Comscore Tracker

BPN Menilai Penanggung Jawab Kericuhan Adalah Provokator

Prabowo imbau masyarakat hingga aparat supaya menahan diri

Jakarta, IDN Times - Aksi massa di dekat gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Selasa (21/5) malam berlangsung ricuh. Bahkan ada aksi pembakaran beberapa unit mobil, pelemparan batu, petasan, hingga bom molotov.

Koordinator Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak, mengatakan yang bertanggung jawab atas kericuhan itu adalah mereka yang melakukan kekerasan dan provokasi. Berikut ini ulasannya:

1. Netizen bahkan sudah diimbau tidak melakukan kekerasan verbal

BPN Menilai Penanggung Jawab Kericuhan Adalah ProvokatorIDN Times/Irfan Fathurohman

Menurut Dahnil, BPN telah mengimbau semua pihak, termaksud aparat untuk menahan diri, agar tidak demonstratif menggunakan senjata dan benda lainnya dalam menghadapi massa.

Begitu pula massa yang melakukan demontrasi. BPN telah mengimbau sejak lama agar massa tidak melakukan kekerasan. "Netizen juga kami imbau tidak melakukan kekerasan verbal seperti saat ini," jelasnya.

2. Mantan Pimpinan KPK dan mantan Kepala Staf Angkatan Udara mendatangi rumah Prabowo

BPN Menilai Penanggung Jawab Kericuhan Adalah ProvokatorIDN Times/Auriga Agustina

Saat ini Prabowo tengah mendengarkan masukan dari banyak tokoh terkait perkembangan persiapan pengajuan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi.

"Pak Prabowo kan dari awal memilih jalur konsistusional untuk menggugat di MK, terkait ketidaksetujuan pak Prabowo terkait hasil pilpres," katanya di Kartanegara, Rabu (22/5).

Berdasarkan pantauan IDN Times, beberapa tokoh yang telah datang ke kediaman Prabowo di antaranya mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto, dan Mantan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat.

3. Prabowo mengimbau masyarakat hingga para aparat polisi maupun TNI tidak melakukan kekerasan fisik

BPN Menilai Penanggung Jawab Kericuhan Adalah ProvokatorIDN Times/Auriga Agustina

Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, memberikan respons atas kekerasan yang terjadi dalam aksi, Selasa (21/5) malam sampai Rabu (22/5) dini hari tadi.

Prabowo mengucapkan bela sungkawa kepada 6 korban yang meninggal dunia, juga kepada korban yang terluka.

Dalam pernyataannya, Prabowo mengimbau masyarakat untuk bertindak sesuai konstitusi, berakhlak, damai, dan tanpa kekerasan dalam perjuangan politik kebangsaan.

“Saya mengimbau kepada seluruh pihak, masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, pihak kepolisian, pihak TNI, dan semua pihak untuk menahan diri agar tidak melakukan kekerasan fisik,” ujar Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya, Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu sore.

Prabowo meminta peristiwa Selasa malam dan Rabu subuh, yang dinilai telah mencoreng harkat dan martabat Indonesia, tidak terjadi lagi. Selain itu, Prabowo juga mengimbau TNI dan Polri  untuk senantiasa berjaga dan tidak menggunakan kekerasan.

Prabowo juga menegaskan untuk menghindari kekerasan fisik, menjaga sopan santun, dan menghormati pejabat publik.

"Saudara-saudara kami, mohon janganlah menyakiti hati rakyat, memukul dan menembak rakyat kita sendiri. Bila hal ini sudah terjadi lagi, maka kami khawatir rajutan dan anyaman kebangsaan kita  bisa rusak dan akan sulit untuk merangkai lagi,” kata Prabowo.

4. Korban bentrok antara massa dengan aparat keamanan di sekitar Tanah Abang, Jalan MH Thamrin, dan Petamburan

BPN Menilai Penanggung Jawab Kericuhan Adalah Provokator

Kepala Bagian Umum dan Pemasaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Reggy S Sobari, mengatakan korban bentrok antara massa dengan aparat keamanan di sekitar Tanah Abang, Jalan MH Thamrin, dan Petamburan, Jakarta Pusat beberapa di antaranya mengalami luka akibat peluru karet.

"Ada beberapa korban yang membawa peluru karet itu saat dibawa ke RSUD Tarakan. Ada beberapa yang kami bantu mengeluarkan peluru karet itu dari tubuhnya," kata Reggy dikutip dari Antara, Rabu (22/5).

Kepala Bagian Umum dan Pemasaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Reggy S Sobari mengatakan, korban bentrok antara massa dengan aparat keamanan di sekitar Tanah Abang, Jalan MH Thamrin, dan Petamburan, Jakarta Pusat beberapa di antaranya mengalami luka akibat peluru karet.

"Ada beberapa korban yang membawa peluru karet itu saat dibawa ke RSUD Tarakan. Ada beberapa yang kami bantu mengeluarkan peluru karet itu dari tubuhnya," kata Reggy dikutip dari Antara, Rabu (22/5).

5. Mereka yang terluka seluruhnya laki-laki, dengan usia termuda 15 tahun

BPN Menilai Penanggung Jawab Kericuhan Adalah ProvokatorIDN Times/Ilyas Listianto Mujib

Reggy tidak bisa memastikan penyebab dua korban meninggal. Sebab keluarga korban menolak dilakukan autopsi.

"Korban meninggal mengalami luka berupa lubang berbentuk bulat. Apakah luka itu yang menyebabkan meninggal, kami tidak bisa memastikan," tutur dia.

Berdasarkan data yang dipasang pengelola RSUD Tarakan, terdapat 140 pasien korban bentrok yang dirawat di rumah sakit tersebut. Seluruhnya laki-laki dengan usia beragam, yang termuda usia 15 tahun.

Saat ini tinggal 13 korban luka yang masih dalam perawatan lanjutan di RSUD Tarakan, karena harus menjalani pembedahan akibat patah tulang atau luka robek.

Baca Juga: Kubu Prabowo Gugat Hasil Pilpres ke MK Atas Saran Demokrat

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You