Comscore Tracker

Fakta-fakta Oknum Polantas yang Cabuli Siswi SMP, Berawal dari Tilang

Tersangka tega mengelabui anak di bawah umur

Jakarta, IDN Times - Seorang oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satantas) Polresta Pontianak, Brigadir DY tega menyetubuhi gadis di bawah umur. Kejadian tersebut bermula dari adanya pelanggaran lalu lintas.

Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Komarudin menyatakan pihaknya menetapkan oknum polisi Brigadir DY sebagai tersangka kasus pencabulan seorang anak di bawah umur.

"Dari hasil visum pihak dokter terhadap korban menyatakan memang benar terjadi persetubuhan, sehingga status pelaku ditingkatkan menjadi tersangka," kata Komarudin dilansir dari ANTARA, Selasa (22/9/2020). Selain ditetapkan sebagai tersangka, oknum tersebut juga terancam dipecat.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum IDN Times atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Baca Juga: Polisi Terbang ke Bali Temui Korban Kasus Pelecehan di Bandara Soetta

1. Berawal saat oknum DY menilang korban

Fakta-fakta Oknum Polantas yang Cabuli Siswi SMP, Berawal dari TilangDok. Humas Bandung

Peristiwa tersebut berawal saat SW (15) dan temannya YF ingin pergi memasang behel gigi pada Selasa 15 September 2020.

Tiba di persimpangan jalan, dia diberhentikan DY. Brigadir DY kemudian mencabut kunci sepeda motor dan mengajak mereka ke pos polisi.

DY mengungkapkan bahwa SW melakukan empat pelanggaran lalu lintas yakni tidak pakai helm, tidak pakai masker, tidak memasang pelat nopol dan STNK sudah mati.

Oknum DY membeberkan biaya tilang yang harus dibayarkan sebesar Rp200 ribu.

2. DY mengaku akan mengantar ke rumah, tapi dibawa ke kawasan perhotelan

Fakta-fakta Oknum Polantas yang Cabuli Siswi SMP, Berawal dari TilangIlustrasi pelecehan kepada anak dibawah umur (IDN Times)

SW berencana mengambil uang untuk membayar tilang. Namun DY memaksa mengantar SW untuk mengambil uang ke rumahnya.

Tak disangka, Brigadir DY membawa SW ke kawasan perhotelan. Gadis tersebut diminta minum segelas air dan merasa pusing. Dalam keadaan setengah sadar, Brigadir DY melancarkan aksinya.

Setelah melakukan aksi bejatnya, DY meninggalkan gadis tersebut seorang diri dan berjanji akan menjemput. Namun sampai sore hari, DY tidak datang.

Dalam keadaan kalut dia menghubungi temannnya YF yang kemudian datang bersama orang tua SW.

Tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh, orang tua SW melaporkan ke polisi dan meminta Brigadir DY dipecat.

3. Tersangka terancam 15 tahun kurungan penjara

Fakta-fakta Oknum Polantas yang Cabuli Siswi SMP, Berawal dari TilangIlustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Komarudin menyatakan tersangka diancam pasal 76 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

"Penetapan status tersangka karena dalam kasus itu tidak ada saksi lain, sehingga selain mendengar keterangan korban, juga menunggu hasil visum dari dokter," ungkapnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan, oknum polisi berpangkat Brigadir berinisial DY yang diduga berbuat cabul terhadap anak di bawah umur sudah ditahan oleh Propam sejak Selasa (15/9/2020).

“Polri tidak menoleransi segala bentuk tindakan amoral,” ujar Argo dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2020).

Saat ini, Brigadir DY selain diperiksa internal untuk menemukan pelanggaran etik juga diperberat dengan ancaman pidana KUHP. “Yang bersangkutan kita ajukan pidana juga,” kata Argo.

4. Hubungi hotline berikut ini dan laporkan segera kekerasan seksual pada anak dan perempuan

Fakta-fakta Oknum Polantas yang Cabuli Siswi SMP, Berawal dari Tilang(Hotline untuk penanganan virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Kekerasan seksual pada perempuan dan anak kerap terjadi di sekitar kita. Namun, banyak pihak yang tak tahu harus ke mana saat seorang korban membutuhkan kontak darurat pertolongan kekerasan seksual yang bisa dengan mudah dihubungi.

Segera hubungi hotline berikut ini dan laporkan segera kekerasan seksual pada perempuan dan anak di sekitar kamu.

1. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Telepon:
(+62) 021-319 015 56

Fax:
(+62) 021-390 0833

Email:
info@kpai.go.id
humas@kpai.go.id

2. Yayasan Pulih

Telepon:
(+62) 021-78842580

3. LBH Apik Jakarta

Telepon:
(+62) 021-87797289

Baca Juga: Dalami Kasus Pelecehan Seksual di Bandara, Polisi Gandeng P2TP2A Bali

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya