Bupati Terbaik se-Asia Ini Hobi Panjat Pohon Durian

Wanita pertama yang menjadi Bupati Lebak

Jakarta, IDN Times - Iti Octavia Jayabaya. Mungkin belum banyak yang mengenal sosoknya. Dia merupakan wakita pertama yang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Perempuan kelahiran 4 Oktober 1978 ini mulai menjabat sebagai kepala daerah di usia yang masih muda yaitu 35 tahun pada 2013 lalu.

Penasaran, bagaimana awal mula dan sepak terjang Iti memimpin Lebak? Berikut 4 hal tentang bupati muda berkaca mata ini. 

Baca Juga: Angka Stunting Tinggi, Wakil Bupati Lebak Minta Semua Pihak Terlibat

1. Melawan kotak kosong di Pilkada 2018

Bupati Terbaik se-Asia Ini Hobi Panjat Pohon DurianIDN Times/Maulana

Dia telah menjadi Bupati Lebak sejak periode 2013-2018, ketika usianya masih 35 tahun. Bersama Wakil Bupatinya, Ade Sumardi, Iti kembali maju dalam Pilkada Lebak 2018.

Namun, situasi pada Pilkada 2018 berbeda. Pasangan petahana Iti-Ade akhirnya menjadi pasangan tunggal, dan harus melawan kotak kosong. 

Hal ini terjadi karena pasangan Cecep Sumarno-Didin Safrudin dari jalur perseorangan, batal mendaftarkan diri. Ketidaklengkapan berkas menjadi alasan pasangan Cecep-Didin gagal melaju melawan Iti-Ade di Pilkada 2018. 

2. Borong dukungan dari 11 parpol

Bupati Terbaik se-Asia Ini Hobi Panjat Pohon Durianinstagram.com/viajayabaya

Tak perlu jungkir balik, pasangan Iti Octavia-Ade Sumardi memborong dukungan dari 11 partai politik. Pasangan ini pun dinyatakan lulus persyaratan pencalonan, karena memperoleh 50 kursi DPRD dari 11 partai politik pendukung.

Sebelas partai politik yang mendukung pasangan ini yakni Partai Demokrat, PDIP, Partai Golkar, PAN, PKB, PKS, Partai Hanura, Partai NasDem, PPP, PKB, dan Partai Gerindra.

3. Lahir dari klan dinasti Jayabaya

Bupati Terbaik se-Asia Ini Hobi Panjat Pohon DurianInstagram.com/viajayabaya

Di belakang nama Iti ada nama Jayabaya. Jayabaya adalah salah satu nama klan dinasti politik kuat di Banten. Terdapat dua nama klan lain di Tanah Jawara yaitu, Ratu Atut dan Natakusumah. Tiga keluarga besar keturunan penguasa Banten ini langganan mengirimkan calonnya untuk berebut kursi di DPR.

Iti Octavia Jayabaya dikenal memiliki akar politik yang kuat, karena masing-masing keluarganya pernah menjabat sebagai kepala daerah. Sebelum Iti, sang ayah telah lebih dulu menjabat sebagai Bupati Lebak selama 10 tahun. Sang ayah juga seorang tokoh PDIP di Banten.

4. Viral umpatan Iti dalam bahasa Sunda

Bupati Terbaik se-Asia Ini Hobi Panjat Pohon DurianInstagram.com/itioctavia

Sejak 2018, Iti dikenal dengan sebutan bupati yang suka marah-marah. Kejadian itu bermula saat viralnya video Iti marah karena ada bangunan liar. Bangunan liar tersebut menembus taman trotoar jalan menuju kawasan wisata masyarakat adat Baduy.

Ada hal yang menarik perhatian masyarakat, yaitu umpatan Iti menggunakan bahasa Sunda.

"Nganggap remeh dia ka aing, sagala solokan ku di dicor sagala macem, ku dadaria. Naon eta arana? Pak camat kumaha sih teu kakontrol, jaro kumaha sih? (Mengganggap remeh saya ya kalian, selokan dicor sama kalian. Itu apa? Pak Camat gimana sih gak terkontrol, kepala desa gimana?)," umpat Iti dalam video viral tersebut. 

Dalam video, Iti juga meminta agar Satpol PP segera menertibkan bangunan liar tersebut.

5. Bupati terbaik se-Asia yang mahir memanjat pohon durian

Bupati Terbaik se-Asia Ini Hobi Panjat Pohon DurianInstagram.com/itioctavia

Selain video umpatan bahasa Sunda, Iti juga viral karena video memanjat pohon durian. Di dalam video tersebut dapat dilihat, Iti sangat mahir memanjat pohon durian. Genggaman dan pijakan kaki kuat sang Bupati muda begitu terlihat. 

Video tersebut tersebar dan viral di media sosial. Iti juga terlihat memetik buah durian dari pohon milik petani daerah Kecamatan Leuwidamar, dekat permukiman masyarakat adat Baduy itu.

Begitulah Iti, dikenal sebagai bupati nyentrik, lincah, tangkas, dan tegas. Sikapnya ini berhasil mengantarnya menjadi  Bupati terbaik se-Asia. Dikutip dari bantenhits.com, Iti memperoleh predikat itu dari Asia Global Council and Seven Media Asia, pada acara Asia Global Award 2019 di The Trans Resort, Bali, Jumat 26 Juli 2019.

Baca Juga: Jadi Bukti Sejarah, Rumah Multatuli di Lebak Segera Direvitalisasi  

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Just For You