID-19Ilustrasi jenazah. IDN Times/Mardya Shakti

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan dokter tersebut dinyatakan sehat saat menerima vaksin COVID-19. "Dia juga sudah menunggu 30 menit usai vaksinasi, tidak ada reaksi atau keluhan juga," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Senin (25/1/2021).

Diketahui pula bahwa dokter tersebut tidak mempunyai penyakit komorbid, alergi, maupun riwayat penyakit jantung. Tekanan darahnya juga dinyatakan baik. Nadia mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal, dokter tersebut meninggal karena kekurangan oksigen. Meski demikian, masih harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

"Tanda Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) akibat vaksin paling berat adalah syok atau pingsan, itu juga jarang terjadi. Namun, untuk membuktikan kasus ini masih didalami yang pasti bukan karena vaksin," tegasnya.

2. Syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat akibat vaksinasi, sangat jarang terjadi

Kemenkes Buka Suara Soal Dokter Meninggal usai Divaksinasi COVID-19Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 ke seorang dokter di RS Siloam TB Simatupang, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Program vaksinasi COVID-19 tahap pertama kepada tenaga kesehatan mulai dilakukan di berbagai daerah di Indonesia (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), Hindra Irawan, mengungkapkan reaksi syok anafilaktik atau syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat akibat vaksinasi, sangat jarang terjadi. Selain disebabkan vaksin, syok anafilaktik juga bisa terjadi akibat faktor lain. 

"Kalau kita lakukan vaksinasi 1 juta saja, 1 sampai 2 orang akan pingsan. Kalau yang disuntik 10 juta maka yang pingsan 10 sampai 20 orang, orang akan ribut, medsos (media sosial) akan bertubi-tubi, media sibuk. Padahal memang seperti itu. Jadi kita harus siap siap,” ungkap Hindra dilansir situs resmi Kemkes.go.id, Senin (25/1/2021).

3. Setiap kejadian harus segera dilaporkan secara berjenjang yang selanjutnya diinvestigasi

Kemenkes Buka Suara Soal Dokter Meninggal usai Divaksinasi COVID-19Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 ke seorang dokter di RS Siloam TB Simatupang, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Program vaksinasi COVID-19 tahap pertama kepada tenaga kesehatan mulai dilakukan di berbagai daerah di Indonesia (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jika terjadi reaksi anafilaktik pascavaksinasi COVID-19, pemerintah telah mengaturnya dalam Peraturan menteri kesehatan (Permenkes) nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Dalam Permenkes tersebut tercantum anafilaktik sebagai upaya preventif apabila terjadi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Dalam pasal 1 nomor 8 Permenkes itu, disebutkan bahwa peralatan anafilaktik adalah alat kesehatan dan obat untuk penanganan syok anafilaktik.

“Sudah ada di Peraturan Menteri Kesehatan, sudah ada kit anafilaktik yang harus disediakan, sudah ada petunjuk mengenal gejala nya, sudah ada tanda petunjuk untuk cara pelaksanaan vaksinasi,” ucap Hidra.

Reaksi anafilaktik tergolong dalam KIPI serius. Dalam KIPI serius, setiap kejadian harus segera dilaporkan secara berjenjang yang selanjutnya diinvestigasi oleh petugas kesehatan yang menyelenggarakan imunisasi.

Baca Juga: Dokter Meninggal Usai Vaksin, IDI Palembang Sebut Wajar Nakes Ragu

4. Diduga dokter tersebut meninggal karena sakit jantung

Kemenkes Buka Suara Soal Dokter Meninggal usai Divaksinasi COVID-19Petugas memeriksa kondisi fisik tenaga medis sebelum menyuntikan vaksin CoronaVac, di RS Islam Sari Asih Serang, Banten, Sabtu (16/1/2021)

Sebelumnya, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Indra Nasution, Sabtu (23/1/2021) membantah bahwa dokter JF meninggal dunia akibat menjalani vaksinasi. Karena dari pemeriksaan terhadap tubuh korban, ditemukan bintik merah pendarahan yang disebabkan kekurangan oksigen di daerah mata, wajah, tangan, dan dada. Temuan itu menyimpulkan dugaan penyebab kematiannya.

"Dugaan kami karena sakit jantung. Jadi ini membantah soal kematian diakibatkan vaksin. Sebab, vaksin kan disuntik, jika disuntik reaksinya lebih cepat dan juga matinya lebih cepat juga," jelas Indra.

Baca Juga: Dokter Meninggal Usai Vaksinasi, ini Penyebab Sebenarnya

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya