Comscore Tracker

Diduga Tampung Uang Rp3,4 Miliar, Staf Istri Edhy Prabowo Dicecar KPK 

Ada rekening bank sebagai penampungan uang suap

Jakarta, IDN Times - Staf istri eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Ainul Faqih diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (5/1/2021). Ainul dikonfirmasi tentang pengetahuannya mengenai adanya rekening bank dan kartu ATM penampung uang suap. 

"Saksi Ainul Faqih, staf istri EP (Edhy Prabowo) dikonfirmasi tentang pengetahuannya mengenai adanya rekening bank dan kartu ATM yang diduga sebagai penampungan uang, yang diduga berasal dari pihak eksportir benur lobster," ujar Plt Jubir Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (6/1/2021).

1. Uang di dalam rekening diduga untuk memenuhi keperluan Edhy Prabowo

Diduga Tampung Uang Rp3,4 Miliar, Staf Istri Edhy Prabowo Dicecar KPK Tersangka Ainul Faqih tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/1/2021) (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Ali mengatakan uang yang ada di dalam rekening itu diduga digunakan untuk kepentingan Edhy Prabowo. Selain Ainul, KPK juga memeriksa Johan yang merupakan pihak swasta dari PT Sentosa Bahari Sukses.

"Johan dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terkait perizinan dan pengiriman benih lobster di KKP dan digali lebih lanjut soal dugaan adanya setoran uang kepada PT ACK," kata Ali.

Baca Juga: KPK Akan Usut Dugaan Aliran Dana Edhy Prabowo ke Bellaetrix Manuputty

2. Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan juga jadi tersangka

Diduga Tampung Uang Rp3,4 Miliar, Staf Istri Edhy Prabowo Dicecar KPK Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/12/2020) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Edhy Prabowo jadi tersangka penerima suap. Kemudian, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas, Safri dan Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas, Andreau Pribadi Misata.

Selanjutnya ada pula Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Amiril Mukminin, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi dan staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih. Sedangkan sebagai tersangka pemberi suap ialah Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito.

3. Uang dikirim ke rekening Ainul diduga sebesar Rp3,4 miliar

Diduga Tampung Uang Rp3,4 Miliar, Staf Istri Edhy Prabowo Dicecar KPK Konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Seperti diberitakan sebelumnya, Edhy diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster. Uang yang diduga suap tersebut masuk ke rekening PT ACK senilai Rp9,8 miliar.

Uang itu kemudian ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yakni Ahmad Bahtiar dan Amri. Pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp3,4 miliar. Uang itu diberikan untuk keperluan Edhy, istrinya Iis Rosita Dewi, Safri, dan Andreau.

Tak hanya itu, uang tersebut digunakan Edhy dan istrinya belanja barang mewah di Honolulu, Hawai, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Dengan mengeluarkan uang Rp750 juta, mereka membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV dan baju Old Navy. Selain itu, pada Mei 2020, Edhy turut diduga menerima 100 ribu dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril.

Baca Juga: KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Aliran Uang dari Eksportir Benih Lobster 

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya