Comscore Tracker

Heboh Kemunculan Raja di Purworejo, Polisi Imbau Warganya Tidak Resah

Kerajaan ini diklaim sebagai penerus Medang Majapahit

Purworejo, IDN Times - Kepolisian Resor (Polres) Purworejo bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Pemerintah Kabupaten Purworejo akan meminta klarifikasi atas kemunculan Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo.

Keraton Agung Sejagat ini baru diketahui publik setelah mereka mengadakan Wilujengan dan Kirab Budaya, pada Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1) lalu. Acara ini lalu viral di media sosial (Medsos). Kerajaan ini katanya mengklaim dirinya punya kekuasaan di berbagai daerah belahan dunia, termasuk Indonesia. Benarkah? Berikut fakta-faktanya:

1. Polisi masih simpang siur menerima informasi

Heboh Kemunculan Raja di Purworejo, Polisi Imbau Warganya Tidak ResahWilujengan Kerajaan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. (Tangkapan video YouTube.com/Kudaku On Top)

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani, menjelaskan pihaknya belum mendapatkan konfirmasi secara langsung dari pimpinan keraton, Sinuhun alias Totok Santosa Hadiningrat, dan Kajeng Ratu alias Dyah Gitarja. Sebab pihaknya masih simpang siur menerima informasi tersebut.

"Kami memang sudah komunikasi dengan camat dan kepala desa (Kades) setempat tentang hal tersebut dan mereka akan lapor bupati lebih dulu," katanya dilansir dari Antara, Selasa (14/1).

2. Pihak polisi meminta warga setempat tak resah

Heboh Kemunculan Raja di Purworejo, Polisi Imbau Warganya Tidak ResahWilujengan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. (YouTube.com/Kudaku On Top)

Sementara ini pihak Andis memberikan pemahaman kepada warga setempat agar tidak resah atas keberadaan keraton tersebut.

Kemunculan keraton ini ditandai dengan berdirinya bangunan seperti pendopo, yang belum selesai proses pembangunannya. Sementara di sebelah utara pendopo terdapat sebuah sendang (Kolam), yang keberadaannya sangat disakralkan.

3. Ada prasasti berhuruf Jawa di sekitar lokasi kerajaan

Heboh Kemunculan Raja di Purworejo, Polisi Imbau Warganya Tidak ResahWilujengan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. (YouTube.com/Kudaku On Top)

Di sekitar lokasi keraton ada sebuah batu prasasti bertuliskan huruf Jawa, bernama Prasasti I Bumi Mataram. Prasasti ini memiliki tanda dua telapak kaki di bagian kiri, dan sebuah simbol di bagian kanannya.

4. Keraton Agung Sejagat diklaim sebagai penerus Medang Majapahit

Heboh Kemunculan Raja di Purworejo, Polisi Imbau Warganya Tidak ResahKerajaan Keraton Agung Sejagat. purworejo24.com

Dilansir dari Antara, Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, membuat pernyataan bahwa Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Ia berujar, kerajaan atau kekaisaran dunia ini muncul karena sebuah perjanjian yang berakhir 500 tahun lalu Terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara. Yaitu imperium Majapahit pada tahun 1518 sampai dengan 2018

Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis, sebagai wakil orang barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518.

Menurut Resi, begitu perjanjian tersebut berakhir, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat untuk mengontrol dunia, yang didominasi oleh Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. Sehingga kekuasaan itu harus dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat, sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You